Bunda & Ananda

Berbagi Bantal Bisa Tularkan Sakit Mata?

dr. I Wayan Dediyana

Belakangan ini banyak anak terkena penyakit mata merah. Apakah penyakit mata ini bisa menular? “Penyakit mata merah ini sering terjadi serta menyebar dengan mudah, terutama di kalangan anak-anak, di sekolah, apalagi lingkungan asrama, dan biasanya menyerang pada musim-musim tertentu,” ujar dr. I Wayan Dediyana.

Penyakit mata merah atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan nama konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi pada konjungtiva. Konjungtiva adalah selaput bening pada mata yang menutupi bagian mata berwarna putih serta permukaan dalam pada kelopak mata. Apabila pembuluh darah yang berada dalam konjungtiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah.

Ia  menjelaskan, konjungtivitis dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, yakni infeksi, bakteri, dan racun/toksin.

Infeksi

  • Viral Conjunctivitis (Konjungtivitis Virus). Disebabkan oleh adenovirus. Jenis konjungtivitis ini dapat menular dengan cepat dari satu orang ke orang lain.
  • Bacterial Conjunctivitis (Konjungtivitis Bakteri). Konjungtivitis bakteri adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri, seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, Haemophilus. Konjungtivitis bakteri lebih sering terjadi pada penderita anak-anak
  • Chlamydial Conjunctivitis (konjungtivitis klamidia). Jenis lain konjungtivitis yang disebabkan oleh mikroorganisme yang disebut Chlamydia trachomatis.

Alergi

  • Allergic Conjunctivitis (konjungtivitis alergi). Konjungtivitis alergi umum terjadi pada orang yang memiliki gejala-gejala lain dari penyakit alergi, seperti asma dan eksim. Konjungtivitis jenis ini dapat mengenai kedua mata sebagai respons adanya reaksi alergi. Maka akan timbul gejala rasa gatal, pengeluaran air mata, mata yang meradang, bersin dan hidung berlendir pada penderita.

Toksik atau racun, misalnya akibat zat kimia

  • Reactive Conjunctivitis (Konjungtivitis Kimia atau Iritan ). Usaha untuk membersihkan benda asing atau zat kimia ini menyebabkan mata menjadi merah dan mengalami iritasi. Keadaan ini memberikan gejala pengeluaran air mata, yang biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari

Penularan penyakit ini bisa melalui kontak langsung dengan penderita melalui cairan mata yang mengandung kuman penyebabnya. Yang paling sering terjadi adalah penularan antar anggota keluarga karena berbagi bantal. Misalnya ketika penderita tidur, air mata keluar dan menempel di sarung bantal, anggota keluarga lainnya yang menggunakan bantal tersebut berisiko tertular. Oleh karena itu, sebaiknya jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit mata, ganti sarung bantal setiap hari. Atau bisa juga penularan terjadi melalui barang-barang bekas dipakai penderita penyakit mata merah (konjungtivitis) seperti handuk, kacamata atau lainnya. Atau saat penderita menggosok matanya dan memegang berbagai permukaan benda (pulpen, pegangan pintu, meja), kita dapat memindahkan kuman tersebut ke tangan kita bila menyentuh permukaan yang sama.

Bila kita tidak mencuci tangan kemudian kebetulan kita menyentuh mata, bukan tidak mungkin kita memindahkan kuman tersebut ke mata kita sendiri dan akhirnya terjadi konjungtivitis. “Kontak mata atau mengobrol tidak akan menyebabkan terjadinya penularan seperti yang disangka sebagian orang,” tegasnya. Penyakit mata merah (konjungtivitis) yang disebabkan oleh karena alergi terhadap sesuatu seperti serbuk sari bunga. Atau konjungtivitis akibat iritasi, biasanya disebabkan oleh zat kimia atau benda asing (debu, asap rokok, asap kendaran dan lain-lain), maka penyakit mata merah (konjungtivitis) ini bukan termasuk penyakit menular.

Konjungtivitis bisa saja hanya menyerang sebagian mata kanan saja atau bagian kiri saja.Tetapi biasanya konjungtivitis ini menyerang dua-duanya baik mata sebelah kanan maupun mata sebelah kiri dikarenakan infeksi menular. Penyakit mata merah pada umumnya tidak akan berdampak pada penurunan ketajaman pada penglihatan seseorang. Namun apabila dibiarkan, peradangan bisa berlanjut mengenai bagian mata yang lebih dalam. Gejala konjungtivitis secara umum dapat berupa mata merah, gatal, bengkak, mata berair, nyeri atau perih pada mata, sensasi mata berpasir atau terasa ada yang mengganjal, mata akan terasa silau ketika terkena cahaya, banyaknya kotoran mata yang keluar (belekan)  yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka.

Untuk membedakan konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, biasanya dapat dilihat dari kotoran (belekan) yang terjadi. Konjungtivitis virus biasanya belekan yang berwarna bening dan jernih, sedangkan konjungtivitis bakteri biasanya mengeluarkan cairan seperti lendir yang lengket, berwarna kuning kehijauan. Kondisi ini dapat dibantu ringankan dengan cara kompres mata dengan air hangat.Konjungtivitis sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya atau bisa diatasi dengan obat tetes mata biasa.

Tetapi, pada beberapa orang gangguan konjungtivitis justru bisa bertambah parah. Hal itu karena saat mata dalam keadaan gatal, jari-jari tangan justru menguceknya. Padahal jari belum tentu dalam keadaan bersih, bahkan terdapat bakteri atau virus yang memperparah kondisi mata.

Sakit mata mudah sekali menularnya. Satu orang saja yang di ruangan ada yang terkena sakit mata, risiko tertularnya sangat tinggi. Jika Anda atau ada orang yang menderita sakit mata seharusnya berada dirumah dan tidak melakukan aktivitas di luar agar tidak menulari orang lain. Penggunaan kaca mata hitam bisa dianjurkan bagi penderita konjungtivitis sebatas untuk melindungi matanya. Bisa jadi, selama sakit mata mereka akan menjadi sensitif dengan cahaya dan angin. Dengan kacamata hitam, matanya yang sakit akan terasa lebih nyaman. Selain itu, dengan menggunakan kacamata, penderita lebih sulit mengucek mata.

Kalau terkena sakit mata, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Hindari penggunaan sembarang obat tetes yang dibeli di apotek tanpa resep dokter. Mata sama-sama merah belum tentu penyebabnya sama. Mengobati mata merah harus berdasarkan penyebabnya. Seringkali di masyarakat masih menggunakan obat tetes tradisional, seperti air daun sirih yang sterilitasnya tidak terjamin. Jika itu dilakukan, bukan kesembuhan yang akan didapat, malah akan memunculkan penyakit lain. Pengobatan konjungtivitis yang diberikan tergantung penyebabnya, sebagai contoh pada kasus konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik akan, dapat sembuh sendiri dengan tetap menjaga kebersihan mata, seperti mencuci tangan serta wajah dan tidak menggunakan handuk secara bersama-sama. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diterapi dengan obat tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik.Salep mata antibiotika biasanya diberikan untuk penderita anak-anak. Mata juga harus dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air masak yang didinginkan untuk menghilangkan kotoran (belekan) yang lengket. Bila terdapat mata merah pada satu mata, jangan pergunakan kapas itu untuk membersihkan mata yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran mata merah.Pengobatan untuk penderita konjungtivitis oleh karena alergi dapat diobati dengan menggunakan obat tetes antihistamin topikal.Tetes kortikosteroid terkadang juga diperlukan, namun hanya boleh diberikan di bawah pengawasan dokter spesialis mata.

Penyakit dapat diredakan dengan menghindari penyebab keadaan alergi, bila memungkinkan dan diketahui penyebabnya.Pada mata yang terkena paparan terhadap bahan kimia, harus segera dibilas dengan air bersih yang mengalir agar bahan kimia tersebut hilang dari mata. Keluhan biasanya membaik setelah beberapa jam, apabila konjungtivitis masih terus berlanjut harus segera mengunjungi dokter.

Pada pasien yang mengalami konjungtivitis akibat pemakaian lensa kontak, untuk sementara tidak boleh menggunakan lensa kontak sampai kondisi mata benar-benar pulih. Ikuti petunjuk cara menggunakan dan membersihkan lensa kontak yang baik dan benar.

TIPS BAGI PENDERITA MATA

Seseorang yang menderita konjungtivitis perlu memperhatikan serta menjaga kondisinya agar tidak memperparah penyakitnya sehingga mengakibatkan lamanya proses penyembuhan. Langkah-langkah yang harus diperhatikan agar mata merah yang dideritanya tidak meluas serta agar lebih efektif dalam masa pemulihan :

  • Usahakan tetap berdiam diri di rumah, banyak istirahat serta jangan dulu beraktivitas agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain
  • Cuci tangan lebih sering. Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah Anda menyentuh mata yang sakit atau wajah
  • Untuk mengurangi rasa gatal pada mata, bisa dengan memercikkan air hangat pada mata merah tersebut, serta jangan digaruk atau dikucek
  • Cairan yang biasanya keluar dari mata bisa dibersihkan dengan kapas lembab atau kain basah yang bersih. Usap dari sudut dalam mata ke luar.
  • Untuk mencegah iritasi lebih parah, bersihkan terlebih dahulu tangan yang akan digunakan untuk meneteskan obat tetes mata atau salep antibiotik
  • Membuang tisu atau sejenisnya setelah membersihkan kotoran mata di tempat yang aman
  • Sebaiknya mengganti sarung bantal dan handuk yang kotor dengan yang bersih setiap hari
  • Gunakan kacamata hitam untuk mengatasi keluhan sensitif terhadap cahaya dan juga untuk mencegah mata yang sakit terkena debu atau kotoran lain

Bagi orang lain, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit mata, yaitu : jangan dulu melakukan kontak langsung dengan penderita mata merah baik menyentuhnya secara langsung maupun meminjam barang-barang bekas dipakai penderita, agar tidak tertular penyakitnya. Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam keadaan steril. Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi. Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan. Dan usahakanlah senantiasa menjaga tubuh agar tetap segar dengan melakukan rutinitas olahraga serta memperbanyak asupan sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga daya tahan tubuh meningkat serta tidak mudah terserang penyakit. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top