Buleleng

Polisi Sebrangkan Siswa Lewati Sungai

Personel dari Polsek Seririt sebrangkan siswa SDN 5 Ringdikit

Tuntutlah ilmu setinggi langit. Mungkin ungkapan inilah yang menjadi kata motivasi untuk anak-anak SDN 5 Ringdikit. Bagaimana tidak, setiap pagi puluhan siswa harus turun menyusuri sungai yang lebarnya mencapai 50 Meter dengan ke dalam hampir sepinggang orang dewasa. Perjuangan mereka semakin jelas ketika musim hujan tiba yang sangat berisiko terseret arus ketika menyebrang sungai.

Kondisi tersebut telah berlangsung sejak lama, sebab untuk dapat pergi ke sekolah melewati sungai adalah jalan terdekat yang bisa mereka lalui. Melihat keadaan tersebut, sejumlah personel Polsek Seririt terjun langsung ke Tukad Saba, tepatnya di wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seirirt Buleleng. Anggota polisi itu memang ditugaskan untuk membantu menyeberangkan puluhan siswa di SDN 5 Ringdikit.

Kapolsek Seririt Kompol AA Wiranata Kusuma,S.H.,M.M., ditemui di sela-sela kesibukannya mengatakan bahwa penempatan enam personel di titik penyeberangan siswa SDN 5 Ringdikit, Kecamatan Seririt, dilakukan setiap pagi, sampai jembatan penghubung dibangunkan oleh pemerintah. Kapolsek Seririt mengaku, sebelum jembatan di bangun, pihaknya telah memasang tali yang digunakan sebagai pegangan siswa saat menyebrang. Enam personel diterjunkan turun ke sungai pun dengan sigap memegangi satu per satu siswa yang melewati sungai. “Kami melihat resiko keselamatan anak-anak yang menyebrangi sungai itu sangat tinggi, sehingga kami bergerak untuk membantu,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku akan mendesak Pemkab Buleleng agar membuatkan jembatan penyebrangan bagi anak-anak di sekolah tersebut. Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Buleleng, Ketut Suparta Wijaya,ST., mengatakan bahwa kewenangan pembuatan jembatan ada di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Pihaknya pun telah mengusulkan pembangun tersebut ke pihak BWS sejak tahun lalu, akan tetapi hingga kini belum mendapat jawaban. “Kewenangan ada di BWS, sudah kami usulkan tahun lalu,” jelasnya.

Selain itu, Suparta juga menjelaskan jalan yang ada disekitar sungai saat ini statusnya adalah jalan desa sehingga Pemkab Buleleng tidak bisa melakukan penanganan kecuali bantuan diberikan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan syarat dan prosedur yang ada. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

 

To Top