Sosialita

Eka Wiryastuti: Hidup harus Seimbang

Bupati Eka Wiryastuti ikut turun langsung dalam pengerjaan perbaikan jalan

Tabanan terus berbenah. Tahun 2017, program terus digencarkan Bupati Tabanan  Ni Putu Eka Wiryastuti, untuk menciptakan Tabanan Serasi.  “Sesuai nafas Tri Sakti yang dijabarkan dalam berbagai program, tetap dengan misi ekonomi kerakyatan dan gotong royong,” ujar perempuan yang baru saja meluncurkan buku “Investasi Hati” di akhir tahun 2016.

Program Bumdes yang sudah terbentuk di  121 desa dengan modal yang disuntikkan ­Rp 200 juta  per desa untuk membeli produk olahan pertanian dalam arti luas,  disalurkan melalui BUMD yang akan bertugas menyalurkan sekaligus memasarkan hasil bumdes tersebut.

Gerbang pangan serasi dimana melatih dan membina petani untuk dapat meningkatkan kualitas mutu produk petani yang akan digarap bersama-sama SKPD terkait se­hingga akan muncul subak-subak yang mandiri dalam mutu yang diinginkan pasar, sehingga taraf jual dan ekonomi akan meningkat.

Eka Wiryastuti

Eka Wiryastuti

Gerbang emas dengan membantu permodalan ekonomi kerakyatan khususnya sentra-sentra produksi UMKM di pedesaan baik koperasi ataupun kelompok wanita tani.

Beras Tabanan Serasi, yakni program stimulan keberpihakan kepada beras petani.  Petani di wilayah Tabanan mensuplai beras untuk  11 ribu PNS di Pemkab. Tabanan.   Membedah warung-warung kecil agar layak dalam tampilannya dan manajemen.  Tujuannya agar usaha kecil berkembang tidak kalah saing dengan toko modern. Melakukan terus program pasar murah di setiap event. Mengubah dan menata fisik pasar, dan  penataan pasar lokal agar tampak bersih tertata rapi, yang nantinya dapat menjadi tempat tujuan wisata baru dan tambahan pendapatan usaha kecil menengah.

Saat ini sudah ada  41 desa wisata,  akan dilanjutkan dengan  desa lainnya.  Menurutnya, ini akan menjadi pilar di awal meminiminalisir  fungsli alih lahan.

Program bedah desa gempur miskin, yakni dengan memberikan dukungan anggaran pembangunan terhadap desa melalui ADD desa yang jumlahnya dari  Rp 250 juta-Rp 500 juta kepada masing-masing  desa dengan format yang adil. Artinya,  desa yang pembagian dusunnya besar,  tentu akan didorong dengan anggaran yang lebih besar. Sehingga tidak terjadi ketimpangan. Desa  wajib membuat perencanaan dulu,  dimana dana itu akan mendorong program-program di desa yang sifat­nya pemberdayaan.

Gerbang Indah sudah menjadi satu-kesatuan dengan program gempur miskin nilainya 18,260 M. Program ini terkait dengan pembangunan ekonomi kerakyatan, pertanian dan infrastruktur desa dalam menanggulangi kemiskinan (gempur miskin). Pola distribusi­nya nanti melalui BKK.  Jadi intinya ­gerbang emas, gerbang pangan, dan gerbang indah semua masalah ­gempur miskin.

Program mengembangkan dan membangun tujuan wisata baru dari potensi alam yang ada. Misalnya,  destinasi air panas Angseri yang akan dikelola sebagai daerah tujuan wisata  akan dikelola khusus. Penge­lolaan lahan/aset tidur pemda yang akan dikelola BUMD  dengan pihak ketiga, untuk dikerjasamakan secara profesional. Selain itu,  fokus dengan  pengelolaan IPAL yang disinergikan dengan bank sampah sehingga ada limbah cair yang akan dikelola pemda secara gratis. Penataan taman kota agar tercipta ruang terbuka hijau. Penyelesaian penataan museum Sagung Wah dan penataan gedung kesenian Mario, sehingga ada ruang untuk melakukan gerak seni dan  budaya sebagai wadah kesenian.

Pembangunan RS Nyitdah. Menyiap­kan tujuh ruang wings dan satu  UGD yang akan ditargetkan beroperasi tahun 2019. Untuk memenuhi keperluan 500 tempat tidur. RS Nyitdah akan dikembangkan menjadi RS bertaraf internasional,  disamping juga melayani pasien JKN dengan standar lebih baik.   Akreditasi seluruh puskesmas. Meningkatkan sarana prasana penunjang dan cakupan layanan puskesmas rawat inap.  Perluasan cakupan layanan mobil sehat dengan meningkatkan intensitasnya. Subsidi vaksin kanker servik. Peningkatan transparansi sekolah yaitu pengawasan pungutan liar melalui pembentukan saber pungli. Peningkatan tata kelola keuangan. Dengan  sistem teknologi manajemen keuangan yang baik dimana semua akan menggunakan sistem e-government.

Infrastukur hotmix dan partisipatif. Jalan telah selesai 65 % dan partisipatif yang dikerjakan secara gotong royong oleh rakyat dan pemerintah sudah selesai 500 km, ­difokuskan lagi masalah infrastruktur dengan gerbang indah serasi yang dikondisikan titiknya oleh masing-masing kecamatan secara gotong-royong untuk pembangunan jalan.

Program Trans serasi, menfasilitasi siswa sekolah di bidang transportasi. Diupayakan agar bisa melayani tujuh  kecamatan.

Menurut Eka Wiryastuti, untuk program yang menjadi target tiga bulan ke depan, masih di pengelola­an ekonomi  kerakyatan yaitu pengembangan bumdes menjadi  usaha yang kepemilikannya nanti adalah rakyat, termasuk pengembangan potensi wisata baru yang akan dikelola BUMD.  Sementara, untuk pemberdayaan yang menyasar kaum perempuan adalah  bumdes dan gerbang emas karena  banyak kaum wanita yang berkesimpung  di urusan usaha rumah tangga yang  perlu dibina  dan didorong dengan  stimulan dari  program pemerintah.  “Program mobil sehat dan program kanker servik sudah mencapai 94%.  Semua puskesmas sudah dapat  melayani kanker servik. Harapannya,  badan sehat kantong tebal tentunya ini yang ingin dicapai kaum perempuan Tabanan,” ujarnya.

 

SELALU BERSYUKUR

Dengan aktivitas yang padat, Eka Wiryastuti, mengatakan, selalu bersemangat. “Saya selalu semangat,  hampir tidak pernah galau,” ujarnya sembari tertawa.  Bagi Eka, ia  ber­usaha untuk mensyukuri apa yang  ada di depan mata. Ada tiga yang ia yakini,  berbuat sesuai kata hati, berdoa selalu di dalam  setiap kesem­patan,  dan tidak lupa bersyukur.  “Yang membuat saya termotivasi,  adalah bagaimana saya bisa menciptakan keadilan dalam hidup artinya ke bawah seimbang ke atas juga  seimbang. Jadi yang menyemangati, tiap saat hidup saya  berguna baik sekala dan niskala,” ujarnya.

Ia tak menampik, menjadi pemimpin tentu ada suka-dukanya. “Dalam menghadapi masyarakat harus  memiliki rasa kasih dulu. Kalau sudah kasih, ya pasti sabar. Kalau sudah sabar, pasti  keputusan yang kita ambil pasti akan tepat. Jauhkan  rasa marah, dengki, dan  benci karena tidak akan melahirkan keputusan yang tepat. Banyak suka duka tapi saya  selalu ambil hikmah positifnya,” kiatnya selama ini se­bagai pemimpin.

Ia mengatakan, berusaha selalu menjawab dan menindaklanjuti apa keluhan masyarakat walaupun tidak bisa sempurna. Namun,  kata Eka, ia bangga bisa bangkit memimpin Tabanan yang  serba kekurangan mampu meraih prestasi. “Rakyat Tabanan hebat mau menjalankan program Tri Sakti dengan  rasa gotong-royong,  ini belum tentu dimiliki kabupaten lain. Buat saya  napas kepedulian rakyatnya yang luar biasa. Sebetulnya rakyat hanya ingin diperhatikan sepanjang kita mau turun,” ujar Eka Wiryastuti.

Malah, kata dia, dengan ber­salaman tangan masyarakat sudah senang.  “Kadang acara 45 menit, tapi  foto-fotonya bisa sampai satu jam. Ini sudah menjadi kebanggan bagi mereka  bisa berfoto dengan pemimpinnya. Kuncinya sederhana, harus dekat,  jauhkan pikiran negatif,  dan berbuatlah maka semua akan indah pada waktunya,” imbuhnya.

Selain sibuk sebagai bupati, Eka Wiryastuti, juga menekuni bidang spiritual. Eka Wiryastuti bertutur, masuknya, ia ke dunia spiritual pun, karena keterpanggilan hati. Disam­ping memang sudah turunan dari ayah dan  ibunya,  penekun spiritual. “Saya  merasa ada ketenangan dan kedamai­an di sana. Pada hakikatnya jabatan hanyalah titipan Tuhan jadi untuk tahu tujuan dari  jabatan ini tentunya kita harus  dekat dengan  Tuhan sehingga jalan dari  amanah jabatan yang diberikan dapat  tepat guna  sesuai harapan sang Pencipta,” tuturnya.

Misi seorang pemimpin harus  menjaga alam dan isinya. Bukan malah merusak menghancurkan alam dan  isinya. Inilah yang ia  dapat­kan dalam meditasinya di setiap saat. Dari  spiritual, ia juga harus  di­tekankan adil karena  keadilan akan melahirkan kesejahteraan,  dimana tidak  adil maka disanalah musibah akan datang. “Harapan ke depan semoga akan lahir keadilan dan terlahir pemimpin-pemimpin masa depan yang eling kepada sang pencipta dan bisa menjadi cahaya bagi semua umat guna menjaga alam semesta agar tetap damai dan penuh ketentraman,” ucap Eka Wiryastuti. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

To Top