Advertorial

Wujudkan Kedisplinan Mental Dan Fisik Mahasiswa Stikes Buleleng Gelar Pra Pendidikan Dasar Militer

Ketenangan dan kesehatan adalah identik dengan kemerdekaan diri yang harus di perjuangkan dengan meningkatkan kompetensi diri di tengah kompetisi di era milineal dan genderang informasi dan teknologi seperti sekarang ini.

Isu yang tak sedap kita alami sekarang ini, sepertinya rasa persatuan saat ini seakan di uji oleh kasus-kasus yang bersifat sensitif. Emosi publik yang sensitif kembali di pakai senjata mengoyak ketentraman bangsa Indonesia.

Negara majemuk ini seakan mudah di provokasi oleh segelintir orang lewat media sosial yang semakin mudah membentuk viral di dunia maya. Sepertinya nalar publik bisa di sebut buntu. Kemana sejatinya karakter masyarakat kita yang memiliki adat ketimuran dan menjadi bangsa pinutur serta bangsa pemaaf alias kemana pergi jiwa budi pekerti, ngulat sarira kita?

Kondisi inilah yang menginspirasi tekad Dr.Sundayana selaku ketua Stikes Buleleng yang masih dalam kesibukannya mendampingi mahasiswa Filipina (Centro Escolar University) yang menjalankan pertukaran mahasiswa di Stikes Buleleng kurang lebih satu bulan sejak 15 Januari 2017. Dr. Sundayana bertubi menemui mantan komandan seniornya kolonel Inf. Made Cantiasa (Dandrem 163 Wira Satya) untuk menyelenggarakan Pra Pendidikan Dasar militer Resimen Mahasiswa (Pradiksar Menwa). Menurutnya, calon tenaga kesehatan bidan dan perawat harus dibekali sikap disiplin dan fisik, agar mampu menjadi pelayanan masyarakat yang bekualitas dan siap mengabdi pada negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pra pendidikan Dasar militer Resimen Mahasiswa (Pradiksar Menwa) yang di gelar Batalyon Menwa B-930 Stikes Buleleng dengan pelatih-pelatih Korps Menwa Ugracena Bali. dibuka langsung oleh Danrem 163 Wirasatya Kolonel Inf. Made Cantiasa. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari dari tanggal 15 hingga 17 Januari 2017. Dalam sambutannya Kolonel Inf. Made Cantiasa menekankan , bahwa mahasiswa sebagai generasi muda harus dibentangi dari berbagai ancaman untuk menyelamatkan generasi muda demi membangun bangsa. “Kami TNI memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, karakter dan jati diri sebagai anak bangsa untuk tidak mudah diadu domba dan di provokasi, seperti melalui kegiatan Menwa ini,” jelasnya. Peserta Mahasiswa yang jumlahnya 360 orang ini betul-betul merasakan sugesti dari  para pelatih serta semangat dari Kolonel Inf. Made Cantiasa selaku Danrem 163 Wirasatya, dan berucap puas dan mantap dengan kegiatan karakter ini meskipun awalnya ada beberapa yang ragu dan takut .

Hingga dalam penutupan oleh Dr.Sundayana Ketua Stikes Buleleng betul-betul tumpah ruah terharunya dan puas para peserta dan  mental serta fisik mereka digembleng dan di bangkitkan untuk menjadi benteng dan patriotisme NKRI. Sementara itu Anak Agung Parwata dan Bagus Ngurah Rai selaku Komandan dan Ketua Korps Menwa Ugracena Bali berserta pelatih yang berkualitas, terus akan meningkatkan jenjang pendidikan dasar anggota Menwa secara bertahap guna membentuk karakter kebangsaan. Saat kegiatan ramah tamah santap siang dengan Dandrem dan komandan serta ketua Menwa Ugracena Bali muncul suasana kekeluargaan. Dr. Sundayana yang saat itu masih aktif di TNI pernah menjadi anggota satuan yang dipimpin langsung oleh Kolonel Inf. Made Cantiasa yang ditugaskan di daerah konflik Ambon sana. Masalalu itu membuat sejenak Dr. Sundayana melamun meskipun mendadak ia sadar bahwa hal itu telah menyimpan banyak kenangan berarti dalam menyelamatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.-win

To Top