Dara

Forcep Band: Selektif dalam Pemilihan Lirik

Banyak orang terutama penikmat musik yang mematok eksistensi sebuah band dari karya yang dapat diterima atau tidak di masyarakat. Banyak band dengan banyak lagu yang dimiliki namun belum dapat diterima sepenuhnya di hati para pecinta musik. Hal ini dapat menjadi awal dari kegagalan sebuah band, tergantung dari langkah cepat yang diambil masing-masing personel memilih  bangkit atau membubarkan diri.

Hal serupa juga dirasakan oleh band indie Bali asal desa Temukus. Personil Forcep band yang terbentuk sejak Januari 2015 memang telah mengalami masa-masa sulit sebagai seorang musisi. Karya pertamanya yang berjudul Inget Beli kurang mendapat respons positif dari masyarakat. Lagu yang dicoba dipromosikan lewat media sosial dan radio ini kurang mendapat tempat karena dinilai alur dan tatanan lagu yang terlalu sederhana dan datar. Tak hanya itu, rupanya karena kesibukan sang vokalis Rama harus hengkang dari Forcep Band. Band yang diperkuat oleh Arya di gitar, Adi di Bass dan Gus Mank di Drumm akhirnya sepakat menunjuk Arya sebagai vokalis baru. Forcep Band  memiliki formasi baru dengan dukungan additional gitar Ray Bongkeng.

Langkah cepat diambil Arya sang vokalis untuk segera lepas dari keterpurukan Band tersebut. sebagai leader di Forcep band, Arya menciptakan lagu ke dua ‘Karena Kamu’ dengan penggarapan klip dibantu oleh 44 Art Studio dan Rissa Maharani sebagai model. “Setelah Rilis single kedua ini kami mulai mendapat harapan kembali, lagu kami mulai diterima dengan baik dan diminati. Bahkan Forcep Band mulai dikenal oleh masyarakat,” ungkap Arya. Menurutnya, karakter vokal pada lagu keduanya menitikberatkan pada keharmonisan serta karakter musik yang sederhana dan mudah diterima dengan tetap didasari kwalitas musik serta pemilihan kata dan lirik yang selektif. “Sejak itu tawaran manggung memang mulai ada dan banyak,” jelasnya.

Forcep Band sendiri diambil dari nama sebuah alat bantu dalam dunia medis. Alat yang khusus digunakan pada saat operasi tersebut memiliki peran yang sangat penting dan memiliki fungsi yang sangat sentral. “Kami mengambil nama Forcep dengan harapan kami bisa berfungsi dan memberikan kebahagiaan serta ketenangan lewat lagu dan karya kami,” imbuhnya.

Band dengan aliran musik pop rock ini telah merampungkan 6 single dan 2 klip video. Masih mengangkat tema percintaan, Forcep mengakui keterlambatan dalam penggarapan single ketujuh disebabkan kesibukan masing-masing personil. “Tawaran manggung selalu ada dan kami selalu upayakan selalu bisa tampil. Tetapi kami juga akui ada keterlambatan dalam penggarapan lagu ketujuh,” tandas Arya.

Dukungan dari musisi lain di Bali juga dirasakan sangat memberi motivasi dalam berkarya. Sehingga menurut mereka tidak ada persaingan dalam dunia musik, melainkan seharusnya dapat saling mensuport satu dengan yang lain. Hal ini terbukti dari penggarapan lagu ‘Karena Kamu’ yang dibantu oleh Dek Arta, Taen Matulis dibantu oleh Chandra Harmonee dan Tunick Motifora, Lagu Bintang Mati dibantu Hendra dan Donnie Lolot, serta lagu  Dadiang Kenangan di bantu Gede Kurniawan. “Semua saling dukung, dan memang seharusnya begitu,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

To Top