Griya

Lampu Ukiran Timor Banyak Diminati

Usaha kreasi lampu, di Bali khususnya tak pernah mati. Selau saja muncul model-model baru yang entah itu murni dari ide perajinnya atau meniru contoh yang dibawa oleh konsumen. Yang jelas, lampu-lampu ini terlihat begitu indah dan sangat menarik.

Seperti yang dilakukan Sugik, owner Eka Collection yang banyak memproduksi berbagai model kap lampu, delapan tahun terakhir. Menurut penuturan sang adik, Wendi yang kini turut membantu usaha kakaknya itu, mereka bermula dari memanfaatkan kayu laut yang “diburu” sendiri di beberapa pantai di sekitarnya. Kreasi lampu kayu laut ini dikatakan Wendi banyak disukai bule, pasar lokal jarang yang meminatinya.

Kayu-kayu laut disusun sedemikian rupa, ada yang menyerupai kipas sehingga disebut model kipas, ada juga menyerupai bulu landak sehingga disebut model landak bunga. Model-model tersebut juga ada yang terbuat dari kayu kopi.

Seiring berjalannya waktu, banyak muncul pesaing yang juga membuat kreasi lampu dari kayu laut. “Dulu dari awal buka, kami memang memang khusus berkreasi dengan kayu laut. Tapi karena sudah banyak saingan, kakak mulai mencoba berkreasi dengan kayu-kayu lain, memberi lebih banyak pilihan, seperti kayu jati dan kayu kopi,” ujarnya.

Kayu kopi misalnya, banyak dipasok dari daerah Jawa. Ada yang dipakai batangnya, ada juga rantingnya. Finishing-nya beragam sesuai permintaan konsumen. “Ada yang minta natural, ada juga yang minta kulit kayunya dihilangkan dan digerinda,” jelas mahasiswa Manajemen semester 4 Universitas  Warmadewa ini. Bahkan ada juga kayu kopi yang ditempeli benalu yang mereka sebut model lampu jamur, karena bentuk benalu setelah dibelah justru menyerupai jamur.

Berikutnya, sang kakak beralih ke kayu-kayu lama, seperti kayu bekas rumah joglo, kaki sofa joglo, kayu bekas kandang kerbau, kayu bekas bajak (sawah), yang kesemuanya itu tetap dipertahankan bentuk aslinya.

Selanjutnya, model terbaru kreasi lampunya adalah model ukiran Timor. “Awalnya kakak iseng mencoba mengolah kayu pajangan ukiran Timor ini menjadi lampu. Kemudian dipajang di depan, dan ternyata banyak peminatnya. Yang paling banyak justru orang domestik,” tutur Wendi.

Lampu ukiran Timor dengan kap lampu karung itu, kini menjadi kreasi terbaru Eka Collection yang belum lama ini menerima orderan banyak oleh seorang pebisnis, yang katanya akan dijual lagi di Yogya karena di sana belum ada model seperti itu. Lampu ukiran Timor ini ditawarkan di angka Rp 750 ribu. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top