Dara

I Gusti Ayu Ardaba Kory: Kritis dibarengi Tindakan

Pembangunan memang selalu diidentikkan dengan pemerintah, padahal sebagai generasi muda sudah seharusnya ikut berkontribusi positif terhadap program pemerintah dalam kegiatan membangun. Melalui ajang Pro Bali Ambassador tahun 2016 yang digelar atas kerjasama Yayasan Ria Asteria Maha Widya dan Yayasan Dana Abadi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bali, membuat I Gusti Ayu Ardaba Kory menorehkan prestasi.

Meskipun tidak masuk dalam tiga besar, Kory sapaan akrabnya sangat antusias menceritakan pengalamannya saat mengikuti ajang tersebut. Pro Bali Ambassador bertujuan memilih duta pembangunan Bali yang bertugas mensosialisasikan program-program Pemprov Bali. Menurutnya, sebagai generasi muda seharusnya ikut peran serta dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. “Anak muda seharusnya mengkritisi pembangunan namun juga dibarengi dengan tindakan di lapangan,” ujar perempuan kelahiran 27 Juli 1995 tersebut. Menurutnya, jika pemuda memiliki peran serta ikut mensosialisasikan pembangun kepada masyarakat maka masyarakat akan dengan mudah mengerti dan memahami program pemerintah. “Jika masyarakat tahu program maka mereka tidak akan bingung baik memanfaatkan maupun menjalankan program,” jelasnya.

Peraih Best Project Idea tersebut juga mengaku tertarik mengikuti ajang ini karena memang sangat pro dengan tindakan-tindakan nyata yang harus dilakukan oleh anak muda. Apalagi di usianya yang masih belia, ia berharap dapat menjalani banyak proses dan menikmatinya setiap prosesnya. “Kebetulan passion Kory juga di sini. Membangun relasi dan pengalaman baru sekaligus belajar mengenai pemerintahan,” ujarnya. Hal yang membuat Kabid Humas KMHDI Kabupaten Buleleng tersebut mengikuti ajang bergengsi tersebut karena merasa telah mengantongi modal awal di bidang soft skill.Public speaking dan tahu program kerja memang sudah dibidangi selama mengikuti organisasi,” ujarnya.

Bagi mahasiswa semester VII jurusan pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja tersebut, tugas seorang mahasiswa bukan hanya belajar melainkan juga diimbangi dengan praktek-praktek dari ilmu yang didapatkan dari kampus. “Di kampus ini seharusnya mencari pengalaman sehingga ketika turun ke dunia kerja tidak kaget lagi,” ungkapnya.

Dua program kerja yang mengantarkannya meraih kategori Best Project Idea adalah Charity Concert (konser amal) dan Diklat Kepemimpinan. Konsep dari konser amal ini membangkitkan kreativitas seni budaya Bali melalui Karang Taruna se-provinsi Bali. Nantinya pengunjung yang hadir harus membeli tiket ditambah membawa buku maupun baju bekas yang masih layak pakai. “Nantinya buku dan baju akan kami sumbangkan sedangkan hasil penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai bintang tamu dan memberikan reward kepada para pemenang,” jelasnya. Ide kedua terselanggarakannya diklat kepemimpinan. Menurutnya sebagai seorang duta pembangunan sudah seharusnya menyiapkan seorang pemimpin masa depan. Pemimpinan dikatakan ideal apabila ucapan selaras dengan tindakan. “Pemimpin jangan pernah berbohong, apa yang dikonsep itu yang harus direalisasikan,” tandasnya.

Sekretaris dari Buleleng Aksi Sosial tersebut juga mengimbau anak-anak muda seharusnya dapat berperan serta baik di sekup yang paling kecil sehingga benar-benar dapat berguna bagi pembangunan. “Gali potensi baik di bidang akademik maupun nonakademik karena saat ini masa-masa untuk menemukan jati diri,” pungkas perempuan murah senyum tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top