Sosialita

BPR Kanti: Tingkatkan Modal Dasar menjadi 100 M

Dalam industri perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tak sekadar menyalurkan kredit kepada para pengusaha mikro, kecil dan menengah, tetapi juga menerima simpanan dari masyarakat. Dalam penyaluran kredit kepada masyarakat ini menggunakan prinsip 3T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Sasaran, karena proses kreditnya yang relatif cepat, persyaratan lebih sederhana, dan sangat mengerti akan kebutuhan nasabah.

Hal itu pula yang dipegang oleh BPR Kanti. Dengan mengedepankan budaya “KANTI” (Sahabat), PT BPR Sukawati Pancakanti selalu menjadikan Pekerjaanku, Nafasku, Jiwaku adalah melayani dalam kasih, serta senantiasa berinovasi guna melahirkan ide-ide kreatif yang cemerlang, sehingga PT BPR Sukawati Pancakanti bisa maju sejalan dengan cita-citanya “Sahabat Keuangan Terpercaya Anda”.

Inovasi, ide kreatif, SDM andal, dan segala bentuk pendukungnya tentu tak bisa berjalan maksimal jika tak “dinakhodai” seorang pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi untuk memajukan perusahaan. Dengan pengendalian manajemen yang cermat dan cerdas, segala risiko bisa ditekan, dan sebaliknya terus mengatrol pertumbuhan kinerja keuangan. “Kepercayan Anda adalah kekuatan utama kami untuk terus menjadi yang terdepan. Kami pegang teguh prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan punya komitmen Trust (kepercayaan), Integrity (kejujuran), Prudent (kehati-hatian) dan Profesionalism (profesional),” ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, M.M.

Kondisi inilah yang bisa dilihat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang dilaksanakan pada 20 Januari 2017. Dalam RUPS Tahunan tersebut mengesahkan laporan keuangan neraca dan laba rugi periode 31 Desember 2016,  setelah sebelumnya dilaksanakan pemeriksaan dari Kantor Akuntan Publik. Sehingga, laporan keuangan BPR Kanti periode 31 Desember 2016 audited. Disamping itu, juga pengesahan penetapan Rencana Kerja Tahun 2017, Pembukaan Kantor cabang, Pembukaan Kantor Kas dan lain-lainnya

Yang patut diacungi jempol, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Kantor Akuntan Publik, kinerja keuangan BPR Kanti menunjukkan pertumbuhan kredit mencapai 23 % di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan jauh dari pertumbuhan kredit BPR secara nasional sebesar 8,46%  dan pertumbuhan kredit regional Provinsi Bali yang sebesar 7%. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) tetap dapat dijaga berada di bawah ketentuan 5%.

Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bersumber dari tabungan dan deposito menunjukkan pertumbuhan sebesar 30%  di  tahun 2016. Pertumbuhan dana pihak ketiga secara nasional tumbuh sebesar 8,40 % dan regional Bali tumbuh 16,42%  Sementara untuk pertumbuhan asset mencapai 30% dari tahun lalu dimana secara nasional asset tumbuh 11,48% dan secara regional Provinsi Bali tumbuh 12,42%.
Melihat pertumbuhan kinerja yang positif dari tahun ke tahun, yang rata-rata pertumbuhan kredit dalam 5 tahun terakhir ini berada di kisaran 25% hingga 35%, maka pemegang saham dan juga dihadiri oleh pendiri BPR Kanti I Ketut Sudama, dalam RUPS tersebut diputuskan untuk melakukan perubahan modal dasar menjadi 100 Miliar. Sehingga, dalam 3 tahun terakhir ini dari modal dasar dari  25 Miliar pada tahun 2014  dan pada tahun 2017 menjadi 100 miliar ucap Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, M.M.  –ten

To Top