Kolom

Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Ni Kadek Sulistiawati

Sebuah negara menjadi kuat tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, namun dari berbagai sisi. Salah satunya adalah saat negara tersebut mempunyai banyak budaya yang terintegrasi secara baik. Hal ini bisa kita pelajari dari negara-negara maju yang tetap bisa melestarikan, menjaga eksistensi nilai budaya dan memperkenalkan budayanya tersebut ke seluruh dunia.

Salah satu contoh bangsa di Asia adalah Jepang yang tetap bisa menjaga tradisi di tengah modernisasi, dengan dasar karakter yang kuat, dan kejujuran yang menjadi salah satu prinsip mereka. Karakter ini tidak diajarkan secara formal di sekolah tetapi dibentuk sejak mereka kecil. Dan, salah satu negara maju di Eropa yang juga sangat kuat dengan budayanya adalah Prancis. Prancis memang sudah tidak asing lagi kita dengar, dengan berbagai macam budaya yang mampu memikat wisatawan asing untuk berkunjung ataupun mempelajari budaya yang ada di negara tersebut, termasuk juga mengenal bahasanya. Negara ini terkenal dengan seni bangunan, seni busana, seni lukis dan seni pahat, juga memiliki sejumlah ilmuan, penulis, pemikir, musikus, seniman, teknokrat, perancang mode dan arsitek terkenal dunia.

Bangsa Prancis sangat bangga dengan budaya mereka. Dalam memperkenalkan budayanya, pemerintah Prancis melakukan berbagai langkah dan kerja sama termasuk dengan Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Prancis adalah dengan membentuk badan yang khusus menangani kegiatan budaya antara Prancis dan Indonesia yang disebut Institut Francais d’Indonesie (IFI) yang saat ini baru ada di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Ada tiga program utama yang dijalankan yaitu: program budaya, progam pendidikan dan program kerjasama universitas.

Program budaya dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Prancis khususnya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk menunjukkan bahwa kebudayaan Prancis adalah yang terbaik, tetapi misi ini dilakukan untuk memperkenalkan dan memberi pengetahuan tentang kebudayaan Prancis supaya dapat terjadi interaksi antara seniman-seniman Prancis dan Indonesia.

Beberapa aksi budaya yang rutin dilakukan di Indonesia melalui IFI antara lain Le Printemps Français (Festival musim semi Prancis) yang rutin diadakan setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2005. Selama berlangsungnya festival budaya ini, banyak pentas seni dan budaya yang dilakukan dengan menghadirkan seniman-seniman Prancis papan atas untuk dipentaskan di Indonesia agar masyarakat Indonesia mengenal seniman-seniman Prancis dan karya-karyanya mulai dari seni musik, pertunjukan sampai seni visual. Dan saat ini, festival budaya Prancis telah diadakan rutin di beberapa kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Balikpapan, Ternate, dan Weda Bay. Aksi budaya lainnya yaitu Festival Sinema Prancis yang telah dimulai sejak tahun 1996 dan menawarkan berbagai judul film bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui perkembangan industri film Prancis. Tidak hanya pemutaran film, tetapi juga presentasi dan kompetisi film pendek dengan harapan akan dapat mendukung perkembangan sinema lokal.

Kegiatan-kegiatan tersebut secara tidak langsung juga telah mendorong peningkatan kerjasama antara seniman Indonesian dan Prancis. Bagi seniman-seniman Indonesia yang menetap di Prancis, hal itu bukan hanya dapat memberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas tetapi juga para residensi seniman tersebut akan diajarkan kesenian Prancis dan terpentingnya adalah diberikan pula pembelajaran bahasa prancis sehingga akan dapat menambah pengikut bahasa Prancis.

Langkah konsisten dari pemerintah Prancis dalam upaya memperkenalkan budayanya ke mancanegara telah menginspirasi banyak seniman di Indonesia bahkan di seluruh dunia dan kemajuan kebudayaan Prancis menjadi semakin dikenal luas di dunia internasional.

(Ni Kadek Sulistiawati)

Guru Privat Bahasa Prancis

To Top