Bunda & Ananda

Kuku bisa Jadi Sumber Segala Penyakit

Dr.A.A.Ngr.Gd.Dharmayuda, M.Kes.

“Tugas Hari Minggu kupotong kuku. Satu demi satu bersih kukuku…” Salah satu lagu PAUD tersebut pasti sering kita dengar. Hingga duduk di SD pun anak-anak selalu ingat “tugas Hari Minggu” tersebut. “Kuku merupakan bagian dari tubuh kita yang sangat penting,” ujar Dr.A.A.Ngr.Gd. Dharmayuda, M.Kes.

Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. Bagian kuku yang terbenam dalam kulit jari disebut akar kuku (nail root), bagian yang terbuka di atas jaringan lunak kulit pada ujung jari disebut lempeng kuku (nail plate) dan yang paling ujung adalah bagian kuku yang bebas. Kuku tumbuh dari akar kuku keluar dengan kecepatan tumbuh kira-kira 1 mm per minggu. Sisi kuku agak mencekung membentuk alur kuku (nail groove).

Kuku mempunyai peranan penting yaitu untuk fungsi dan kosmetik, yaitu selain membantu jari-jari untuk memegang juga digunakan sebagai cerminan kecantikan. Kelainan pada kuku dapat menimbulkan rasa nyeri, memengaruhi penampilan dan fungsi kuku. Pemeriksaan kuku harus dilakukan secara rutin, karena seringkali dapat memberikan petunjuk adanya penyakit lain. Warna, bentuk, dan tekstur kuku memiliki arti tersendiri yang menandakan sehat atau tidaknya seseorang. Perawatan kuku secara rutin seminggu sekali juga sangat diperlukan untuk menghindari kita dari berbagai penyakit.

Kepala Puskesmas 1 Denpasar Selatan ini memaparkan berbagai penyakit yang bisa muncul pada kuku kita dan kemungkinan kelainan/penyakit apa saja yang bisa kita deteksi atau ketahui dari kelainan pada kuku. Penyakit yang sering muncul pada kuku antara lain :

  • Paronikia : merupakan infeksi kuku oleh kuman streptokokus, ditandai dengan pembengkakan pada lipatan kuku yang dapat mengeluarkan nanah.
  • Kandidiasis : merupakan infeksi kuku oleh spesies kandida, ditandai dengan kemerahan dan pembengkakan pada lipatan kuku yang selanjutnya diikuti dengan tepi kuku yang tidak teratur dan berubah warna.
  • Onikomikosis : merupakan infeksi kuku oleh karena jamur, ditandai dengan adanyapenebalan kuku ( hiperkeratosissubungual) yang kemudian bisa disertai dengan lepasnya lempeng kuku dari dasar kuku.

Kelainan pada kuku juga dapat menandai adanya penyakit sistemik, yaitu :

  • Koilonikia : adalah kondisi saat kuku menjadi melengkung keluar sehingga membentuk seperti sendok. Penyakit kuku ini dapat menjadi gejala terjadinya beberapa penyakit lain seperti: gangguan jantung, lupus, anemia kekurangan besi, dan hipotiroidisme.
  • Clubbing : kuku mengembung dan berbentuk konveks. Kondisi saat kuku jari mengeras dan membulat di sekitar ujung jari. Penyakit ini umumnya dapat terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah. Sering ditemukan pada penyakit sarcoma, bronkiektasis, bronkitiskronis, tuberculosis, emfisema serta pada kelainan jantung bawaan.
  • Sindrom Kuku Kuning (Yellow Nail Syndrome) : Situasi ini terjadi ketika kuku menjadi lebih tebal dan tidak tumbuh secepat biasanya. Pada beberapa kasus, bisa jadi kuku kekurangan kutikula dan bahkan lepas dari jari. Kondisi ini dapat disebabkan oleh keganasan organ-organ di dalam tubuh, limpedema atau pembengkakan pada tangan, rheumatoid arthritis, gangguan pernapasan seperti sinusitis dan bronkitiskronis, serta adanya cairan di antara selubung paru (efusi pleura).
  • Kuku berlekuk (pitting nails) : Lekukan pada kuku umumnya dapat ditemui pada pengidap psoriasis. Psoriasis adalah penyakit yang menyebabkan kulit menjadi kering, memerah, dan teriritasi.
  • Kuku Terry : Penyakit kuku ini terjadi ketika ujung tiap kuku berubah menjadi gelap. Selain akibat penuaan, kondisi ini dapat disebabkan penyakit tertentu seperti gangguan hati, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain itu perubahan warna kuku juga bisa mengindikasikan adanya suatu penyakit. Perubahan tersebut sering terjadi dan disebabkan oleh pigmen melanin yang berlebihan atau akibat adanya endapan zat lain pada bagian kuku.

  • Kuku berwarna hijau (Green Nails): terjadi pada kuku yang mengalami onikolisis dan paronikia yang berat. Pigmen yang dihasilkan oleh kuman diendapkan pada lempeng kuku. Kelainan ini dapat mengenai sebagian atau seluruh permukaan kuku. Warna hijau itu disebabkan oleh infeksi kandida albikans atau aspergilus flavus.
  • Kuku berwarna hitam (Black Nails): warna hitam pada kuku sering terjadi pada penyakit pinta, defisiensi vitamin B12 dan juga melanoma malignum. Infeksi jamur oleh kandida albikans juga dapat menyebabkan kuku berwarna hitam.
  • Kuku berwarna cokelat (Brown Nails): sering disebabkan oleh karena obat anti malaria dan pada penyakit Addison.
  • Kuku berwarna biru (Blue Nails): kelainan ini muncul akibat adanya gangguan metabolism tembaga. Ditemukan pada penyakit Wilson dan penderita argiria, pengobatan kemoterapi dan juga pada pengobatan antimalaria.
  • Kuku berwarna putih (Leukonikia): garis atau titik putih tak beraturan pada kuku yang terjadi bisa sebagian atau sampai menyeluruh.
    • Leukonikia pungtata : terjadi pada penyakit tifus, nefritis karena trauma dan infeksi jamur.
    • Leukonikia striata :perubahan warna kuku berupa garis putih akibat kelainan bawaan atau trauma otak yang hebat.
    • Leukonikia totalis :kelainan ini dijumpai pada penyakit sirosis hepatis, penyakit jantung, diabetes mellitus, tuberculosis dan arthritis rematoid.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kuku, yang walaupun hanya kurang dari 1% dari tubuh kita ternyata memiliki fungsi yang sangat penting. Begitu banyak kelainan yang bisa kita dideteksi dari kuku. Karena itu, khususnya pada anak-anak haruslah melakukan perawatan kuku secara teratur dan rutin. Kuku kita bisa menjadi sumber segala penyakit jika tidak kita rawat dengan baik. Tangan merupakan organ tubuh yang sering sekali digunakan untuk berbagai macam aktivitas, terutama jari-jari kita, seperti mengetik, menulis, menggaruk dan lainnya. Maka dari itu, kebersihan kuku sangatlah penting untuk dijaga, terutama memotong kuku setiap seminggu sekali. Mengapa harus memotong kuku secara rutin? Kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti penyakit pencernaan dan juga penyakit mata. Hal ini dikarenakan kuku yang panjang adalah pusat bersarangnya bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tersebut. Kalau kita memotong kuku seminggu sekali, bakteri yang bersembunyi di balik kuku akan hilang dan kita akan terhindar dari serangan penyakit. Selain itu, kuku yang panjang dan kotor akan bisa menyebabkan infeksi pada kulit dan bisa menularkan penyakit ke orang lain.

Sementara, untuk menjaga kesehatan kuku, ada banyak hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Hindari menggigit atau menarik ujung kuku tanpa gunting kuku.
  • Teratur memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku.
  • Gunakan gunting kuku yang tajam. Dianjurkan untuk memotong kuku sehabis mandi, saat kuku dalam kondisi lunak.
  • Jika kuku rapuh, hindari memanjangkan kuku dan potong secara teratur. Jugaoleskanlosionpada kuku kitauntukmembuatnyatetaplembab.

Bagaimana halnya dengan pemakaian pewarna kuku atau kutek? Mengapa orang dewasa boleh memanjangkan kuku dan memakai kutek? Pertanyaan ini juga kerap dilontarkan anak kepada ibunya. Pemanjangan kuku pada orang dewasa tentunya berkaitan dengan faktor perilaku. Pada orang dewasa tentunya akan lebih perhatian dengan kukunya sehingga akan lebih rutin dan teratur dalam memelihara kuku, berbeda dengan anak-anak. Kemudian pemakaian kutek lebih cenderung untuk fungsi kosmetik saja. Memberikan tambahan sentuhan keindahan pada kuku mulai dari membentuk, mengikis dan juga mengecat kuku tersebut, akan membuat kuku semakin menarik dan indah. Namun perlu diingat, pemakaian kutek bukannya tanpa risiko. Bahan yang digunakan untuk cat kuku tersebut mengandung zat kimia yang berbahaya terhadap kesehatan kita. Jadi, diharapkan kita agar lebih bijaksana dalam menggunakan kutek demi menjaga kesehatan tubuh. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top