Kolom

SEX IN THE CAR

dr. Oka Negara,FIAS

Tanya:
“Dok, belakangan ini pasanganku sering mengejutkan aku dengan mengajak melakukan hubungan seksual secara tiba-tiba, paling sering sih di mobil saat perjalanan, terkadang pernah sekali di toilet kantor. Semuanya dengan cepat-cepat. Di awal sih rasanya aneh, tetapi kini aku bisa menikmatinya, walau juga sering kali merasa takut ketahuan orang. Yang begini ada bahayanya nggak, Dok?” (Ria,25)

 

Jawab:
Sebenarnya hubungan seks di dalam mobil atau “sex in the car” ini dapat dikatagorikan dalam  istilah populer Quickie Sex, yang sesungguhnya merupakan salah satu gaya bercinta  yang bisa menjadi pilihan jika tidak cukup punya waktu apalagi jika  memang benar-benar dorongan seksual muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa lagi dibendung di saatnya datang.

Apakah dapat membahayakan bila melakukannya? Untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan pasangan sesungguhnya tidak harus melakukannya di kamar tidur atau melalui tahapan ideal, mulai dari foreplay, coitus hingga afterplay. Asalkan sama-sama bergairah, diinginkan bersama, kepuasan seksual juga bisa tercapai walaupun dalam waktu singkat.  Sering kali justru Quickie sex dapat berlangsung dengan lebih panas, nakal, menggebu-gebu dan liar. Ini merupakan salah satu solusi bagi pasangan sibuk dan selingan dari seks rutin yang mulai membosankan.  Jika sudah saling dipahami, diinginkan dan bisa dinikmati bersama, Sex in The Car bisa dan boleh saja dilakukan, asalkan tentu saja mobil jangan dijalankan, dipinggirkan dulu, mencari tempat yang aman dan tidak menghidupkan mesin kendaraan. Resikonya cuma satu: ketahuan polisi dan ditilang!

Pada dasarnya quickie sex dilakukan dengan tujuan supaya aktivitas seks bersama pasangan tidak berlangsung monoton dan membosankan. Sehingga aktivitas ini bisa dijadikan variasi seks juga. Quickie sex malah akan menjadi sangat mendebarkan  karena terjadi secara spontan, kilat dan tanpa harus menanggalkan semua pakaian. Rasa berdebar tadi yang muncul karena takut ketahuan orang justru memiliki nilai lebih, dapat membangkitkan gairah seks yang lain dari biasanya. Orgasme memuaskan yang didapatkan lewat sensasi ini tentu saja akan menyehatkan, karena endorfin dan oksitosin yang dikeluarkan otak saat orgasme akan sangat menyehatkan dan membawa relaksasi yang kuat.

Apakah ini akan membuat ketergantungan, sebenarnya apapun yang dianggap menyenangkan dan dilakukan terus-menerus akan bisa membuat ketagihan dan selanjutnya menjadi ketergantungan. Terlebih memang ada substansi kimiawi yang diproduksi otak yang dikeluarkan yang memunculkan rasa senang, yaitu endorfin. Endorfin ini adalah hormon alamiah di otak yang sejenis dengan morfin, dan kita semua tahu morfin itu mengakibatkan ketergantungan tanpa batas. Tetapi tentu saja, buat melakukannya melibatkan dua orang sebagai pasangan, jadi buat menghindari ketergantungan, tentu saja peran dari pasangannya sangat penting buat mengontrol dan mencegah aktivitas ini menjadi sebuah kebiasaan yang diulang-ulang. Tentu saja akan lebih baik kalau ini hanya dijadikan variasi sekali-sekali saja dan bukan menu permanen dalam kehidupan seksual. Bukannya hubungan seksual yang romantis, direncanakan dengan baik, di keremangan cahaya, berdua di ranjang yang lembut akan lebih bisa dinikmati?

 Jadi, sex in the car, kalau hanya buat variasi seksual, sekali-sekali saja, tentu saja bukan merupakan penyimpangan seksual. Jadi, murni hanya merupakan variasi seksual. Tetapi, meski pada kenyataannya Anda siap dan bisa mencapai orgasme lewat seks kilat, namun disarankan untuk tidak melakukannya terlalu sering. Gaya bercinta yang romantis dengan foreplay yang cukup dan tanpa tergesa-gesa tetaplah harus menjadi menu utama hubungan seks Anda dan pasangan. Jadikan quickie sex in the car hanya sebagai selingan yang membuat kehidupan cinta Anda dan pasangan jadi lebih berwarna dan menggairahkan.

 

To Top