Griya

Konsep Rumah Keluarga

Konsep sebuah rumah tinggal, umumnya akan menjawab segala kebutuhan penghuninya. Hal itu pula yang akhirnya melahirkan sebuah konsep rumah keluarga pada rumah tinggal pasutri AA Bagus Ngurah Agung, S.H., M.M.- AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. di kawasan Denpasar.

Dari penataan rumah ini, terlihat sekali ada pembatasan antara ruang privat dan ruang-ruang yang memang difungsikan untuk aktivitas bersama (publik). Sebut saja wantilan, sebuah ruang terbuka yang berukuran cukup luas yang dilengkapi dengan beberapa meja dan kursi, terletak pada sisi timur. Area ini difungsikan sebagai tempat menerima tamu, tempat rapat/diskusi, dsb. , baik bagi pasutri tersebut juga anak-anaknya. “Apalagi saya yang banyak punya organisasi, di sini saya pakai sebagai base camp. Siapa saja yang datang kesini sudah biasa beraktivitas di sini walaupun saya tidak ada di rumah, jadi sudah seperti keluarga,” ucap Tini Gorda.

Antara bangunan wantilan ini dengan bangunan lain yang bersifat privat dipisahkan dengan hamparan ruang terbuka hijau yang ditata dengan apik. “Jadi dengan konsep rumah keluarga ini, kami bisa tetap berkegiatan di rumah, tanpa mengganggu ruang privat kami dalam keluarga. Inilah yang kami sebut rumah bertumbuh,” jelasnya.

Di area taman ini ditanam beberapa tanaman besar sebagai peneduh, juga beberapa tanaman bunga untuk sembahyang. Flow pada taman ini pun dipertegas dengan hadirnya jalan setapak dari batu sikat.

Selain itu, ada juga wantilan kecil yang berada di dekat tempat suci. Pemanfaatannya sama untuk tempat diskusi/rapat, namun sifatnya lebih privat. “Biasanya kalau kami membahas tentang kebijakan, disini,” imbuhnya. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

griya2    griya3

griya4    griya5

To Top