Indonesia

Jeany Rumoei: Eksotika Wanita dalam Karya

Jeany Rumoei dan salah satu busana rancangannya yang akan ditampilkan dalam sebuah fashion show Jayanata Year End Celebration bulan ini

Klasik dan glamor. Begitulah karya-karya  dari sentuhan Jeany Hanna Rumoei, pemilik sekaligus kreatif desain dari brand busana miliknya sendiri, Jeany Rumoei.

Perempuan yang malang melintang di dunia fashion sejak 2013 silam ini telah sukses menyita perhatian para penggemar fashion lewat karakter natural yang kuat dalam tiap desainnya yang eksklusif.

surabaya2Di usianya yang masih muda, Jeany sudah menancapkan nama di jajaran desainer yang patut diperhitungkan, baik di Jakarta, Surabaya, Malaysia maupun Singapura. Lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapore dengan gelar sarjana BA (Hons) Fashion, dan menerima beasiswa dari University of East  London (UEL) lulus S1 dengan gelar serupa, mengaku sangat mencintai tanah kelahirannya Indonesia. “Semua ini berkat dari Tuhan, campur tangan Tuhan sungguh luar biasa bagi saya,” ucapnya.

Jeany memaparkan semua hasil karyanya terinspirasi dari alam. “Jeany Rumoei adalah sebuah couture brand yang tidak terlalu berlebihan, namun juga tidak asal-asalan. Sebuah karya seni yang dapat dipakai, baik dari segi potongan, siluet, semua terlihat kolaboratif,” ungkap Jeany.

Setelah sukses mengusung Couture Dresses, Jeany yang mengawali karier dari fotografi dan make up artis ini melebarkan sayap untuk desain gaun pengantin dan busana kerja. Beberapa busana rancangannya telah melenggang ke catwalk Singapura 2013 lalu, ia juga sempat digandeng Agung Podomoro Group dalam sebuah fashion show di Jakarta. Untuk pekan ini Jeany Rumoei akan mengeksplorasi keunikan wanita lewat busana di catwalk Jayanata Year End Celebration Surabaya.

Karya Jeany sendiri banyak terinspirasi dari sisi feminin perempuan yang tangguh. Menampilkan keindahan perempuan lewat potongan lekuk busana dan perpaduan brokat. Mengunggah sisi seorang wanita dalam balutan kemewahan busana nan elegan.

“Karakter karya saya menonjolkan sisi perempuan yang berjuang. Karena dalam diri perempuan itu sendiri tersimpan sesuatu yang benar-benar kuat. Karena saya termasuk feminim, saya mengartikan bahwa perempuan adalah sosok yang hebat, perempuan itu unik dengan segala kelebihan dan keindahannya. Entah itu di bagian pundak, dada, atau lainnya, semua memiliki keindahan tersendiri yang saya eksplorasi dalam busana,” paparnya.

Karena kecintaannya terhadap Indonesia, Jeany pun telah siap meluncurkan sentuhan batik dalam desainnya Januari mendatang. Wanita energik tersebut menyiapkan sebuah koleksi baru, mengusung Chinoizary Batique. Perpaduan print Chinese dengan motif batik Pekalongan, Solo, dan Madura.

“Untuk busana yang akan saya tampilkan di Jayanata nanti, Indonesia dan glamour Western-nya dapet, bodi perempuan terlihat bagus, dengan warna art tone yang membumi. Untuk tahun depan saya akan menonjolkan batik Indonesia dengan Chinese print,”ujar lajang yang mempunyai prinsip tidak mudah menyerah, yakin pada diri sendiri, bersemangat dan yakin pada Tuhan ini.

Harapan terbesarnya bisa maju, bisa lebih banyak lagi mempercantik wanita Indonesia, membuat wanita Indonesia lebih percaya diri dan lebih yakin bahwa dirinya itu berharga. “Seperti itulah pesan yang ingin saya sampaikan dalam sebuah karya,” pungkasnya. (Lely Yuana)

To Top