Buleleng

Sepuluh SMP Nyatakan Siap Melakukan UNBK

Gede Suyasa

Selain menjadi momok menakutkan, ujian sekolah rupanya masih menyisakan polemik di masyarakat. Hal ini menyusul dengan adanya kebijakan mengenai ujian nasional online atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Menurut Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa, tahun lalu UNBK telah diterapkan dibeberapa sekolah SMA/SMK di Buleleng sehingga di tahun ini, sesuai petunjuk dari pusat pihaknya akan menerapkan UNBK pada tingkat SMP.

Suyasa melihat jika anak-anak yang masih duduk dibangku SMP sudah mampu menggunakan tekhnologi utamanya komputer dengan baik. “Di lihat dari kesiapan siswa rasanya tidak ada masalah karena anak-anak sekarang memang kehidupannya sudah berbasis IT,”jelasnya. Akan tetapi yang menjadi persoalan dalam penerapan UNBK adalah kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah. Ditemui di ruang kerjanya, ia menambahkan bahwa hanya ada sepuluh sekolah yang menyatakan kesiapan untuk melaksanakan UNBK. Kesepuluh sekolah tersebut meliputi SMPN 3 Sawan, SMPN 1 Sukasada, SMPN 2 Seririt, SMPN 4 Seririt, SMPN 1 Gerokgak,  SMPN 1 Singaraja, SMPN 2 Singaraja, SMPN 4 Singaraja, SMPN 6 Singaraja, SMP Lab Undiksha.

Diakui Suyasa bahwa dari 70 SMP Negeri dan Swasta yang ada di Buleleng,  dari segi fasilitas untuk menyelenggarakan UNBK, belum ada yang memenuhi syarat. Karena menurutnya  sebagai penyelenggara UNBK minimal satu ruangan itu harus punya dua puluh unit komputer dan satu server dengan spesifikasi khusus. Tidak bisa menggunakan komputer biasa harus dengan spesifikasi khusus agar dalam pengerjaan soal tidak ada gangguan. “Bahkan dalam surat edaran juga sudah ditegaskan jangan sampai ada masalah tentang listrik,” ungkapnya. Selain itu, kawasan blank spot juga menjadi kendala dalam penerapan UNBK. “Kita tahu kalau topografi Buleleng ini sangat beragam sehingga sekolah harus meyakinkan diri bahwa ada di kawasan bukan blank area,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut sambil menunggu petunjuk teknis yang jelas dari pusat, pihaknya berupaya berkoordinasi dengan SMA/SMK yang ada di Buleleng. Hal ini menjadi salah satu alternatif agar SMP dapat tetap melaksanakan UNBK. “SMP boleh menggunakan fasilitas komputer yang ada di SMA/SMK karena kami lihat jadwal pelaksanaan UNBK  yang berbeda,” jelasnya. Jika seluruh SMA dan SMK di Buleleng dapat melangsungkan UNBK, maka pihaknya mulai akan memetakan SMP yang akan melaksanakan dengan menumpang di SMA/SMK terdekat. Namun jika sekolah SMA/SMK yang ada di Buleleng sangat minim penyelenggaraan UNBK, maka dapat dipastikan begitu pula dengan di jenjang SMP.

Jumlah tersebut pun akan bertambah krodit jika melihat dari lokasi sekolah yang ada di pedalaman desa. Hal itu akan sangat tergantung pada sekolah SMA/SMK terdekat yang ada di sekitarnya.”Minimal jaraknya antara SMA dan SMP itu lima kilometer, kalau lebih dari itu, hal ini akan akan memberatkan. Anak SMP dengan umur sekian harus menempuh jarak lebih dari itu,” ujarnya. pihaknya berharap ada kejelasan dari pusat, mengenai keberlangsungan UNBK nantinya. Jika memang akan terus dilakukan maka sudah seharusnya pihaknya mempersiapkan segala sesuatu yang selama ini menjadi kendala dalam pelaksanaan UNBK tersebut. “Kalau bisa dipastikan berjalan, maka mulai tahun atau di anggaran perubahan kami harus menyiapkan sarana dan prasarana UNBK,” tandasnya.

Sementara itu, dalam surat edaran yang dilayangkan oleh pusat, USBN harus berstandar nasional dengan memasukkan langsung 20-25 persen soal yang diberikan dari pusat. Soal tersebut pun kemudian akan dikombinasi dengan soal yang dibuat oleh sekolah dan kemudian dicetak sebelum USBN dilakukan. Hal tersebut pun menurut Suyasa memerlukan tahapan yang cukup memakan waktu. Sebab, sebelum soal dari pusat tiba di daerah, maka sekolah tidak dapat menyusun soal secara keseluruhan. Karena dalam penyusunan soal ujian memuat persentasi materi yang telah diajarkan. Dengan kondisi tersebut pihaknya pun berharap, ketentuan dan soal yang diberikan dari pemerintah pusat dapat segera sampai di daerah sehingga Disdikpora Buleleng bisa segera mengambil langkah.  (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top