Buleleng

Alat Musik dari Limbah Keramik

ketut sadiati menunjukkan cara memainkan gamelan dari keramik

Membuat alat musik tidak harus selalu menggunakan material yang mahal. Memanfaatkan limbah barang-barang sebuah alat musik akan mampu diciptakan hampir menyerupai aslinya. Walaupun bekerja sebagai buruh bangunan, namun Ketut Sadiati (45) warga dusun Labak Desa Anturan, Buleleng tidak bisa menyembunyikan jiwa seninya.

Bermula ketika Sadiati istirahat siang dari pekerjaannya, ia kemudian nemukan bekas-bekas keramik yang tidak digunakan lagi. Tanpa sengaja ia memukul salah satu sisi keramik dengan keramik yang lain sehingga menghasilkan denting bunyi yang hampir sama dengan tangga nada pada sebuah musik instrumental gamelan. Merasa penasaran akhirnya ia rela menghabiskan waktu istirahat siangnya hanya untuk mencari limbah keramik yang sudah tidak terpakai. “Saya dengar bagus bunyinya lalu cari keramik-keramik yang lain,” ujarnya.

Kecintaannya terhadap seni tabuh sudah ia geluti sejak lama bahkan di desa Anturan ia tergabung dalam sebuah sekaa Gong Sanggar Werdhi Sawitra. Ia menambahkan untuk dapat membuat gamelan yang menyerupai gamelan pada umumnya, ia harus mengumpulkan keramik jenis sama dengan bunyi yang berbeda. “Bunyinya harus beda satu dengan lain, kalau sama ya cari yang lain,” ungkapnya. Untuk dapat menyelesaikan satu buah gamelan dirinya menghabiskan waktu selama satu bulan. Sebab keramik yang digunakan hanya mengandalkan limbah-limbah bangunan tempatnya bekerja. Ia menambahkan, keramik menghasilkan bunyi yang memiliki tingkatan nada menyerupai musik gamelan dari bambu. Akan tetapi suara yang dihasilkan dari keramik sangat dan nyaring.

Pemberitaan mengenai alat musik gamelan dari keramik ini mulai mencuat ketika sang anak mengunggah videonya tengah piawai memainkan alat musik tersebut. Kontan saja postingan tersebut menuai berbagai tanggapan positif dari netizen. “Saya juga kaget, awalnya cuma iseng-iseng saja dan karena memang suka dengan gamelan,” ujarnya.

Perbekal Desa Anturan Made Budi Arsana sangat mengapresiasi ide kreatif warganya yang mampu memanfaatkan limbah menjadi benda bernilai seni tinggi. “Ke depan akan saya kembangkan menjadi sekaa gong dari keramik dan barang-barang bekas di bawah PKK Anturan,” jelasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top