Indonesia

Lies Uwek: Keliling Dunia dengan Batik Tulis Khas Sampang

Lies Uwek

Batik memancarkan auramu. Kalimat itu  selalu memotivasi seorang Lies Uwek, desainer dan pengusaha batik tulis dari Sampang Madura untuk terus berkarya mengenalkan budaya warisan nenek moyang. Namanya mulai dikenal bersama ratusan karya terbaik yang pernah ia buat.

Tangan lentiknya menggambar pola dan potongan untuk desain dengan hati-hati. Lies sangat teliti memadupadankan desain untuk setiap busana yang ia ciptakan. Batik kurikan, metode pembatikan berkali-kali dengan pencelupan warna berulang membuat batik Sampang terlihat cantik nan khas. Daerah pesisir mendominasi batik kurikan dengan berbagai motif binatang yang ditampilkan sedemikian rupa, seperti naga, merak, sisik ikan, maupun sisik ular.

“Di tempat saya itu memiliki batik tahunan yang dibuat setiap satu tahun sekali, dan itu hanya satu macam, jadi benar-benar limited edition,” kata Lies. Keterampilan membuat batik menurut Lies, hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai keahlian khusus karena memiliki tingkat kesulitan tinggi.

“Membuat batik itu perlu keahlian khusus dan keluar dari jiwa. Perajin batik saya sudah ‘sepuh-sepuh’, jadi mereka membatik itu hasilnya seperti melukis. Saya sangat menghargai setiap pola dalam batik tulis, karena memiliki cerita. Sayang apabila akhirnya cerita itu hilang bagiannya karena ada pola yang terpotong,” jelas perempuan cantik pemilik Fame Collection di Mall Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya ini.

Lies merupakan generasi ke-5 yang mewarisi keahlian sang nenek. Kecintaannya pada batik kurikan khas Sampang sudah terlihat dari kecil. Ia suka menggunting kain dan membuat pola-pola sesukanya. Bakat tersebut membawa seorang Lies dewasa menuju passion sebagai seorang desainer profesional.

Lies Uwek sempat kuliah Jurusan Hukum di Universitas Surabaya (Ubaya), dan akhirnya berhenti di semester ke-5.” Insting kecil saya semakin tak terbendung lagi untuk kembali menekuni dunia fashion batik dan sempat kursus di Susan Budiharjo juga. Saya sangat mencintai batik, dan fokus untuk mengeksplorasi batik dalam setiap desain yang saya buat,”papar ibu dua anak ini.

Keaslian batik selalu ia pertahankan dalam setiap desain, membuat harga batik koleksi Lies Uwek boleh dibilang lumayan mahal. Memang pantas untuk sebuah harga karya seni, Lies pun mengaku cukup percaya diri dan tidak takut untuk memasarkan produknya khusus untuk para pecinta batik.

Karyanya telah menjadi langganan para pejabat, instansi pemerintahan dan swasta. Desain khas batik tulis Sampang dengan corak merak dan naga menjadi ikon tersendiri bagi pemilik nama lengkap Lies Madinatul Munawaroh ini. Selain dalam negeri, ia juga sempat bolak-balik ke luar negeri untuk sesi foto dan fashion show, seperti Jepang dan Singapura.

“Dalam satu bulan lalu, saya tiga kali ke luar negeri untuk sesi foto sebuah majalah. Di Jepang saya menampilkan karya di antara panorama Gunung Fujiyama, tentu saja saya menyesuaikan desain dengan karakteristik masyarakat di sana. Seperti membuat batik dengan model kimono, dan untuk pola atau corak pun berbeda karena orang Jepang tidak terlalu menyukai corak binatang pada kain atau busana. Saya menggantinya dengan corak bulu ayam dengan kombinasi warna terang,” tuturnya.

Karya Lies seringkali menarik perhatian dan membuat orang penasaran. Karena ia selalu konsisten tampil berbatik dalam setiap aktivitas, tak ayal penampilan Lies sering jadi pusat perhatian orang.

“Saya sering dikejar orang ketika jalan-jalan di mall misalnya, ternyata mereka penasaran dengan baju yang saya pakai, serasa seperti iklan berjalan,”ujarnya seraya tertawa renyah. Baginya, batik melepaskan semua stress dan kepenatan.

“Bahkan di rumah saya, tangga itu itu sudah nggak berupa tangga lagi. Penuh batik yang saya bentangkan, benar-benar merupakan hiburan yang tiada duanya. Saya juga mengoleksi beberapa batik kuno yang tidak akan saya jual, saya menyimpannya rapi,” imbuh Lies.

Ketika orang memakai batiknya, ia selalu mengatakan bahwa dengan memakai batik aura kalian akan memancar dengan sendirinya. Apalagi dengan batik berkualitas, orang  yang melihat tidak perlu menanyakan label atau merek. Tanpa disadari, batik yang asli selalu membuat pemakainya terlihat elegan dan eksklusif. (Lely Yuana)

 

(Visited 3 times, 2 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top