Buleleng

Sistem Minapadi Beri Keuntungan untuk Petani

ikan nila yang berhasil dipanen

Semua kegiatan dalam usaha membangun Buleleng agar dapat berintegrasi antar SKPD dan sektor lain di lingkup pemerintah Kabupaten Buleleng. Atas dasar itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Ir. Nyoman Swatantra,MMA., bersama Dinas Perikanan dan Kelautan bekerja sama dalam meningkatkan produksi dan penghasilan petani dengan sistem minapadi.

nyoman-swatantra

Ir. Nyoman Swatantra, MMA.

Menurut Swatantra, sebelumnya petani di Buleleng menanam padi dengan sistem jajar legowo yang memungkinkan diversifikasi dengan ikan air tawar. “Ini merupakan usaha kami untuk memanfaatkan ketersediaan lahan yang ada,” jelasnya. Dua wilayah yang telah mengembangkan sistem minapadi adalah subak di Desa Ringdikit dan subak Manuksesa di Desa Bebetin. Ia menambahkan tujuan diterapkannya sistem tersebut untuk meningkatkan produktivitas petani setempat.

Penggabungan teknik budidaya pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan air tawar di areal persawahan ini pun dinilai mampu menambahkan penghasilan petani dengan potensi lahan seluas 40 hektar dan 70 KK petani. Pengembangan metode penanaman model jajar legowo yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan jenis nila ini memberikan berbagai keuntungan bagi para anggota kelompok. “Ketika panen petani tidak mendapat padi tetapi juga ikan yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun untuk dijual,” jelasnya. Agar pemeliharaan ikan tidak menganggu pertumbuhan padi petani mempunyai teknik tersendiri. “Pada saat padi butuh air, ikan akan ditebar, namun ketika padi tidak butuh air, ikan akan dimasukkan ke dalam kolam kecil di areal persawahan,” tegasnya.

Selain itu, keuntungan yang diperoleh adalah peningkatan kesuburan tanah sebab dari kotoran ikan dan sisa makanan dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk. “Pakan ikan hanya memanfaatkan yang ada diareal tersebut, petani belum mau memberikan pakan tambahan,” ungkapnya. Hal yang sangat menarik dalam penerapan sistem tersebut menurutnya, serangan penyakit berupa BLAS yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea tidak nampak pada padi. “Penyakit yang menyerang daun berupa bercak-bercak coklat tidak ada lagi,” imbuhnya.

Rencananya, Distanak akan mengembangkan sistem minapadi di beberapa daerah lagi di kabupaten Buleleng seperti daerah Sambangan dan Panji. Akan tetapi, untuk dapat menerapkan sitem tersebut, petani dilarang menggunakan pestisida dalam pemeliharaan padi sehingga tidak membahayakan ikan-ikan yang ada di dalamnya. “Tugas kami ada mencari daerah-daerah yang tidak terlalu tercemar pestisida dan daerah tersebut sudah kami kembangkan penanaman padi organik,” ungkapnya.

Swatantra menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan sistem minapadi di areal persawahan. Memiliki potensi dan memiliki pola tanam teratur adalah hal penting yang harus diperhatikan. “Jarak tanam harus bagus, pola jajar legowo dengan 2:1,” tambahnya. Selain itu, sumber air juga harus tetap teratur dan yang paling penting adalah kesiapan dari petani itu sendiri. Ke depan pihaknya sangat berharap petani dapat mengurangi pemanfaatan pestisida dan beralih menanam padi secara organik. “Kami akan upayakan seberapa besar potensi yang memiliki peluang untuk dikembangkan minapadi di Buleleng,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

To Top