Indonesia

Nina Vinolia: Bangun Usaha Bermodalkan Semangat

Nina Vinolia

Status Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak menghalanginya dalam menekuni bisnis. Bersama sang suami, Nina, merintis usaha di bidang partisi atau penyekat ruangan yang diberi merk Pireki. Pireki sendiri memiliki arti pintu rezeki. Nama ini memiliki maksud, agar melalui bisnis ini pintu rezeki terus mengalir.
Ide sederhana itupun berbuah manis. Penggunaaan partisi sebagai pembatas ruang, juga dapat difungsikan sebagai dekoratif. Sehingga, keberadaannya dapat membuat kesan lebih hidup suatu ruangan. Semangat. Kata itu sangat tepat ditujukan kepada Nina Vinolia. Wanita kelahiran Banyuwangi, 10 Mei 1977 yang memiliki tiga anak ini pernah jatuh bangun dalam menjalankan usaha partisi.
Nina mengawali usaha ini sejak 2011. Sebelumnya ia menekuni beberapa jenis usaha. Diantaranya, counter handphone (HP), juice, dan toko antik. Ia kemudian merambah usaha di bidang partisi. Perempuan ini menganggap ada peluang di bidang partisi atau penyekat ruangan.
“Karena masih sedikit orang yang terjun di dunia ini. Yang memerlukan banyak, tapi yang bisnis di bidang itu sedikit,” kata Nina, kepan lalu. Wanita ini mengaku omzet yang ia dapatkan dalam setahun sekitar Rp 6 miliar. Dalam melakoni usaha tersebut, antusias konsumen terhadap produknya cukup baik. Mulai dari melayani pesanan kampus, gedung, dan juga hotel.
Produk tersebut juga sudah diekspor ke luar kota. Bahkan hingga  pelosok nusantara. Seperti Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi. Selain menjalankan usahanya, Nina, sehari-hari juga berprofesi sebagai guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Driyorejo Gresik. Meski selama menekuni usahanya banyak kendala yang terjadi, wanita cantik ini tidak patah arang.
“Kadang produknya kurang bagus, karena tak sesuai dengan ekspektasi mereka. Dari situ kami terus belajar, dan mencoba sampai di titik ini,” ujarnya. Saat ini,  jumlah karyawan yang dimiliki 77 orang. Tempat workshop berada di Lidah Kulon, Surabaya sedangkan kantornya ada di Bangkingan, Surabaya.
Uniknya, Nina, memulai bisnis ini tanpa modal besar. Modal utama adalah semangat dan kerja keras. “Saat memulai bisnis ini, suami saya melakukan pemasaran door to door jalan keliling proyek-proyek, kemudian membuat brosur dan diedarkan,” tambahnya.
Adapun, suka duka ketika menjalankan bisnis ini, diantaranya pernah ditipu konsumen. Sehingga menyebabkan bisnis yang dirintis dengan susah payah ini gulung tikar. Karena itu, dalam menjalankan usahanya wanita yang akrab disapa Nina Vino, itu menerapkan prinsip pantang menyerah dalam dirinya.
“Tak mudah membalikkan telapak tangan. Karena semua butuh proses. Banyak berdo’a, ikhtiar, dan banyak sedekah,” kata wanita berhijab ini, pekan lalu. Kegagalanlah yang menjadikan motivasi dirinya untuk lebih maju. “Semua adalah pengalaman. Mungkin kalau tidak mengalami kegagalan, saya tidak ada dititik ini,” kenangnya.
Supaya karyawan betah dalam bekerja ia menerapkan prinsip kekeluargaan. Dan harus memperhatikan kesejahteraan. “Karyawan juga harus mempunyai rasa memiliki. Jadi mereka dilibatkan penuh,” tambah ibu tiga anak ini. Pada awalnya, ia tak menyangka penyekat ruangan akan menjadi bisnis yang menguntungkan.

Namun, seiring berjalannya waktu serta berbagai pengalaman, istri dari Ketua Ikatan UKM Bisnis Indonesia, Jawa Timur (Jatim), mampu survive untuk mengembangkan usahanya. (Nely Agustin Elsita Farudila)

(Visited 2 times, 2 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top