Indonesia

Makan Sate dengan Pemandangan Sawah

Gunawan

Bagi penikmat kuliner, ada suasana baru di kota Pudak Gresik. Saat perut keroncongan, sambil menikmati menu makanan, sate, seseorang dapat menerawang keindahan sawah. Karena itu, Sate Tepi Sawah (STS) siap memanjakan lidah dan perut penggemar sate dengan panorama alami

STS ini menempati lokasi yang lebih dekat dengan Surabaya. Terutama bagian Barat, di Jalan Petiken Kota Baru Driyorejo (KBD), Gresik. Meski baru berdiri sejak empat bulan lalu, Gunawan pria kelahiran Tuban ini  berhasil memperkenalkan usaha kulinernya dengan memanfaatkan lahan guna mewujudkan konsepnya.

Sesuai dengan basic designer, ia menciptakan rumah makan tradisional dengan gubuk cantik dan menarik di hamparan sawah yang luas. Awalnya, seorang pengusaha industri keramik ini sempat kebingungan setelah munculnya kebijakan dari pemerintah mengenai ekonomi.

“Mungkin sebagai dampak dari kebijakan pemerintah itu. Seperti dolar naik yang membuat saya berhenti dalam bisnis ini,” kata pria kelahiran 1972 ini. Seiring berjalannya waktu, bapak tiga anak ini berpikir untuk melanjutkan usahanya yang tidak berpengaruh pada kebijakan tersebut.

Dia akhirnya, memilih bisnis kuliner. Inspirasi itu muncul saat Gunawan, menjelajah dan mengamati perkembangan minat makan masyarakat. Tanpa rasa takut, pria lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) ini menjalankan usahanya sendiri.

Tak disadari, ternyata makanan sate di kota asalnya berbeda dengan lainnya yang umumnya menggunakan bumbu kacang. Hal itu membuat pria bertubuh tinggi ini membuka Rumah Makan 9RM di kawasan tempat tinggalnya Driyorejo, Gresik.

“Sebenarnya, saya ingin membuka di Bali, tapi berhubung investasi disana tinggi, tenaga kerja mahal, semuanya mahal, akhirnya buka dulu di Gresik,” ujarnya. Untuk memulai usahanya , ia mengeluarkan modal Rp 500 juta. Modal ini membawa keuntungan yang sangat menggiurkan jika dilihat dari tempo waktunya. Kuliner STS ini adalah kreasi terbaru dari rumah makan di tepi sawah selain Bebek Tepi Sawah (BTS) di Bali.

Awalnya, menu yang disajikan hanya sate kambing. “Namun, banyak pengunjung request dan anggota keluarga saya ada yang tidak makan daging kambing, akhirnya saya menambah menu masakan,” jelasnya. Diantaranya, sate ayam, ayam bakar, gurami bakar, gurami asam manis, dan sejenis seafood lainnya.

Rumah makan ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Terutama saat jam makan siang dan malam. Karena tempat yang strategis dan sepoinya angin membuat pecinta kuliner semakin nyaman. Selain khas makanannya yang membuat lidah ketagihan, view yang memanjakan mata ini menjanjikan usaha ini akan terkenal di seluruh daerah terutama di Jawa Timur. (Putri Ardiashari)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top