Sosialita

Pande Nyoman Yudi Sutrisna,SE dan Komang Purnamayanti Ari: Pertamakali Oleh-oleh Bali Layani Reseller

Awal saya  memulai bisnis,  tersugesti dengan satu kata ayah saya, Pande Ketut Krisna,  “Nak keweh ngalih pis. Papa sing ngelah pis mang”. Kalimat itu sering dilontarkan ayah saya, ketika saya menginginkan  atau meminta sesuatu barang.

Pande Yudi bersama Keluarga

Demikian penuturan Pande Nyoman Yudi Sutrisna, SE atau biasa disapa Pande Yudi, kepada tokoh yang bertandang ke toko oleh-oleh “Arjuna  Gagapan Bali”,  miliknya, yang berlokasi di Jalan Raya Batubulan, Gianyar.

Menurut Pande Yudi, kalimat itu selalu mengsugesti alam bawah sadarnya, sehingga pada suatu ketika, ia ingin membuktikan kebenaran kata-kata ayahnya itu. Ia mengaku bukan tipe anak yang suka merengek-rengek atau menuntut kepada orangtua agar keinginannya dikabulkan.

“Pada saat saya kelas dua SMA tahun 1994, ada tetangga yang jadi maklar jual beli mobil. Namun, belum bisa  mengendarai mobil saat itu.  Dan saya  di mintaiin tolong untuk memperlihatkan mobil yang dijual terhadap calon pembeli. Di mana setiap  deal, saya mendapatkan Rp 50 ribu. Saya merasa nyaman dan mulai tertantang untuk mendapatkan pengalaman bisnis yang lain,” tuturnya.

Setelah tamat SMA, Pande Yudi, memulai bisnis jual beli ponsel. Bermodalkan uang tabungan, ia mencoba peruntungannya di bisnis jual beli ponsel. “Waktu itu tahun  1996 belum banyak ada gerai ponsel seperti sekarang. Cara saya menawarinya, dari rumah ke rumah teman. Sampai akhirnya, saya punya gerai ponsel sendiri. Waktu itu, posisinya ada di Galuh,   yang sekarang dijadikan minimarket oleh istri saya. Gerai  ponsel saya tutup karena ayah berharap saya mau membantu di Galuh. Namun, saya berpikir saat itu, kalau bantu di Galuh saya tidak digaji he.he… Jadi saya tidak bisa membuktikan omongan ayah saya, nak keweh ngalih pis,” ujar Pande Yudi.

Setelah gerai ponsel tutup, Pande Yudi tidak ada`pekerjaan. Dua minggu kemudian, Pande Yudi didatangi teman SMA-nya. Dia menawarkan tenaga kerja bengkel. “Waktu itu, saya belum ngeh untuk berbisnis bengkel.  Awalnya saya  hanya niat membantu teman, dimana tenaga itu rencananya mau dijadikan tukang kebun. Tak diduga, tukang tersebut  menunjukkan ke saya bagian bawah mobil ayah saya pernah di cat ulang dan dia membuktikan kebenarannya dengan  memindahkan mobil tersebut di bawah sinar matahari dan dengan  jelas saya bisa melihat memang benar catnya belang,” tutur Pande Yudi.  Setelah mengobrol panjang, akhirnya ada keinginan Pande Yudi  membuka bengkel.  Dengan  modal minim, ia   mencoba cat mobil panggilan, yang penting bisa jalan dulu.  Ternyata,  bisnis ini jadi dan lancar.  Sampai saat ini, Pande Yudi  memiliki tiga  bengkel yakni Autometalic, Krisnanda Motor, dan Fino Motor, dan satu  rumah/kantor holdingnya untuk monitor dan operasionalnya.

Setelah sukses berbisnis, orangtuanya, memberikan kesempatan kepada Pande Yudi pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2014, untuk  membantu bisnis orangtuanya yaitu Galuh Batik dan Bali Culture Centre di Jalan Nyuh Kuning Ubud. Akhirnya, Pande Yudi menerimanya dan menjalankan bisnis keluarga ini dengan ikhlas tanpa digaji karena sudah memiliki income sendiri.

Pande Yudi mengatakan, akhirnya terjawab sudah kalimat ayahnya, nak keweh ngalih pis karena  ia sudah membuktikan sendiri. “Saya merasa tidak memiliki kemampuan bisnis yang bisa mengantarkan saya di posisi sekarang ini jika tidak  direstui leluhur saya juga dan saya yakin inilah yang  disebut anugerah dan rezeki. Rezeki itu tidak kemana-mana,  yang  penting ada kemauan, niat,  dan usaha pasti alam akan merestuinya yang penting selalu jujur,terbuka, dan bersyukur,” kata Pande Yudi.

Tak berhenti sampai di situ. Pande Yudi kini memilki usaha baru yakni toko oleh-oleh khas Bali bernama Arjuna Gagapan Bali. Bisnis baru yang ia  bangun sekarang ini, untuk mendorong dan membangun usaha yang berbasiskan pengerajin (tangan pertama) dimana, ia  men-support pengerajin lokal. Arjuna Gagapan Bali, pusat perbelanjaan dengan kualitas bagus dan harga  supermurah.  “Dengan  harga supermurah di  Arjuna Gagapan Bali otomatis barang-barang  yang kami tawarkan akan laku keras sehingga  karya-karya  yang  dihasilkan para pengerajin kami,  pastinya akan bisa berputar kencang sehingga  pengerajin kami pun bisa bereksperimen dengan  karya-karyanya, model, dan kualitas yang akhirnya nanti mampu memiliki daya saing dengan  produk-produk  berkualitas lainya dari manca negara,” imbuhnya.  Pande Yudi juga mendengar ada masukan dari teman-teman pariwisata,  dimana mulai terlihat  kejenuhan di pariwisata sekarang, harga oleh-oleh yang ditawarkan semakin hari harganya berubah naik.   Jadi, kata dia,   Arjuna Gagapan Bali itu hadir memberikan banyak dampak keuntungan bagi pengerajin, konsumen, berharap bisa menambah lapangan pekerjaan, dan menciptakan suasana kebahagiaan.

Ia membuka di Jalan Raya Batubulan, dengan alasan, membuka dimana saja pasti sama,  yang  penting bisa menyentuh hati konsumen. “Kami harus menekan biaya operasional yang tinggi menjadi seminim mungkin yang akhirnya harga supermurah di Arjuna Gagapan Bali bisa terwujud. Kami juga melengkapi layanan pesan antar ke seluruh Bali sampai keluar Bali dengan  cara pemesanan yaitu, lewat facebook dan Instagram (Arjuna Gagapan Bali) dan web kami Arjuna Gagapan Bali,  sudah lengkap  lengkap foto barang, nama, dan harganya  tinggal dipesan,transfer,  kami langsung antar barangnya. Jika tertarik bisa juga menghubungi di nomor  085333333535,” ujar suami Komang Purnamayanti Ari ini.

Arjuna Gagapan Bali ini dibuka pada tanggal 3 bulan 12 tahun 2016 dengan  waktu dan proses yang sangat singkat. Idenya juga  serba dadakan semua serba kebetulan tepatnya di Balai Banjar Tegehe sebelah selatan Galuh Batik. “Kebetulan sudah ada lahan, dan bangunan setengah jadi yang lama tidak terpakai. Dengan biaya  sangat minim kami hanya servis sedikit sehingga  Arjuna Gagapan Bali  ini bisa cepat terwujud,” ujarnya.

Yang membedakan Galuh dan Arjuna Gagapan Bali,  Galuh Batik lebih  terfokus dengan  design dan kualitas barang seperti berbagai macam batik, tenun ikat, songket, kebaya. Sedangkan Arjuna Gagapan Bali,  masuk ke versi oleh-oleh khas Bali seperti berbagai macam cita rasa camilan seperti pei susu Arjuna, baju barong, sarung pantai, kaus oblong dengan harganya yang  supermurah.   “Galuh Batik pendirinya ayah saya  sendiri mewariskan cipta karya seninya yaitu baju barong.  Inilah  produk unggulannya yaitu baju barong beserta beberapa pengerajin untuk proses pembuatan baju barong di areal Arjuna Gagapan Bali, dimana konsumen bisa belajar langsung menggambar barong di baju yang  akan dibelinya sehingga  Arjuna Gagapan Bali selain harganya supermurah juga  memilik added value di mata konsumen,” jelas Pande Yudi.

Pelanggan selalu puas belanja di Arjuna Gagapan Bali

Di Arjuna Gagapan Bali Anda juga  bisa mendapatkan berbagai jenis souvenir kawinan, topi dengan  kata-kata lucu dan motivasi, substansi harga supermurah. Yudi berharap dengan dibukanya Arjuna Gagapan Bali, bisa menjadi wadah para pengerajin lokal sebagai ruang eksperimen dengan menampung semua hasil karyanya sehingga  para pengerajin nanti mampu bersaing dengan  produk dari manca negara. Arjuna Gagapan Bali berharap bisa dijadikan basis reseller untuk pebisnis junior, bisnis online  dengan  Arjuna Gagapan Bali sebagai gudang barangnya. Arjuna Gagapan Bali bisa memberikan kepuasan terhadap semua pelanggan sehingga  setiap pelanggan yang datang bisa berkunjung kembali di kemudian hari beserta rekan-rekannya,  karena telah membandingkan harga dan  kualitas barang di tempat yang lain.  Harga di Arjuna Gagapan Bali mampu memberikan sensasi fikiran dimana pelanggan yang datang terkejut-kejut melihat harga produk Arjuna Gagapan Bali yang  supermurah. Arjuna Gagapan Bali saat memberikan ruang eksperimen kepada para pengerajin mampu mengerem dan mempengaruhi arus urbanisasi penduduk dari desa ke kota, karena 60% pengerajin berasal dari desa. “Dengan  mulainya mendptkan ruang eksperimen dari Arjuna Gagapan Bali terhadap pengerajin kami di desa, berharap mereka mampu menarik suadara-saudaranya yang ada di kota untuk  berkarya di desanya sehingga  saat hal itu terjadi maka kegiatan seni, budaya, adat istiadat pun di Bali akan semakin kuat, terjaga serta berjalan lancar Bukankah hal ini yang sebenarnya menjadi daya pikat pariwisata kita keBali,” tegas Pande Yudi.

Dengan hadirnya Arjuna Gagapan Bali berarti melengkapi sudah divisi perusahaan diantaranya Galuh Batik menyediakan batik, kain endek,songket, baju kebaya dll premium class, Arjuna Gagapan Bali dengan jargonya termuda, super murah dan  etalasi pengerajin, BCC (Bali Culture Centre) menawarkan taman budaya hiburan dan  restoran tempatnya di daerah Ubud dan untuk kenyamanan transportasinya kami ada body repair yang  juga melayani klaim asuransi yaitu Autumetalic, Krisnanda Motor, dan Fino Motor.  “Kami sebagai pengelola berharap konsolidasi perusahaan kami ini yaitu GALUH Group bisa berdampak kepada  integritas perusahaan kami kedepannya karena semua kebutuhan masyarakat, pariwisata, dan kenyamanannya ada di Galuh Group yang implementasi lapangan mengarah kepada kekuatan SDM, sehingga,  interpretasi Galuh Group di mata umum menjadi perusahaan yang berorientasi kemasyarakatan dalam  perspektif yang  positif,” kata Pande Yudi. -ast

 

To Top