Advertorial

WEDAKARNA DUKUNG STT TAT TWAM ASI GELAR FESTIVAL KULINER SUKLA III: DUKUNG USAHA KULINER BABI GULING DI SETIAP DESA DI BALI

Satyagraha - Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan Peserta Lomba Festival Kuliner Sukla ke III di Wantilan Pura Tanah Lot Tabanan

Kuliner Bali merupakan salah satu bagian dari dalam budaya Bali itu sendiri yang resep dan cara pembuatannya diwarisi secara turun – temurun. Selain untuk konsumsi pribadi, peran kuliner Bali juga erat kaitannya dengan sosial ekonomi. Dimana pelaku kuliner bisa menjadi pengusaha dan menjual apa yang diciptakannya. Namun, keberadaan kuliner Bali saat ini tergolong jarang diminati khususnya oleh generasi muda Bali itu sendiri.

Kebanyakan generasi muda lebih senang makan dan mengonsumsi makanan cepat saji maupun makanan olahan dari resep luar negeri. Hal tersebut tentu memiliki dampak, baik yang kita rasakan secara langsung maupun secara tidak langsung (jangka panjang). Untuk mengajak para generasi muda mencintai kuliner khas Bali STT Tatwam Asi bekerjasama dengan Gerakan Sukla Satyagraha dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mahendradatta Bali mengadakan acara Festival Kuliner Sukla III dan Festival Babi Guling II, acara ini juga di dukung  oleh DPD RI.

“Menjadi suatu kebanggaan bagi kami dapat mengajak generasi muda untuk dapat mencintai serta ikut mempertahankaan kuliner khas bali melalui lomba Festival Kuliner Sukla maupun Festival Babi Guling “ ungkap Ketua STT Tat Twamasi, I Gusti Putu Hendranata Wijaya. Acara ini dibuka oleh Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga dihadiri oleh I Wayan Widi Adnyana (Ketua Umum Gerakan Sukla Satyagraha), I Ketut Karda, S.H. (Ketua LSM Warga Peduli Desa Beraban Tabanan), I Gusti Ketut Mertayasa (Kelian Desa Batu Aji). Acara Lomba Festival Kuliner Sukla diikuti oleh PKK Tabanan, STT Tatwam Asi dan STT Sila Bakti. Lomba Kuliner ini dimenangkan oleh PKK Tabanan (Juara 1), STT Sila Bakti (Juara 2) dan STT Tatwam Asi (Juara 3) dengan harapan mereka dapat mensosialisasikan tentang Festival Kuliner Sukla dan mengajak generasi muda untuk dapat ikut melestarikan makanan ciri khas Bali.

Sebelumnya Gerakan Sukla Satyagraha telah melaksanakan Festival Babi Guling I di Bedugul dan tahun ini diadakan di Tanah Lot. “ Saya dukung acara Festival Babi Guling dan orang Bali jangan malu berjualan babi guling. Tetap semangat, babi guling adalah indetitas warga Bali. Kalau perlu buka warung babi guling di setiap daerah pariwisata. Ini sangat membantu peternak babi di Bali, kaum Marhaen yang bergerak di usaha kuliner babi,” ungkap Shri Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Rencananya Festival Babi Guling dan Festival Sukla akan diadakan di seluruh Bali sebagai wujud dukungan gerakan Satyagraha. (humas)

 

To Top