Edukasi

Wawasan Luas Jadi lebih Cantik

Shinta Chrisna

“Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Tiongkok. Long life education”. Sepertinya ungkapan tersebut tepat ditujukan kepada seorang Shinta Chrisna. Baginya, belajar dan menuntut ilmu adalah suatu hobi baik dalam bentuk pendidikan formal maupun informal. “Dengan banyak belajar berbagai macam ilmu pengetahuan, baik itu teoritis maupun praktis akan semakin menambah kepercayaan diri kita ketika berbicara. Orang yang berwawasan luas pasti enak diajak bicara, asyik dan menyenangkan plus jadi keliatan lebih cantik,” ungkapnya sembari tersenyum.

Desainer cantik asal Bali ini menyadari dirinya memiliki sifat banyak bicara, dan  otomatis ia pun harus banyak memiliki bahan pembicaraan. Jika flashback  melihat potret diri Shinta Chrisna di usianya kini yang cukup matang, sejak duduk di bangku SD hingga di bangku kuliah (S1 dan S2), ia memiliki prestasi yang cukup bagus. Bahkan, ia tercatat sebagai lulusan terbaik Undiknas (2003) dan cumlaude Magister Manajemen Universitas Udayana (2005).

“Saya cukup confidence dengan berbagai prestasi akademik yang saya raih dari kecil. Dalam perjalanan saya sekarang dikenal dengan profesi desainer yang tidak pernah terbayangkan sedikit pun dalam diri saya, sering saya merasa tidak pantas jadi desainer karena saya tidak bergaul di kalangan fashionista dan tidak punya bakat menggambar sedikit pun. Ternyata profesi ini saya kembangkan dengan asyik berimajinasi dan belajar otodidak secara praktis. Mungkin bekal latar belakang pendidikan dan wawasan serta cara pandang  itu yang membuat saya cepat beradaptasi untuk lebih tekun mempelajari bagaimana menjadi desainer,” tutur perempuan yang piawai bermain gitar dan bersuara merdu ini.

Karena itu pula, di tahun 2014 ia memutuskan untuk menempuh pendidikan  S3 di Kajian Budaya, Unud. Ia berusaha agar bisa fokus dan segera lulus, mengingat sekarang ia sudah memiliki tugas dan tanggung jawab menjadi seorang istri ibu dari 5 anak serta berprofesi sebagai desainer yang mengharuskan pintar-pintar membagi waktu untuk keluarga serta berkarya di ranah seni.

Di tahun 2015, ketika hamil anak kelima, Shinta Chrisna sempat vakum sebentar dan ketika itu juga ia sedang mempersiapkan show tunggal masterpiece yang menampilkan 140 kebaya. Saat ini, setelah bayinya menginjak usia 6 bulan dan selesai mempersiapkan fashion show untuk Indonesian Fashion Week, ia pun berancang-ancang untuk kembali aktif meneruskan penelitian disertasi untuk lulus program doktor tersebut.

Baginya, seorang perempuan mandiri yang memiliki wawasan luas akan memiliki karakter yang kuat dengan pola pikir yang komprehensif. Karena perempuan adalah pilar bangsa yang mencetak kepribadian generasi penerus bangsa. “Saya prihatin melihat perempuan yang sangat termakan oleh gaya hidup konsumerisme yang diciptakan kaum kapitalisme yang banyak mencetak kepribadian anak bangsa yang hedonis. Belum lagi para ibu yang terpancing dan terjebak narsis dan eksis di dunia maya melalui sosial media yang saya lihat sudah semakin bablas berlomba-lomba menciptakan like dan follower yang tak kunjung ada habisnya. Menjadi lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, dan pencetak kepribadian bangsa. Kalau ibunya seperti itu ya anaknya otomatis demikian juga,” ucap istri dari Agus Umaryadi Udayana ini.

Menurutnya, bagi perempuan yang berpendidikan dia tidak akan larut dan terjebak tren yang sedang melanda bangsa ini bahkan dunia, karena dia paham betul melalui wawasannya yang luas bahwa hakiki tugas dan tanggung jawab dia terlahir sebagai perempuan. “Saya percaya dengan banyak belajar akan membawa kehidupan saya menuju kualitas yang lebih baik untuk dunia maupun akhirat,” tandasnya. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top