Jelita

Kulit lebih Mulus Sambut Tahun 2017

dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.

 Salah satu masalah utama kulit tubuh kita yang mengganggu penampilan adalah stretch mark dan selulit. Kedua masalah kulit ini sebenarnya tidak membahayakan kesehatan, tapi bisa meruntuhkan kepercayaan diri seseorang. Stretch mark dan selulit merupakan kasus yang sering terjadi, namunumumnya orang masih sering salah dalam penamaannya.

 Stretch marks adalah garis-garis berwarna putih pada kulit, yang muncul akibat  peregangan yang drastis dan elastisitas kulit rendah. Stretch mark merupakan tanda garis tidak beraturan berwarna kemerahan atau putih akibat menipis dan pecahnya permukaan kulit. Ketika elastisitas kulit dipaksa meregang secara drastis sepeti perubahan berat badan mendadak dari kurus menjadi gemuk atau sebaliknya, saat wanita hamil atau bisa juga karena pemakaian obat-obatan yang mengandung            steroid. Begitu disampikan oleh dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K., Owner DNI Skin Centre ini.

Dikatakannya biasanya stretch marks dijumpai pada perut, paha, pinggul, payudara, lengan atas dan punggung bawah, pada wanita maupun pria.. Stretch marks diawali garis-garis kemerahan, selanjutnya jika tidak diatasi menjadi garis putih atau silver.

“Genetik adalah faktor utama  seseorang mengalami stretch mark. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology menemukan, ilmuwan meneliti DNA 33 ribu wanita dengan 4.967 di antaranya adalah wanita hamil dengan stretch marks.Hasilnya, sebanyak 40 % wanita dengan stretch mark  mengalami peningkatan empat gen spesifik, yakni ELN, SRPX, HMCN1 dan TMEM18,” ujar dosen Ilmu kesehatan Kulit FK Unud/ RS Sanglah, yang saat ini sedang pendidikan S3 doktor ilmu kedokteran FK Unair, Surabaya.

ELN alias elastin, yang paling erat kaitannya dengan stretch mark, terutama yang berkembang selama masa kehamilan. Elastin merupakan komponen utama dari serat elastis, yang membantu jaringan meregangkan dan menarik kulit. Namun, pada beberapa orang lebih mungkin mendapatkan stretch mark dibanding yang lain.

Selain faktor genetik, stretch mark dapat juga dipengaruhi kekeringan dan tisitas kulit,  dan untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan menggunakan pelembab sesering mungkin, terutama pada bumil. Sehingga, peregangan kulit karena membesarnya perut tidak menyebabkan stretch mark. Saat ini belum terdapat terapi yang paling memuaskan untuk menghilangkan stretch mark. “Umumnya terapi berupa krim dan perawatan berupa laser, microdermabrasi atau peeling, dermaroller atau tanam benang umumnya mampu memperbaiki 40-60% saja,” ujar dokter Darma .

Penggunaan krim stretch mark yang umumnya mengandung asam vitamin A cukup efektif dalam mengatasi stretch mark terutama  jika masih berwarna kemerahan. Penggunaan alat microdermabrasi yaitu prosedur yang menggunakan perangkat genggam tangan untuk meniupkan kristal abrasif ke dalam kulit. Dengan, lembut menghilangkan lapisan kulit terluar dan memicu pertumbuhan kulit baru, yang lebih elastis. Perawatan laser yaitu berupa terapi cahaya yang bersifat intens merangsang kolagen, elastin dan produksi melanin. Salah satu pilihan yang paling efektif adalah terapi cahaya yang bisa mengobati stretch mark yang sudah lama muncul di kulit Anda. Terapi ini juga dapat memicu perubahan pigmen kulit pada pasien berkulit gelap.

Berbeda dengan stretch mark,selulit merupakan kondisi hadirnya lemak di bawah permukaan kulit. Lemak ini secara kentara muncul karena mendorong jaringan ikat di atasnya. Hal inilah yang menyebabkan permukaan kulit jadi nampak bergelombang atau tidak rata. Selulit, umumnya terjadi lebih banyak pada wanita dibandingkan pria dan bersifat genetis.  Jika ada anggota keluarga yang memiliki selulit, besar kemungkinan wanita lain di keluarga tersebut pun memiliki selulit. Meski tidak berbahaya, banyak orang ingin menyingkirkannya karena membuat permukaan kulit jadi tidak indah dipandang. Apalagi selulit sering hadir di pinggang, bokong, paha belakang, dan payudara.

Selulit kata dokter Darma b ukan hanya ada pada tubuh orang gemuk, orang kurus juga bisa memilikinya. Ada faktor lain yang bisa menyebabkan selulit hadir yakni diet yang buruk, metabolisme tubuh melambat, perubahan hormon, aktivitas fisik yang kurang, dehidrasi, jumlah lemak tubuh, serta ketebalan dan warna kulit. Penyebab dari masalah selulit ini adalah hiperestrogenisme atau kelebihan hormon wanita, inflamasi atau peradangan, dan juga penumpukkan cairan dan perubahan yang terjadi secara mikroskopis di dalam suatu jaringan ikat kulit dan juga lemak.

Secara umum banyak orang mengira selulit itu hanya berupa kondisi permukaan kulit tidak merata alias bergelombang. Padahal, tidak semua tipe selulit seperti itu. Berdasarkan tipenya selulit dapat menjadi selulit adipose, yaitu bentuk selulit yang halus tidak terlalu kentara. Kedua, selulit oedematous. Ini terjadi karena retensi cairan tubuh biasa terjadi pada kulit kendur. Ketiga, tipe selulit fibrotik. Ini adalah kondisi selulit yang sudah nampak terlihat jelas lemak di bawah permukaan kulit.

Untuk mencegah selulit datang ada baiknya untuk rutin melakukan olahraga. Lari, jalan cepat, dan renang merupakan bentuk olahraga yang terbaik untuk meningkatkan aliran darah serta mengendurkan jaringan lemak di bawah permukaan kulit. Umumnya selulit tidak dapat dihilangkan sampai total menghilang seperti kulit normal. Selulit berada di bawah epidermis, sehingga ketika Anda menggunakan krim perawatan. Meski krim ini dapat membantu seseorang menghilangkan selulit secara kasat mata, tapi tidak secara keseluruhan.

Masih ada kemungkinan selulit muncul kembali.Mengaplikasikan produk-produk antiselulit usai olahraga membantu menyamarkan selulit yang ada.Salah satu kandungan penting dalam produk yang mengatasi selulit adalah centella asiatica. Kandungan makromolekul di dalamnya membantu membuat kulit jadi lebih elasatis. Lalu perlu juga mengandung ginko biloba yang kaya antioksidan untuk mengoksidasi sel-sel lemak di bawah permukaan kulit.

Selain berolahraga, asupan makanan yang sehat berperan penting menjaga berat badan. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya selulit di paha Anda. Konsumsi banyak buah dan sayur, protein dari kacang-kacangan, lemak sehat. Tindakan lain yang saat ini dapat memebantu mengurangi selulit adalah subscision, injeksi mesotherapy lemak dan penggunaan laser. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

 

 

 

 

To Top