Kolom

Seribu Tangan Ibu

Made Padma Dewi Bajirani

Suara kokokan ayam mulai terdengar, cahaya matahari menyertai, memberikan bias-bias pada asap dapur yang membumbung. Suara cobek beradu, gesekan wajan dan sutilnya menambah semarak pagi. Aroma gurih terhembus sampai rumah seberang. Suara lantang anak mencari bendanya yang hilang, saat terburu waktu akan berangkat sekolah. Siapkan sarapan, bekerja untuk dapat melanjutkan esok hari, menyisihkan rupiah untuk waktu kedepan dan cita-cita anaknya. Sejenak beristirahat dan kembali beraksi dengan tugas domestik lainnya. Sepertinya banyak hal dapat dibereskan dalam satu waktu. Julukan “the power of emak-emak”, disebutkan dalam kekinian.

Ibu, tergambarkan sebagai sosok yang aktif dan produktif. Peranan seorang ibu tidak lagi sebatas menjadi istri bagi suami, ataupun ibu dari anak-anaknya. Banyak kewajiban yang dijalankannya, mulai dari kegiatan rumah tangga, membantu keuangan keluarga dengan membuka usaha atau bekerja, dan kegiatan dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Dalam sehari banyak kegiatan yang terselesaikan, melompat dari satu kegitan ke kegitan lainnya. Terlihat cekatan dan penuh energi, dan salah satunya adalah Anda yang sedang membaca ini.

Seputar kekuatan tentang ibu. Lebih dari 50% ibu- ibu mampu mengerjakan beberapa hal berbeda dalam satu waktu, terhitung sejak bangun tidur. Multitasking adalah istilah yang biasa digunakan untuk kemampuan tersebut. Kondisi tersebut tentunya akan memunculkan suasana emosi yang berbeda pula pada setiap ibu.

Apa yang Ibu rasakan?. Belakangan ini sebagian besar ibu cenderung bekerja. Terlihatnya memang berat, namun ternyata hasil studi menunjukkan bahwa ibu yang bekerja  akan memiliki peluang yang rendah terhadap depresi. Multitasking juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk melatih kecekatan dan integrasi antar panca indra dalam menyelesaikan banyaknya tugas termasuk manajemen waktu. Dari kemampuan ibu tersebut, terlahirlah keberhasilan dalam sebuah keluarga.

Hal terpenting adalah seberapa berkualitas pekerjaan yang diselesaikan. Ketika mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, akan terlihat banyak tugas yang terselesaikan. Namun dibalik semua itu, multitasking juga menjadikan seseorang kurang maksimal dalam kualitas kerjanya. Tidak jarang multitasking juga dapat memunculkan stres dan emosi negatif seperti marah, sedih, kecewa, dan lainnya. Biasanya kondisi tersebut juga muncul ketika para ibu melakukan pekerjaan multiple dalam situasi terbuka seperti lingkungan masyarakat. Hal ini terjadi karena para ibu cenderung berusaha melakukan hal yang terbaik dan ingin menampilkan diri sebagai ibu yang baik dan handal. Tentunya ibu ingin mendapatkan penilaian yang baik dari lingkungannya.

Apa yang bisa ibu lakukan ketika muncul tanda kelelahan? Mencoba asertif (mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan harapan secara jujur) dengan cara yang positif. Ketika tangan-tangan mulai pegal, komunikasikanlah dengan anggota keluarga seperti suami atau anak, untuk ikut serta membantu pekerjaan-pekerjaan ibu.

Setiap hari adalah hari ibu, selamat hari ibu… Berbahagialah dengan “seribu tangan ibu”…

 

 

Made Padma Dewi Bajirani

Mahasiswi Magister Psikologi
Profesi Bidang Klinis,
Universitas Gadjah Mada

To Top