Bunda & Ananda

Mengenal Baby Blues Syndrome

Dayu Andayani

Nadira mengunjungi salah seorang temannya yang baru melahirkan. Melihat temannya itu menggendong bayi dengan wajah penuh keceriaan, Nadira jadi teringat pengalaman yang pernah ia alami setelah melahirkan.

“Aku mengalami baby blues syndrome. Perasaan selalu cemas. Hampir seminggu aku stres. Pengalaman ini ternyata banyak dialami wanita yang baru melahirkan. Makanya, tiap mengunjungi teman yang melahirkan, aku selalu menanyakan apakah mereka mengalami hal yang sama denganku,” ujar ibu satu putri ini.

Baby blues syndrome atau postpartum distress syndrome adalah gangguan psikologis berupa sedih, cemas dan emosi meningkat yang dialami sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan khususnya bayi pertama . Biasanya terjadi pada 2 minggu pertama setelah melahirkan . Namun, terlihat lebih berat pada hari 3 dan hari 4 , apalagi si ibu dan bayi kembali ke rumah dan si ibu mulai merawat bayinya sendiri .

“Sampai saat ini masih jelas terungkap penyebab gangguan tersebut. Tetapi beberapa ahli menduga baby blues syndrome terjadi karena tubuh si ibu sedang mengalami perubahan secara fisik dan hormon-hormon dalam tubuh juga mengalami perubahan-perubahan yang besar ditambah kelelahan yang baru dialami saat melahirkan sehingga membuat siibu tak tenang,” ujar  dr. Ida Ayu Putu Andayani, SpOG.

Dokter yang praktik di RSIA Puri Bunda dan Apotik Jepun Bali ini menuturkan, perubahan fisik seperti payudara yang membengkak, rasa sakit di daerah lahir dan di rahim ikut memicu terjadinya baby blues syndrome. Penyebabnya adalah rasa lelah yang dirasakan. Jika kondisi ini dialami lebih dari 2 minggu, ibu tersebut  sangat memerlukan perhatian suami dan dukungan keluarga dan sudah perlu dikhawatirkan.

Seorang wanita dengan baby blues syndrome bisa menangis lebih mudah dari biasanya dan mungkin mengalami kesulitan tidur atau merasa marah, sedih, dan “gelisah” emosional.  Namun, kondisi ini tidak mengganggu kemampuan seorang wanita untuk merawat bayinya.

Gangguan postpartum kecemasan adalah gangguan yang terpisah dari depresi postpartum, tetapi dua sering terjadi bersama-sama. Jika setelah melahirkan mengalami depresi postpartum, mungkin karena ada khawatir tentang kesehatan bayi dan kesejahteraan.

“Untuk baby blues syndrome mungkin tidak ada pengobatan khusus karena kondisi hilang dengan membaik sendirinya dan biasanya tidak menyebabkan gejala berat. Jika gejala tidak hilang dalam waktu dua minggu, hubungi ahli kesehatan Anda,” ujar dr. Dayu.

Ia menyarankan wanita yang mengalami baby blues syndrome agar didampingi anggota keluarga dan teman-teman yang mendukung, dan meminta bantuan mereka dalam merawat bayi. Jangan berharap terlalu banyak dari diri sendiri. Jangan khawatir terlalu banyak tentang pekerjaan rumah tangga. Tanyakan teman-teman dan keluarga untuk membantu. Bicaralah dengan ibu-ibu lain terutama yang pernah mengalami. Penderita dapat belajar satu sama lain, dan pengalaman mereka dapat meyakinkan.

Dokter spesialis kandungan yang hobi travelling ini memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari baby blues syndrome. Lakukan persiapan yang matang sebelum melahirkan. Persiapan ini bisa meliputi persiapan fisik (perlengkapan bayi, dana,dll) maupun persiapan mental. “Seorang ibu yang sudah matang dan siap dalam menghadapi persalinan, maka mental ibu akan terasah ketika ibu memiliki buah hati baru,” tegasnya.

Ibu hamil juga perlu melengkapi pengetahuan tentang perawatan dan kesehatan seputar bayi. Pengetahuan bisa didapat melalui buku, majalah, forum atau situs-situ bayi. Ibu yang telah siap dalam melakukan perawatan bayi dan telah paham betul bagaimana cara membesarkan bayi dengan benar akan terhindar dari baby blues syndrome.

Dukungan keluarga sangat penting terutama dari suami guna menghindarkan ibu terkena baby blues syndrome. Berkeluh kesahlah pada suami, berbagi tugas dan tanggung jawablah dengan suami akan meringankan beban ibu. Berisitirahatlah selagi ada kesempatan untuk beristirahat. Merawat bayi memerlukan perhatian ekstra. Perlu tenaga dan pikiran yang tidak sedikit yang dapat membuat ibu sangat letih. Oleh karena itu jika ada waktu istirahat manfaatkan dengan baik, atau mintalah pengasuhan sebentar baik oleh suami atau keluarga lainnya

Perhatikan juga pola makan selama kehamilan. Jaga kecukupan nutrisi dan vitamin bagi. Selain untuk kualitas ASI, nutrisi dan vitamin yang terpenuhi akan membuat ibu makin tampil sehat pula. Tips lainnya, Buang jauh-jauh perasaan negatif tentang apa pun itu. Hidup akan terasa ringan jika kita selalu berpikiran positif. Jangan lupa berdoa, berserahlah kepada Yang Maha Kuasa karena segala sesuatu sudah diatur Tuhan. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

To Top