Buleleng

Buleleng Bebas Sampah Plastik

Gede Ganesha, S.TP.

Permasalahan lingkungan nampaknya menjadi pekerjaan yang harus dicarikan solusi oleh semua pihak. Tidak hanya pemerintah tetapi peran serta masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Pemuda Peduli Lingkungan Bali (PPLB) merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Organisasi yang berdiri di Singaraja ini menyasar pemuda sebagai agen perubahan.

Diawali dari sebuah sekaa demen, organisasi ini sering mengadakan kegiatan yang bernuansa lingkungan, misalnya kemah bersama, melakukan tracking ke tempat-tempat yang masih asri seperti pegunungan, pantai, Pura sambil melakukan clean up di daerah-daerah yang banyak terdapat sampah plastik. Dari sekaa demen inilah muncul ide untuk membentuk wadah yang mampu merangkul pemuda untuk bersama-sama melakukan gerakan yang lebih besar untuk penyelamatan lingkungan.

Hal ini dipandang perlu karena kondisi lingkungan pada saat ini semakin rusak sehingga genarasi mudalah yang patut menjadi garda terdepan untuk penyelamatan lingkungan. Organisasi ini menyasar para pemuda dikarenakan pemuda merupakan agen perubahan masa depan. PPLB menjadikan diri sebagai organisasi berbasis kearifan lokal yang menfokuskan tentang pendidikan lingkungan yang menyasar sekolah dan desa-desa nengan motto “Senyumkan Ibu Pertiwi”.

Ketua PPLB Gede Ganesha, S.TP.,  mengungkapkan bahwa sejak terbentuk 15 September 2012  organisasinya telah memiliki kepengurusan. Dalam hal angota PPLB banyak melibatkan pemuda-pemudi yang ada desa yang punya kepedulian terhadap lingkungannya. Tidak dibatasi baik dari kalangan SMA, kuliah atau sudah bekerja. Banyak yang terlibat atau tergabung di PPLB adalah anak-anak muda yang ingin ikut bersama-sama menjaga lingkungannya dari sampah dan tidak terdapat sistem perekrutan khusus dalam mencari anggota. “Biasanya ketika melakukan kegiatan dengan mengajak sekaa teruna atau mahasiswa, disaat itu biasanya kami mengajak mereka untuk ikut menjadi bagian dari organisasi PPLB,” ungkap pria yang akrab disapa Ganesha tersebut.

Pria yang aktif di beberapa organisasi tersebut juga menambahkan, dalam 6 tahun berdirinya organisi PPLB banyak kegiatan telah dilaksanakan di antaranya kegiatan gebyar sampah di beberapa desa di Buleleng, penanaman pohon, sosialisasi tentang pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah dasar yang ada Buleleng dan sosialisiasi penanggulangan sampah di desa-desa yang ada di Buleleng serta kegiatan tukar sampah dengan buku tulis.

Selain itu PPLB menjadi Tim Pembina Gerakan Terpadu Peduli Atasi Sampah Plastik (GARDU PASTI) Kecamatan Sukasada. PPLB juga telah berhasil menginisiasi terbentuknya beberapa Bank Sampah di antaranya Bank Sampah Kedas Buleleng 1 (Kelurahan Sukasada) Kedas Buleleng II (Desa Jineng dalem), Bank Sampah Gobleg Go Green (Desa Gobleg), Bank Sampah Galang Panji I, II dan III (Desa Panji) serta sebuah Unit Usaha Pengolahan Sampah plastik yaitu Rumah Plastik (Desa Petandakan). Saat ini, PPLB  terus bekerja sama dengan beberapa desa untuk mendorong terbentuknya bank sampah di desa-desa sebagai salah upaya untuk mengurangi sampah yang dibuang sembarangan.

Menurut pendiri Bank Sampah Galang Panji tersebut permasalahan sampah di Buleleng sangat mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat beberapa terakhir sering terjadi banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng. “Ini merupakan dampak kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan kali,” jelasnya.

Lulusan Teknologi Pertanian Universitas Udayana mengakui jika pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi volume sampah yang dibuang sembarangan. “Keluarnya Peraturan Bupati tentang larangan membuang sampah dengan sanksinya yang cukup tinggi merupakan upaya yang perlu didukung oleh berbagai komponen, walaupun hal ini terlihat belum cukup efektif,” imbuhnya. Pihaknya juga sangat mendukung program pemerintah yaitu Buleleng Bebas Sampah Plastik, pendistribusian bantuan kendaraan roda empat untuk menunjang operasional TPST yang ada di desa-desa serta memperbanyak jumlah container di jalan-jalan utama. Hal itu merupakan upaya yang perlu dioptimalkan dengan peran serta dan dukungan masyarakat. PPLB berupaya untuk ikut bebrperan serta dengan bersama-sama mensosialisasikan kesadaran masayarakat  untuk tidak membuang sampah sembarangan dan terus memdorong masing-masing desa di Buleleng dengan APBDesnya untuk bisa membentuk bank sampah atau TPST (tempat pengelolaan sampah terpadu) sebagai salah satu upaya mengurangi sampah yang dibuang sembarangan. “Jika pemerintah baik kabupaten dan desa bersinergi dengan baik dan didukung peran masyarakat pelan tapi pasti masalah sampah bisa ditanggulangi,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top