Kolom

Kuliah Sambil Bekerja Punya Cerita

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.

“Pagi ini harus berangkat ke kantor lebih awal karena ada pertemuan dengan atasan. Materi presentasi sudah disiapkan beserta dengan laporan pertanggungjawaban dari malam sebelumnya. Nanti sore ada ujian akhir semester, 2 mata kuliah dengan bobot SKS yang cukup besar. Malam harinya harus membagi waktu lagi untuk pekerjaan dan tugas kuliah”. Adakah yang sedang mengalami kondisi keseharian seperti cerita di atas?

Tentunya ilustrasi tersebut tidak sepenuhnya bisa menggambarkan Anda yang bekerja full time ataupun part time dan sekaligus sedang menempuh pendidikan formal. Belum lagi bagi Anda yang sudah menikah, tugas rumah tangga tentunya juga memerlukan perhatian.

Ketika berjalan beriringan, kuliah dan bekerja merupakan dua hal yang berkaitan satu sama lain. Keduanya bisa saling mempengaruhi performa Anda secara positif maupun negatif. Seperti situasi pekerjaan yang dapat mempengaruhi prestasi akademik Anda di perkuliahan. Begitu pula sebaliknya, proses studi Anda bisa jadi mempengaruhi performa Anda di tempat kerja. Keadaan tersebut tentunya membutuhkan kemampuan Anda dalam memanajemen diri atau yang dikenal dengan istilah self-management. Istilah ini menggambarkan bagaimana seseorang dapat mengarahkan atau mengendalikan diri (pikiran, perasaan dan perilaku) secara efektif untuk mencapai performa optimal pada setiap aktivitas dan tugasnya.

Kuliah sambil bekerja merupakan suatu keputusan besar dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensi. Bekerja saat melanjutkan studi ataupun mengambil tawaran kerja saat proses studi masih berjalan, pasti akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Anda yang menjalaninya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kelebihan yang Anda miliki, karena tidak setiap orang berani mengambil keputusan ini. Kedua, pengalaman bekerja maupun studi Anda akan menjadi bekal. Anda memiliki media yaitu tempat bekerja untuk mengaplikasikan ilmu yang Anda pelajari di perkuliahan. Anda juga bisa melihat bagaimana konsep teoritis dan praktis di masing-masing situasi tersebut. Hal ini berlaku juga ketika proses studi, Anda akan memiliki nilai lebih ketika pernah berhadapan langsung dengan kondisi yang riil di tempat bekerja. Ketiga, ketika Anda bekerja, Anda memiliki power yang cukup dalam hal finansial, misalnya Anda cukup mandiri untuk membayar keperluan studi.

Belajar sambil bekerja yang dilakukan dengan komitmen juga akan melatih kemampuan self-management Anda. Termasuk di dalamnya kemampuan Anda untuk mengelola pikiran, emosi yang sedang Anda rasakan, respons Anda terhadap suatu situasi, membagi waktu secara efektif, menentukan prioritas, serta keberanian mengambil keputusan. Pada akhirnya semua hasil latihan diri ketika menjalani kuliah sambil bekerja dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Hasil penelitian menunjukkan jika mahasiswa yang bekerja dengan kondisi lingkungan kerja yang mendukung akan berkaitan dengan kemudahan dalam kerja dan kuliah. Kemudahan tersebut berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan hidup.

Kuliah sambil bekerja juga memunculkan tantangan tersendiri bagi seseorang. Proses perkuliahan dan pekerjaan yang menyita waktu dan memerlukan energi, membuat Anda kurang memiliki waktu luang untuk bersantai atau berkumpul bersama keluarga dan teman. Waktu jam kuliah yang kadang berbenturan dengan jam kerja, membuat Anda harus lebih bisa mencari solusi. Keberanian Anda dalam mengambil keputusan dengan segala risiko juga dibutuhkan agar semua dapat berjalan sesuai dengan harapan. Tantangan lainnya adalah ketika tugas di masing-masing tempat tidak mencapai hasil yang maksimal, karena manajemen waktu yang kurang baik. Tidak menutup kemungkinan, beban tugas kantor dan kuliah yang sama-sama penting bagi Anda membuat Anda kelelahan secara fisik dan psikologis. Ketika Anda mulai tidak menikmati proses kuliah sambil bekerja, ada kecenderungan munculnya muatan emosi negatif yang terus menerus sampai dengan stres yang berkepanjangan. Saat hal ini tidak disadari kemudian terakumulasi, Anda menjadi pribadi yang cenderung sensitif dan reaktif maka konflik dengan orang-orang sekitar juga bisa terjadi.

Setiap keputusan terdapat harapan dan konsekuensi mengiringi. Ketika kejenuhan mulai muncul cobalah untuk berbagi cerita dengan keluarga atau teman Anda. Sebagai motivasi, sadari kembali alasan Anda mengambil keputusan ini. Memaknai proses kuliah sambil bekerja secara positif juga dapat menjadi sarana pengembangan diri.

 Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.

To Top