Griya

PERMASALAHAN YANG SERING MUNCUL SAAT MUSIM HUJAN

i gusti ab arimbawa bersama gede raka hartawan

Bulan Desember sangat identik dengan musim penghujan, bahkan di beberapa daerah, hujan juga disertai angin kencang . Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini, bahkan hamper setiap hari melanda berbagai wilayah di Bali bahkan di Indonesia. Berbagai masalah kerap timbul saat musim penghujan tiba, dari serangan banjir, penyakit atau pun permasalahan yang timbul di rumah.

Dampak hujan terhadap rumah juga menjadi persoalan cukup rumit. Sudahkah rumah Anda terbebas dari masalah di musim penghujan ini? Berikut ini penjelasan I Gusti AB Arimbawa, S.T., M.T. dan A.A. Gede Rakahartawan, S.ST. dari Crea Bali Mandiri, architecture consultant & general contractor

 

Permasalahan pada atap rumah

Rancangan atap rumah sebaiknya didesain dari awal untuk menghadapi dua iklim yang terjadi di Indonesia, yaitu tahan terhadap panas matahari dan tahan terhadap hujan. Biasanya bentuk atap yang dipilih adalah bentuk atap limasan atau atap pelana dengan kemiringan atap antara 30 derajat sampai dengan 45 derajat. Dengan kemiringan atap tersebut diharapkan semua air hujan yang jatuh ke atap akan cepat meluncur ke bawah. Pemilihan genteng juga menjadi salah satu acuan. Ada beberapa jenis genteng yang bagus untuk menahan panas dan hujan dari genteng tanah liat, genteng beton ataupun genteng dari bahan zinkalum ataupun genteng dari bahan aspal. “Untuk mencegah rembesan air hujan sebaiknya di bawah genteng dilapisi dengan lapisan aluminium foil yang diletakkan di bawah reng, sehingga jika terjadi tetesan air, maka air tidak akan sampai di plafon,” ujar Arimbawa.

 

Pada atap beton juga sering sekali terjadi permasalahan di musim hujan, hal ini terjadi karena penanganan yang tidak maksimal pada atap beton. “Untuk atap beton sebaiknya dilapisi dengan lapisan waterproofing yang baik. Waterproofing yang kita kenal di pasaran ada 3 jenis yaitu semen base, paint base ataupun waterproofing dengan bahan dasar aspal. “Untuk atap beton sebaiknya mempergunakan waterproofing denganlapisan semen base yang dikuas ke seluruh bagian atap beton dan juga di atas lapisan waterproofing dilapisi dengan rabatan beton dengan kemiringan yang cukup ke arah roof drain, sehingga air cepat mengalir,” ujar Rakahartawan.

Untuk lapisan yang lebih bagus yakni dengan lapisan membrane atau aspal, yaitu dengan melapisi atap beton dengan membrane dan dibakar dengan api sehingga seluruh atap beton tertutup dan juga tetap memperhatikan kemiringan untuk jalan air ke arah roof drain. “Periksalah secara berkala roof drain yang terdapat di rumah Anda, karena seringkali roof drain tersumbat dengan sampah baik itu daun ataupun sampah lainnya sehingga air hujan tetap lancer mengalir ke rumah,” imbuhnya.

Satu lagi kesalahan yang sering terjadi adalah pemilihan penutup lubang saluran air. “Jangan mempergunakan floor drain yang fungsinya untuk aliran kamar mandi tapi pergunakan roof drain,” ingatnya.

 

Dinding rumah juga tidak luput dari permasalahan di musim hujan, seperti rembesan air, sehingga timbul bercak dan lumut di dinding rumah. Karena itu, untuk dinding luar rumah sebaiknya dilapisi dengan cat  yang lebih tahan terhadap air, ataupun bisa dilapisi dengan lapisan cat waterproofing yang sekarang tersedia dengan berbagai macam pilihan warna cat.

“Untuk dinding dapat mempergunakan cat dinding biasa tapi sebaiknya sebelum melakukan pengecatan pada dinding, harus dilapisi cat dengan bahan dasar alkali yang lebih tahan terhadap lembab. Barulah setelah itu dilapisi dengan cat dinding. Untuk dinding luar rumah yang dilapisi dengan batu alam, sebaiknya sebelum memasang batu alam, dinding dilapisi dulu dengan waterproofing barulah setelah itu dipasang batu alam sehingga tidak terdapat celah air untuk masuk ke dalam rumah,” jelas Arimbawa.

Permasalahan yang paling sering muncul pada dinding adalah ketika membangun rumah dengan dinding yang menempel dengan bangunan tetangga, sehingga kita tidak bisa menutup dinding bagian luar dengan plesteran ataupun dengan cat waterproofing. Untuk masalah di dua dinding yang berdekatan ini sebaiknya celah antara dua dinding ditutup dengan lapisan beton 8 cm ataupun 10 cm dan dibuat kemiringan untuk aliran air. Sifat kapiler yang dimiliki air tanah juga bisamenjadi masalah pada dinding rumah. Biasanya kita bisa lihat dinding terlihat basah sekitar 60 cm dari lantai, itu akibat air yang meresap dari pondasi dan merambat ke dinding rumah. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya dinding dilapisi dengan plesteran transram dengan ketinggian 60 cm sampai 1meter  dari sloof  bangunan.

 

Permasalahan pada lantai dan lampu outdoor

Lantai di dalam rumah sebaiknya lebih tinggi daripada lantai teras. Kemudian sebaiknya tidak menggunakan materi lantai indoor untuk ruangan outdoor. Gunakan keramik anti slip untuk lantai luar, sehingga tidak licin sewaktu hujan. Sebelum memasang keramik, sebaiknya lantai kerja dilapisi dengan beton dengan memakai wiremesh 1 ataupun dua lapis. Dan tampiasan air hujan yang jatuh ke lantai teras dapat diatasi dengan membuat overstek. Agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah saat musim hujan, maka level ketinggian rumah harus lebih tinggi dari level jalan.

Ketika musim hujan, lampu outdoor juga perlu diperhatikan. Periksa dan pastikan bahwa kabel tetap terbungkus rapi. Karena bila ada kabel yang lecet atau terkelupas, apalagi telanjang, akan sangat membahayakan. Untuk lampu taman atau luar rumah disarankan menggunakan aliran DC, agar lebih aman karena tak menghantar listrik.

 

Riol dan septiktank
Pada bagian lingkungan di sekitar rumah, hendaknya juga dilakukan pembersihan pada parit dan saluran air dari rumah secara rutin, dan pastikan tidak tersumbat akibat kotoran dan sampah dan menggenang. Saluran roil rumah yang menuju ke parit sebaiknya dibuat dengan kemiripan cukup, untuk mencegah tergenangnya  air (ngantong). Pasanglah kawat kasa di mulutriol untuk mencegah masuknya tikus, sebab binatang ini juga bisa membuntukan selokan/got.

Untuk menghindari macetnya saluran pembuangan air pada kamar mandi dan WC, bagi daerah yang kadar air tanahnya tinggi maka sebaiknya bikin ruang rembesan air (septick tank) lebihbesar. Lebih baik lagi jika lahan tanah tempat tinggalnya tinggi karena air dapat langsung merembes ke tanah. Tetapi jika di tanah termasuk daerah banjir dankadar air dalam tanah juga tinggi, sebaiknya perlu dibuat lebih dari satu daerah rembesan sedalam 3-4 meter.

To Top