Kreasi

Merenungkan Hakikat Manusia sebagai Bagian Semesta

The Lokha Ubud Resort, Villas & Spa menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Sincerity of Tropical Rain”. Pameran yang diikuti oleh 4 perupa muda itu masing-masing menampilkan 7 buah karya diatas kanvas. Pameran dibuka oleh General Manager The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus Agung Suddhajinendra, Jumat (16/12) dan berlangsung hingga 31 Desember 2016.

Para perupa muda itu adalah I Gusti Made Wisatawan, S.Sn, I Made Astika Yasa, S.Sn, I Gede Merta Sukarya, S.Sn (Gebol Art), dan I Wayan Suardana. Keempat perupa ini menampilkan karya sebagai bentuk persembahan mereka dalam menghayati dan memaknai alam dengan segala fenomenanya. Karya mereka sebagai sebuah refleksi, sebuah ruang-ruang merenung tentang posisi dan hakikat manusia sebagai bagian yang utuh dari sistem semesta yang kodrati.

Mencermati setiap karya mereka, pameran ini seakan mengajak kita untuk merenungi kembali makna sebuah ketulusan untuk meresapi setiap tanda dan bahasa-bahasa alam yang maha misterius. Pameran ini juga mengajak menikmati hujan bulan Desember yang menyuburkan. Keempat perupa ini berpijak pada pembacaan akan tema-tema yang identik dengan alam secara luas.

Seni seakan sudah menjadi nafas yang memberi energi untuk mengubah setiap gerakan, sehingga tak hanya indah, tetapi syarat dengan pesan yaitu ketulusan akan menerima penanda musim yang bergerak pada suatu waktu. Meski demikian, masing-masing perupa menampilkan gaya dan karakternya, sehingga bentuk dan goresan mereka berbeda namun memiliki aroma yang sama.

Astikayasa menyajikan ikon-ikon alam seperti binatang yang hadir dalam bahasa deformatif, seperti binatang khususnya burung dan ikan koi yang digarap secara realistik. Gusti Wisatawan dan Merta Sukarya mengupas alam sebagai sehamparan abstrak dan abstraksi rupa. Alam tidak hadir secara representasional namun hadir secara esensial.

GM The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus Agung Suddhajinendra mengatakan, dirinya sengaja memberikan ruang kepada para seniman untuk berkreativitas. Tujuannya,  sebagai bentuk dukungan dari pihak hotel dan Manajemen Santhini Bali untuk memajukan seniman lokal terutama yang muda.

Menurutnya, banyak sekali seniman muda Bali yang mempunyai semangat dan bakat yang liuar biasa, namun belum memiliki wadah untuk menampilkan karya-karyanya. “Kami memberikan ruang bagi mereka sehingga bisa lebih dikenal dan go international. Teruslah berkarya,” ujarnya. (Darsana)

To Top