Advertorial

Laba Meningkat 41,97 Persen, LPD Ambengan Tingkatkan Birokrasi Pelayanan

LPD Ambengan melakukan Rapat Tahunan  yang di gelar di  lantai III Gedung LPD Ambengan, Sabtu (28/01).  Hal ini sesuai Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2007 atas perubahan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Lembaga Perkreditan  Desa bahwa selambat-lambatnya 3 bulan setelah Tahun Buku Berakhir, Pengurus LPD harus menyampaikan Laporan Tahunan disertai Neraca dan perhitungan Laba Rugi kepada prajuru desa.

Kepala LPD Desa Adat Ambengan Kecamatan Sukasada Buleleng  Made Nyiri Yasa,S.Sos.,MMA., mengatakan Rapat Tahunan bertujuan untuk menyosialisasikan produk-produk yang dimiliki oleh LPD dan menyosialisasikan hasil dari kinerja pengurus LPD selama setahun. “Selain untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, kami juga harus terbuka terhadap Krama sebagai perwakilan Desa Adat mengenai manejemen pengelolaan LPD,” paparnya. Rapat Tahunan yang diadakan juga sebagai bentuk upaya pengurus dalam membangun human relation dengan nasabah yang notabene adalah masyarakat atau krama setempat. Hadir pula Kepala LP-LPD beserta staf, Kabag Ekonomi dan Pembangunan, Kabag Hukum, Bank BPD Bali Cabang Singaraja, Camat Sukasada, Babinsa, Babinkamtibmas, Perbekel Desa Ambengan, Kelian Desa Pakraman, Pengawas Internal, Ketua Kerta dan Para Hulu Desa Pakraman Ambengan serta Prajuru Desa dalam kesempatan tersebut.

Dari laporan tahunan tersebut, Made Nyiri Yasa menambahkan LPD mampu meningkatkan laba di tahun 2015 hingga 2016 mencapai 41,97 persen ditengah perekonomian yang kian melesu. Sebagai lembaga yang bergerak di operasional simpan pinjam, LPD Ambengan juga mampu meningkatkan operasional kredit dari tahun 2015. “Peningkatannya cukup besar  yaitu 16 persen lebih, tetapi jika dibandingkan dengan target masih belum terlampaui,” imbuhnya. Hal ini dikarenakan kepercayaan masyarakat cukup tinggi dalam hal penyimpanan dana berupa deposito sehingga terjadi ketidakseimbangan dana masuk dan keluar. “Terjadi over likuiditas di LPD ini,” tambahnya.

Ke depan, pihaknya akan memberikan pelayan dalam memberikan dana pinjaman kepada masyarakat atau krama dengan birokrasi yang singkat, pelayanan dekat, cepat dan tepat. Dengan peningkatan pelayanan tersebut dirinya berharap dapat meningkatkan operasional kredit yang masih kurang 0,9 persen dari target. “Situasi yang seperti saat ini masyarakat kami memang lebih suka menyimpan dananya dalam bentuk tabungan berjangka,” pungkasnya.

Saat ini LPD telah memiliki nasabah simpanan berjangka 484 orang, nasabah peminjam 489, dan jumlah penabung 3.093 orang. Dari penilaian, LPD Ambengan merupakan salah satu LPD Sehat yang ada di Kabupaten Buleleng dengan jumlah Asset per 31 Desember 2016 mencapai Rp 30.521.463.000. Penilaian telah disesuaikan dengan indikator LPD Sehat di antaranya, Kapital atau permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas yang terdiri atas ROA dan BOPO, dan Likuiditas yang terdiri atas Ratio Likuiditas dan LDR. “Dari bobot seratus persen untuk mencapai LPD sehat kami sudah mampu mencapai nilai  95,74 persen,” tandasnya.-win

 

To Top