Woman on Top

SPAK Siap Sinergi dengan Komunitas Antikorupsi

SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) di Bali makin dikenal. Di beberapa kesempatan Agen SPAK diberikan waktu untuk kampanye dan menyebarkan virus–virus antikorupsi melalui permainan. SPAK  adalah sebuah gerakan nasional anti korupsi yang dimulai dari perempuan. Gerakan ini memiliki agen yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dan Bali salah satunya.  SPAK lahir atas sebuah keprihatinan, masih sedikit orangtua yang  menanamkan kejujuran pada anak-anaknya.

Gerakan ini diluncurkan April 2014, namun untuk Agen SPAK di Bali mulai beraksi sekitar bulan Agustus 2016. Tepatnya setelah para agen SPAK mengikuti Pelatihan Fasilitator Agen SPAK . “Setelah mengikuti pelatihan, kami semua dengan niat tulus mengabdi dan  berkomitmen untuk menjalankan gerakan SPAK sebisa mungkin,”  ujar Raden Ajeng Ayu Citra Resminingrum, SKM, yang akrab disapa Ayu yang terpilih sebagai koordinator  Agen SPAK di wilayah Bali ini.

SPAK, kata perempuan kelahiran, Jakarta 18 April 1988 dan kini berdomisili Desa Pengotan, di Bangli ini memiliki visi menyebarkan virus anti korupsi ke semua lini masyarakat serta misi memberantas perilaku-perilaku korupsi, budaya korupsi  yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat yang selama ini sudah berakar dan beranak pinak.
“Kami berkumpul bersama dengan visi dan misi yang sama untuk beregiatan menyebarkan pengetahuan antikorupsi dengan beberapa alat bantu. Dalam permainan ini kami tidak berbicara mengenai hal-hal korupsi tetapi berbicara mengenai 9 nilai yang berdasarkan studi yang dilakukan oleh KPK, seperti kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian.  Selanjutnya Agen SPAK Bali melakukan “blusukan” dalam penyebaran virus anti korupsi tersebut.

Secara umum, tiap agen SPAK memulai gerakannya dari lingkungan terdekat yakni keluarga, kerabat, teman-teman, rekan kerja. Kemudian sebagai agen secara perorangan maupun berkelompok juga blusukan  seperti ke sekolah-sekolah. Di sana mereka menyebarkan virus antikorupsi melalui berbagai bentuk permainan  bekal kami yang diberikan oleh KPK tersebut.

“Karena saya posisinya di Bangli maka untuk sekolah kami mengawalinya dengan SD, SMP dan  SMA yang ada di Bangli. Kemudian menjalar ke Tabanan, Denpasar hingga Karangasem,” imbuh Ayu.
Selain itu Agen SPAK Bali juga digandeng oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Bali untuk bersama  melakukan kegaitan SPAK di Kementerian Agama Provinsi Bali, Bangli, Karangasem. Bahkan  Agen SPAK Bali juga sudah digandeng  Ibu Sekda Provinsi Bali untuk menyebarkan virus antikorupsi ini termasuk KPU Kabupaten Bangli tidak ketinggalan sudah merangkul  Agen SPAK untuk menanamkan sifat antikorupsi di kalangan pegawai KPU Bangli.
Beberapa waktu lalu, Agen SPAK Bali mulai bersinergi dengan beberapa  komunitas yang memiliki misi yang sama yakni lebih banyak dan lebih sering lagi menebarkan virus-virus antikorupsi. Salah satunya mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi Internasional,  yang ditetapkan setiap tanggal  9 Desember.

Yang menarik dari kegiatan bersama yang cukup banyak dihadiri para perempuan tersebut adalah digelarnya sebuah acara yang  bertajuk “Warga Bicara Anti Korupsi” Di sana semua komunitas yang peduli dengan kondisi bangsa akibat korupsi ini berbicara blak-blakan. Agen SPAK Bali berkesempatan bicara mengenai Aksi Perempuan Melawan Korupsi.

“Kami bersama meneriakkan yel-yel antikorupsi. Untuk kedepannya kami berharap bisa lebih dibukakan jalan oleh seluruh lapisan masyarakat agar Agen SPAK khususnya di Bali dapat lebih gencar untuk melakukan penyebaran virus antikorupsi.Sehingga kami bisa berkontribusi  membantu pembentukan karakter anak bangsa dengan sifat antikorupsi sejak dini. Agar Indonesia bisa menjadi Indonesia yangg bersih di tahun 2025,” tegas Ayu. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

To Top