Connect with us

Woman on Top

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.: Harus Pintar Bagi Waktu

Published

on

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. dan suami

Ia satu-satunya lurah perempuan di Gianyar. Perempuan kelahiran 23 Juni 1983 ini adalah Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. Ia mulai menjabat sebagai Lurah Abianbase, Gianyar, sejak Juni 2013. “Program per tahun kami beda-beda. Untuk tahun ini di Abianbase programnya pemberantasan sarang nyamuk karena demam berdarah masih mewabah. Sepertinya akan terus berlangsung tergantung cuaca dan cara kita membersihkan lingkungan,” ujar perempuan jebolan STPDN yang akrab disapa Ari ini.

Selain fogging dari pemerintah, program PSN ini terus dilakukan bersama-sama ke masyarakat menyalurkan bubuk abate. Karena menurutnya, jika fogging hanya memberantas yang bersifat sementara. Makanya dia getol mengintensifkan program PSN ini untuk memberantas dari jentik sehingga nyamuk tak sampai berkembangbiak. “Kami turun bersama petugas Jumantik yang ada di tiap lingkungan, memerikasa tempat-tempat penampungan air. Jika positif isi jentik diberikan bubuk abate,” ucapnya.

Petugas Jumantik ini tak turun sendiri ke masyarakat. Mereka juga didampingi pihak kelurahan, bidan puskesmas pembantu, dan DKP sebagai Bapak Asuh. “Tiap SKPD di Kabupaten Gianyar memiliki anak asuh, dan DKP adalah Bapak Asuh kami,” jelasnya.

BACA  Ikuti Jejak Ayah

MASIH KUCING-KUCINGAN

Advertisement

Prioritas berikutnya adalah pendataan penduduk pendatang, karena Abianbase adalah salah satu kelurahan penyanding kota, wilayahnya bersebelahan dengan Kelurahan Gianyar. “Misalnya penduduk yang memiliki KTP di luar Gianyar, kami wajibkan untuk membuat kartu identitas sementara (kipem),” ucapnya.

Pendataan penduduk pendatang ini pun masih tetap menjadi programnya di tahun 2017, karena kondisi itu selalu ada. Persentase untuk penduduk pendatang ini bahkan dikatakannya agak tinggi hampir 30% lebih. Mereka rata-rata pekerja dan berkeluarga, dan sebagian kecilnya pelajar. Terkait kependudukan ini, Ari mengaku masih banyak penduduk pendatang yang masih kucing-kucingan alias sembunyi-sembunyi dengan petugas saat dilakukan sidak. Untuk itu, kini ia sudah mengganti jam-jam sidak.

Selanjutnya, Ari melirik potensi keterampilan masyarakat yang  ada di wilayahnya. Di Kelurahan Abianbase ada 4 lingkungan yang terdiri atas 5 banjar. Rata-rata di tiap lingkungan ini ada pembuat rempeyek. Mereka berkelompok ada yang juga mandiri. Untuk meningkatkan kemampuan berproduksi, pihaknya memberikan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja, baik dari pihak kabupaten maupun provinsi. Kelompok  yang dikerjakan sebagian besar ibu rumah tangga ini mendapat bantuan teori, alat, dan praktik. Pemasarannya rempeyek seran-seran yang berbentuk bulat lempeng kecil berbahan kacang merah ini bisa didapatkan di warung-warung dan pasar di Gianyar, bahkan pemasarannya hingga ke Denpasar.

BACA  Sri Sumahardani Segera Luncurkan Buku Serial "Service A La Carte"

Ke depannya,  ia ingin para pembuat rempeyek ini memiliki sebuah wadah seperti koperasi agar semua terakomodasi disana. “Jadi bisa diwadahi koperasi untuk pendistribusian dalam jumlah besar,” harapnya, sembari mengatakan untuk pertanian, kangkung Abianbase juga lumayan terkenal, petik kangkung di lahan dan langsung dikirim ke pasar tiap hari.

Selain itu, ada banyak pelatihan yang juga dilaksanakan. Seperti, pelatihan untuk para pecalang, juga kursus tata rias, bekerjasama dengan dinas tenaga kerja kabupaten untuk kelompok rempeyek, karena di Abianbase, industri kecil itu lumayan banyak, hanya saja tidak tampak karena home industry.

Advertisement

Sebagai istri dari I Gede Arimbawa, S.E. dan ibu dari seorang putri, Putu Indira Putri Maharani, tentunya Ari harus pintar-pintar membagi waktu. Antara pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat.  “Saat jam dinas sebagai lurah di kantor. Ada kegiatan adat saya sebagai masyarakat, dan  di rumah sebagai ibu. Bekerja sesuai jam kerja , namun di luar jam itu banyak juga pekerjaan atau panggilan-panggilan yang tidak bisa ditolak. HP saya on 24 jam,” ucapnya tersenyum. Syukurnya, keluarga mengerti kondisi dan profesinya sebagai lurah yang harus mengayomi 1500an warga. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

BACA  "Langkah Awal Menuju Zero Complain" #1 (Bagian Pertama)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Woman on Top

Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan di Sektor Publik dan Swasta, Begini Pesan Menteri PPPA

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA), PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) sepakat mendorong penguatan kepemimpinan perempuan Indonesia di ranah publik dan swasta. Ketiga pihak menyerukan hal tersebut di dalam acara webinar bertema “Pentingnya Kepemimpinan Perempuan dalam Sektor Publik dan Privat”, Kamis (30/9) yang dipantau dari Denpasar. Menurut mereka, kaum perempuan Indonesia memiliki peranan yang penting dalam memajukan dan menumbuhkan perekonomian negara.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian agenda menyambut pelaksanaan “G20 Presidensi Indonesia 2022”, di mana Indonesia juga akan memegang posisi presidensi untuk Forum G20 Empower. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga hadir secara online membuka webinar yang menampilkan narasumber Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan, Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, serta Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Bintang Puspayoga mengatakan, berbagai tantangan masih dihadapi para perempuan di Indonesia seperti  diskriminasi, stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi dan bahkan kekerasan. Oleh karenanya akses, partisipasi, kontrol dan manfaat perlu terus diperluas agar perempuan di dunia usaha bisa terus berkontribusi dalam pembangunan dan bisa menjadi bagian solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.

Advertisement

“Berbagai praktik baik tentang kepemimpinan perempuan dan berbagai program-program terobosan yang dilakukan oleh dunia usaha dalam pemberdayaan perempuan perlu terus dipromosikan agar peran dan kontribusi perempuan dapat terus dikenali dalam proses kepemimpinan di sektor publik maupun swasta,” ujarnya.

BACA  "Langkah Awal Menuju Zero Complain" #1 (Bagian Pertama)

Menteri PPPA menambahkan, Presiden Joko Widodo telah memberikan lima arahan prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam kurun waktu 2020-2024. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai hulu dari berbagai persoalan pemberdayaan perempuan. Hal ini bisa memperkuat relasi kuasa dengan laki-laki, sehingga perempuan tidak terjebak dalam lingkar kekerasan dan kemiskinan. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan akan memberikan multiplier effect karena selain memberdayakan perempuan itu sendiri, juga akan berkontribusi besar terhadap kesejahteraan keluarga, bahkan bangsa.

Sementara itu Indra Gunawan menyampaikan bahwa Kementerian PPPA bersama dengan XL Axiata dan IWAPI menjadi focal point dalam mempromosikan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha melalui G20 EMPOWER. Melalui aliansi ini Indonesia ingin mempromosikan praktik baik dari perusahaan maupun pemerintah dalam mendorong kepemimpinan perempuan. Indonesia juga telah memiliki advocate dari sektor privat yang terlibat dalam mempromosikan peran kepemimpinan yang berperspektif gender dalam perusahaan.

Menurutnya, inisiatif kesetaraan gender ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai perusahaan serta pemerintahan secara global dan nasional. Semakin hari semakin banyak perusahaan yang sadar dengan prioritas kesetaraan gender untuk mendorong inklusivitas, sekaligus meningkatkan produktivitas, profitabilitas, serta menjamin kesinambungan sumberdaya manusia, khususnya dalam jabatan managerial. Salah satu manfaat riil dari gender equality yang telah banyak dialami organisasi adalah tersedianya sumberdaya manusia untuk mendukung perkembangan dan mengoptimalkan kinerja dari organisasi atau perusahaan.

BACA  A.A. Sagung Rat Mudiani: Menari sebagai Panggilan Hati

Terkait hal ini, pada G20 Presidensi Indonesia 2022, G20 EMPOWER Indonesia akan membawa tiga tema utama. Pertama, meningkatkan akuntabilitas perusahaan dalam pencapain Key Performance Indicators untuk peningkatan peran perempuan. Kedua, memiliki program untuk mendorong peran UKM milik perempuan sebagai penggerak ekonomi. Ketiga, membangun dan meningkatkan ketahanan digital dan skill perempuan dalam model kerja yang akan datang.

Advertisement

Selain itu, ada beberapa isu yang akan dibahas sebagai bagian dari tema G20 EMPOWER, antara lain mengenai kepemimpinan perempuan di sektor publik dan privat, perempuan dan kesempatan pengembangan karir; serta kesetaraan, peran, kesempatan dan posisi perempuan dalam sektor publik dan privat. Kemudian juga ada terkait tentang peran perempuan dalam industri yang didominasi laki-laki (khususnya isu STEM).

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini memaparkan pengalaman perusahaannya dalam menerapkan kebijakan terkait kesetaraan gender dan dukungan kepada karyawan untuk mencapai level pimpinan perusahaan. Menurutnya, bagi XL Axiata yang merupakan perusahaan berbasis digital, keragaman talent memang diperlukan. Apalagi, berdasarkan penelitian, adanya perempuan di posisi pimpinan perusahaan akan meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan. Karena itu, kesetaraan gender di XL Axiata menjadi kebijakan dan agenda perusahaan.

BACA  HUT ke-4 Ode-nant Textile: Segera Buka Ode-nant Online

“Sejumlah program kemudian kami buat untuk mendorong karyawan perempuan untuk membangun karir hingga posisi pimpinan, bahkan mulai perekrutan tidak ada diskriminasi gender. Bahkan, ada program bimbingan khusus bagi talent perempuan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan karirnya. Hasil dari kebijakan yang pro kesetaraan gender di XL Axiata tersebut telah membuahkan hasil positif. Saat ini ada dua perempuan yang menduduki posisi sebagai direktur. Selain itu, 30% posisi leader dipegang oleh perempuan. Lebih dari itu, karyawan perempuan menjadi lebih loyal, di mana perempuan yang berpindah ke perusahaan lain lebih sedikit di banding karyawan pria,” tambah Dian.

Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi menyampaikan, tantangan dalam upaya pemberdayaan perempuan adalah budaya patriarki yang masih kental yang menjadi beban ganda bagi perempuan dalam wujud stigma, stereotype, dan glass ceiling effect yang menghambat kemajuan karir perempuan. Padahal menurutnya, perusahaan yang menerapkan keseteraan gender pada karyawannya akan mendapatkan berbagai keuntungan yang bisa meningkatkan kinerjanya. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Woman on Top

Segini Persentase Perempuan Duduki Posisi Manajerial

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan berlangsung pada 26 Agustus 2021 di Santa Margherita Ligure, Italia. Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Hadriani Uli Silalahi dan Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini turut hadir secara langsung dalam konferensi tersebut mewakili Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Selain itu turut hadir Direktur & Chief Strategic Transformation & Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya dan Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Rinawati Prihatiningsih selaku chair dan co-chair dari G20 Empower.

Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan ini adalah yang pertama kali diadakan sejak G20 dibentuk. Tujuan dari konferensi ini adalah menciptakan momen untuk memfokuskan perhatian secara transversal pada isu pemberdayaan perempuan, menyatukan pemerintah dan aktor non-pemerintah.

Advertisement

Kehadiran 4 orang perwakilan Indonesia dalam konferensi di Italia diantaranya adalah untuk menyampaikan pendapat mengenai isu perempuan sekaligus melakukan observasi dan persiapan Indonesia dalam rangka Presidensi G20 di tahun 2022 mendatang. Indonesia akan menjadi Presidensi G20 dan tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.  Indonesia sebagai Presidensi G20 akan mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Ketua Kowani Hadriani Uli Silalahi mengatakan, Presidensi G20 perlu perencanaan yang matang di tingkat Ministerial, Working Group, dan Engagement Groups baik dari segi substansi dan teknis. “Kami sebagai bagian dari Engagement Group W20, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kelancaran presidensi Indonesia di Tahun 2022. Untuk itu, kami didukung oleh Kantor Sherpa G20 Indonesia, mewakili pemerintah Indonesia menghadiri G20 Ministerial of Women Conference untuk melakukan observasi sebagai usaha persiapan,” ujarnya dalam siaran pers XL Axiata.

Uli Silalahi menambahkan, kegiatan selama di Italia, berpusat pada pemetaan proses diplomasi yang terjadi di dalam pertemuan internasional sehingga ke depannya dapat mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam masa presidensi Indonesia. “Kami juga menyaksikan bahwa seluruh delegasi memiliki komitmen kuat untuk membawa pemberdayaan gender ke tingkat yang terdepan, tanpa memandang latar belakang yang dimiliki,” ungkapnya.

BACA  A.A. Sagung Rat Mudiani: Menari sebagai Panggilan Hati

Kowani yang merupakan federasi 97 organisasi perempuan di Indonesia yang terbesar dan tertua, dengan sejarah yang panjang dalam usaha pencapaian pemberdayaan perempuan sejak tahun 1928 merasa sangat bangga dapat ikut bergabung. Seperti tema yang diusung untuk Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger”, persatuan memang sangat penting dalam usaha pencapaian tujuan bersama.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, setelah mengikuti Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang pemberdayaan perempuan di Italia, pihaknya akan terus berkomitmen untuk ikut serta secara aktif mensukseskan Presidensi G20 2022 terutama dalam hal isu perempuan dan kesetaraan gender. “Komitmen akan dimulai dengan pengembangan STEM (yaitu pembelajaran secara terintegrasi antara pengetahuan, teknologi dan matematika untuk mengembangkan kreativitas agar mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari), sesuai dengan agenda yang telah disepakati bersama dalam konferensi G20 di Italia,” jelasnya.

Advertisement

Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya selaku Chair dari G20 Empower  menambahkan, ke depannya, sektor swasta berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga masyarakat akan terus berfokus untuk meningkatkan program kepemimpinan perempuan di dunia usaha dan pengembangan talenta para pekerja perempuan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran perempuan dalam posisi pimpinan merupakan hal mendasar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara dan dapat digunakan untuk menilai daya saing suatu negara,” ujarnya.

Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Rinawati Prihatiningsih hadir memenuhi undangan Menteri “Equal Opportunities and Family”, Italy, Elena Bonetti sebagai salah satu pembicara dalam Konferensi Tingkat Menteri ini. Pada sesi dengan tema “STEM, Financial and Digital Literacy, Environment and Sustainability”, Rinawati menyampaikan, kemajuan yang signifikan untuk pemberdayaan perempuan terkait pemberdayaan di bidang STEM Literasi Keuangan dan Digital untuk perempuan dapat dicapai apabila adanya koordinasi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global dalam pelaksanaan program, kebijakan dan implementasi.

Disamping itu, pentingnya tindak lanjut berdasarkan perspektif gender dalam pengukuran, pemantauan dan evaluasi program, kebijakan dan implementasinya, sehingga dapat mempertimbangkan kesenjangan, tantangan serta peluang untuk mengatasinya serta memastikan capaian yang dihasilkan.

BACA  Ayu dan Onik: Membuka Cakrawala Baru

Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan SDA, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Co-Sherpa G20 Indonesia, Dr. Raden Edi Prio Pambudi, S.E., M.A. mengatakan salah satu isu yang dibahas dalam Ministerial Conference on Women’s Empowerment tahun 2021 adalah peran perempuan dalam kewirausahaan UMKM di masa digitalisasi. “Indonesia harus mengambil kesempatan ini untuk menaikkan kapasitas perempuan agar turut berkontribusi dalam memulihkan perekonomian melalui usaha keluarga. Dengan lebih dari 133 juta perempuan di Indonesia, menjadi modal SDM yang besar untuk menggerakkan sektor produktif,” ujarnya.

Advertisement

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Lenny N Rosalin, S.E., M.Sc, M.Fin menambahkan, Indonesia akan terus memperkuat komitmen untuk memastikan pelaksanaan pengarusutamaan gender, perlindungan hak perempuan, pemberdayaan perempuan baik itu di tingkat nasional maupun global.  “Kami akan terus mengawal isu-isu ini, bagaimana mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang pembangunan.  Kita juga siap untuk menyusun kebijakan dan program-program yang tentunya untuk menutup kesenjangan gender secara menyeluruh.  Hal ini tentunya sejalan dan menjadi bagian dari prioritas Presiden yang tertuang dalam yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020 – 2024 yang secara eksplisit dituangkan dalam Peraturan Presiden,” ujarnya.

Partisipasi aktif dan komitmen Indonesia telah diakui oleh berbagai negara di dunia. Ini merupakan momentum yang tepat untuk menciptakan peluang, membuka dialog dan berdiplomasi untuk bersama-sama berkolaborasi dengan berbagai negara dalam mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan hak perempuan dan sebagainya.

Komitmen dan semangat ini akan diwujudkan nantinya melalui presidency Indonesia pada Ministerial Conference on Women’s Empowerment 2022.  Pihaknya berharap agar seluruh elemen pemerintah, swasta, lembaga masyarakat, dunia usaha , media dan akademisi untuk dapat memanfaatkan momentum ini agar memberikan perhatian terhadap implementasi upaya-upaya pemberdayaan perempuan, mewujudkan kesetaraan gender dan memenuhi hak-hak perempuan terutama di Indonesia.

Aliansi G20 Empower yang menyatukan perwakilan sektor swasta dan mitra pemerintah dari negara-negara G20 memiliki tujuan bersama untuk mempercepat proses kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan di sektor swasta, mengidentifikasikan tindakan nyata yang harus diambil pada tiga bidang fokus utamanya. Ketiga fokus itu adalah mempromosikan produktifitas melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi untuk produksi dan ekonomi inklusif serta peningkatan kualitas pendidikan dan soft skill; meningkatkan ketahanan dan memastikan pertumbuhan; inklusif, berkelanjutan dan stabilitas.

Data yang disampaikan G20 Empower dalam Dokumen Komunike Konferensi Tingkat Menteri G20 2021 tentang pemberdayaan perempuan menunjukkan partisipasi angkatan kerja perempuan secara global hanya sebesar 38.8%, perempuan hanya menempati 27% dari semua posisi manajerial, perempuan hanya menduduki 26% kursi di dewan direksi perusahaan publik di seluruh negara OECD.

Advertisement

Selain itu, Komunike G20 Empower mempromosikan model kepemimpinan baru yang memikirkan kembali keterampilan dan kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin dan memastikan perusahaan dipimpin oleh tim yang beragam dan berkapasitas untuk menciptakan lingkungan kerja yang setara untuk semua, yang berpusat pada nilai-nilai inklusivitas, keadilan, dan keberlanjutan. Model kepemimpinan ini juga berupaya meningkatkan potensi inovasi dari tenaga kerja yang beragam, memastikan perempuan layaknya lelaki, diberikan STEM dan keterampilan lunak, sumber daya produktif, dan peluang untuk memimpin perusahaan masa depan.

Dengan mengubah kebijakan dan pendidikan, pelatihan dan budaya kerja dan dengan memanfaatkan semua alat-alat yang relevan – termasuk kerangka kerja Keberlanjutan dan Tata Kelola Lingkungan (ESG) – sektor swasta dapat mempercepat perubahan positif dalam meringankan kaum perempuan dari stereotip gender dan bias yang tidak disadari, dan pada akhirnya memberikan dampak yang abadi pada kemajuan perempuan dalam kepemimpinan di semua negara G20.

G20 Empower merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. G20 Empower sendiri bertujuan untuk membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. Keanggotan G20 Empower Indonesia saat ini diwakili oleh focal point yang terdiri dari perwakilan Kemen PPPA, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kongres Wanita Indonesia ( Kowani ), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), dan PT. XL Axiata, Tbk.

 

 

Advertisement

Continue Reading

Woman on Top

XL Axiata Dukung Kesetaraan Gender di Dunia Usaha

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menegaskan dukungan pada kesetaraan gender di dunia usaha. Berbicara di depan forum G20 Empower Indonesia – Senior Leaders Meeting on Women Empowerment, 27 Mei 2021 lalu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menyebut, sebagai implementasi penerapan kesetaraan gender, XL Axiata menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan rekrutmen dan peningkatan kompetensi tanpa batasan gender maupun perlakuan khusus berbasis gender. Proses perekrutan karyawan baru, termasuk di level pimpinan, sepenuhnya atas pertimbangan keahlian.

Dian mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender dengan memberikan peningkatan soft-skill dan menjadikan digitalisasi menjadi solusi dalam mendorong para perempuan Indonesia untuk terus dapat mewujudkan impiannya, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. “Saya yakin dengan mendukung kepemimpinan perempuan dan juga kesetaraan gender, kita dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara yang kita cintai ini, yaitu untuk Indonesia Jadi Lebih Baik,” ujarnya salam siaran pers XL Axiata.

Dian menambahkan, XL Axiata juga menyediakan program peningkatan kapasitas pegawai, seperti Axiata Champion dan Xseed Program, di mana pegawai yang terpilih mendapat kesempatan pendampingan karir. Dengan memiliki 240 pegawai di level pimpinan, 29,6% di antaranya adalah perempuan, XL Axiata hampir menutup kesenjangan sesuai dengan norma nasional sebesar 30%. Selain itu, dua orang dari enam direksi adalah perempuan, yaitu Dian, dan Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer, Yessie D. Yosetya. Yessie juga ditunjuk secara resmi menjadi chair dari G20 Empower mewakili Indonesia.

Advertisement

Selain itu, XL Axiata juga memiliki program keberlanjutan ‘Sisternet’ yang secara aktif mendorong pengembangan kapasitas para pelaku usaha perempuan Indonesia. Saat ini Sisternet berhasil mendampingi kurang lebih 40 ribu pelaku usaha. Dengan misi mendigitalkan kurang lebih 1 juta UMKM perempuan Indonesia pada tahun 2025, Sisternet menyediakan rangkaian program seperti penyediaan konten edukatif dan kelas webinar secara gratis setiap minggunya melalui aplikasi Sisternet. Sementara itu, dalam mendukung pendidikan tanpa batasan gender, XL Axiata Future Leaders hadir untuk pengembangan kepemimpinan intensif selama dua tahun untuk membina Generasi Masa Depan Indonesia. Selama lebih dari 9 tahun, XLFL menjangkau lebih dari 200.000 mahasiswa sebagai penerima manfaat, menerima 1.310 penerima beasiswa, dan lebih dari 40.000 penerima elearn.id. 51.61%% dari penerima beasiswa ini adalah perempuan.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bintang Puspayoga tersebut, dibahas langkah-langkah strategis dan penyusunan komitmen bersama baik dari sisi pemerintah maupun komitmen yang akan dilaksanakan oleh seluruh advocates dari G20 Empower Indonesia. Advocates disini adalah pemimpin perempuan di level tertinggi yang bertindak sebagai pengambil keputusan di suatu perusahaan atau asosiasi yang berkomitmen untuk berbagi praktik terbaiknya dan menjalankan visi dan pesan G20 EMPOWER yaitu mendukung kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender di dalam perusahaan, sektor, ataupun jaringan dari perusahaan Advocates tersebut. Sebanyak 25 (dua puluh lima) Advocates yang hadir di acara ini,

Selain Dian, sejumlah CEO atau pimpinan tertinggi perusahaan yang hadir antara lain adalah Noni Purnomo, Presiden Direktur PT. Bluebird Group; Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia; Ernest Hutagalung, Chief Finance Officer Telkomtesra; Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP; Chrisanti Indiana, Chief Marketing Officer Sociolla; Shinta Widjaja Kamdani, Sintesa Group; Nita Yudi, Presiden dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI); Nucha Bachri, Founder dari  Parentalk ID; serta pemimpin perusahaan lainnya.

BACA  A.A. Sagung Rat Mudiani: Menari sebagai Panggilan Hati

Pada 2022, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah G20. Sebagai salah satu persiapan keketuaan Indonesia, maka dalam pertemuan ini  Kemen PPPA dan para Advocates menyepakati akan meningkatkan partisipasi aktif seluruh pihak, melalui pelibatan praktik terbaik para pemimpin Perempuan Indonesia dari berbagai perusahaan besar untuk bergabung sebagai Advocates perwakilan Indonesia pada Aliansi G20 Empower.

“Diharapkan komitmen yang disampaikan oleh kementerian dan perusahaan para Advocates menjadi kekuatan dalam mendukung persiapan keketuaan Indonesia sebagai tuan rumah di G20 pada tahun 2022 mendatang, sehingga praktik baik yang sudah dilakukan di perusahaan para Advocates yang sudah mendukung kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender dapat dilaksanakan di perusahaan negara G20 dan non G20 lainnya,serta membawa harum nama negara yang kita cintai, yaitu Indonesia.” papar Yessie.

Advertisement

G20 Empower merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. G20 Empower sendiri bertujuan untuk membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. Keanggotan G20 Empower Indonesia saat ini diwakili oleh focal point yang terdiri dari perwakilan Kemen PPPA, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan PT. XL Axiata, Tbk. (Ngurah Budi)

BACA  "Langkah Awal Menuju Zero Complain" #1 (Bagian Pertama)

 

 

Advertisement
Continue Reading

Tren