Kuliner

Fruit Carving  Kreasi Siswa SMK

Mengukir buah kini menjadi ajang yang sangat diminati remaja, bahkan remaja putri. Inilah yang terlihat dalam ajang fruit carving yang digelar dalam rangkaian Denpasar Festival 2016, pekan lalu di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.  Sebanyak 136 siswa dari SMK di Denpasar berkompetisi menunjukkan kreativitas mereka dalam mengukir aneka buah.

Menurut salah satu juri, chef  Ida Bagus Parwata, untuk tema lomba sengaja dibebaskan agar para peserta dapat berkreasi  dengan lebih maksimal. Untuk waktu lomba juga sangat panjang selama 3 jam.

Ia menilai, sebagian besar peserta membuat ukiran yang sudah biasa, seperti bunga  dan tapel (topeng).  Namun, walaupun kreativitas bunga dan tapel sudah menjadi tema yang biasa, bagi  mantan Ketua Indonesian  Chef Association  (ICA) Bali ini,  hasil dari siswa SMK ini patut diberi anjungan jempol. Artinya, walaupun masih berstatus siswa, mereka bisa menampilkan kreasi yang menarik, walaupun belum sempurna. Bahkan, ia mengatakan, kreasi mereka tak kalah dengan para chef hotel. Malah, ia melihat, beberapa peserta sangat mahir dan profesional. “Dari 136 peserta, saya lihat ada 10 orang yang sangat mahir,” ujarnya. Namun, kata dia, mereka masih minim ide.  Ia berharap ke depannya, kreativitas dan ide harus terus ditingkatkan, tidak hanya membuat  tema yang sudah biasa, tapi terus menggali ide-ide baru.

Untuk menarik peserta, kategori lomba dibedakan atas putra dan putri. Namun, dari keseluruhan, ia menilai, hasil karya peserta siswa memang lebih bagus. “Ada detil-detil yang memang agak sulit dikerjakan peserta perempuan. Apalagi, saat lomba peserta duduk di bawah, tentu hal ini juga menyulitkan mereka bekerja dengan baik,” katanya.

Ida Bagus Parwata mengatakan, untuk membuat ukiran buah yang baik diperlukan feeling yang tajam, selain kreativitas dan seni. Untuk peralatan juga sangat menunjang. “Saat ini, sudah banyak tersedia peralatan mengukir buah, mulai dari yang tipis sampai yang besar dan tajam. Beda dengan dulu, alat  kita buat sendiri,” ujar lelaki yang pernah bekerja sebagai  chef di  Bali Tropic ini.  Namun, ia yakin, dengan latihan rutin dan terus –menerus, keterampilan  tangan  para siswa SMK ini, akan terus semakin baik. (wirati.astiti@cybertokoh.com).

To Top