Woman on Top

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.: Harus Pintar Bagi Waktu

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. dan suami

Ia satu-satunya lurah perempuan di Gianyar. Perempuan kelahiran 23 Juni 1983 ini adalah Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. Ia mulai menjabat sebagai Lurah Abianbase, Gianyar, sejak Juni 2013. “Program per tahun kami beda-beda. Untuk tahun ini di Abianbase programnya pemberantasan sarang nyamuk karena demam berdarah masih mewabah. Sepertinya akan terus berlangsung tergantung cuaca dan cara kita membersihkan lingkungan,” ujar perempuan jebolan STPDN yang akrab disapa Ari ini.

Selain fogging dari pemerintah, program PSN ini terus dilakukan bersama-sama ke masyarakat menyalurkan bubuk abate. Karena menurutnya, jika fogging hanya memberantas yang bersifat sementara. Makanya dia getol mengintensifkan program PSN ini untuk memberantas dari jentik sehingga nyamuk tak sampai berkembangbiak. “Kami turun bersama petugas Jumantik yang ada di tiap lingkungan, memerikasa tempat-tempat penampungan air. Jika positif isi jentik diberikan bubuk abate,” ucapnya.

Petugas Jumantik ini tak turun sendiri ke masyarakat. Mereka juga didampingi pihak kelurahan, bidan puskesmas pembantu, dan DKP sebagai Bapak Asuh. “Tiap SKPD di Kabupaten Gianyar memiliki anak asuh, dan DKP adalah Bapak Asuh kami,” jelasnya.

MASIH KUCING-KUCINGAN

Prioritas berikutnya adalah pendataan penduduk pendatang, karena Abianbase adalah salah satu kelurahan penyanding kota, wilayahnya bersebelahan dengan Kelurahan Gianyar. “Misalnya penduduk yang memiliki KTP di luar Gianyar, kami wajibkan untuk membuat kartu identitas sementara (kipem),” ucapnya.

Pendataan penduduk pendatang ini pun masih tetap menjadi programnya di tahun 2017, karena kondisi itu selalu ada. Persentase untuk penduduk pendatang ini bahkan dikatakannya agak tinggi hampir 30% lebih. Mereka rata-rata pekerja dan berkeluarga, dan sebagian kecilnya pelajar. Terkait kependudukan ini, Ari mengaku masih banyak penduduk pendatang yang masih kucing-kucingan alias sembunyi-sembunyi dengan petugas saat dilakukan sidak. Untuk itu, kini ia sudah mengganti jam-jam sidak.

Selanjutnya, Ari melirik potensi keterampilan masyarakat yang  ada di wilayahnya. Di Kelurahan Abianbase ada 4 lingkungan yang terdiri atas 5 banjar. Rata-rata di tiap lingkungan ini ada pembuat rempeyek. Mereka berkelompok ada yang juga mandiri. Untuk meningkatkan kemampuan berproduksi, pihaknya memberikan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja, baik dari pihak kabupaten maupun provinsi. Kelompok  yang dikerjakan sebagian besar ibu rumah tangga ini mendapat bantuan teori, alat, dan praktik. Pemasarannya rempeyek seran-seran yang berbentuk bulat lempeng kecil berbahan kacang merah ini bisa didapatkan di warung-warung dan pasar di Gianyar, bahkan pemasarannya hingga ke Denpasar.

Ke depannya,  ia ingin para pembuat rempeyek ini memiliki sebuah wadah seperti koperasi agar semua terakomodasi disana. “Jadi bisa diwadahi koperasi untuk pendistribusian dalam jumlah besar,” harapnya, sembari mengatakan untuk pertanian, kangkung Abianbase juga lumayan terkenal, petik kangkung di lahan dan langsung dikirim ke pasar tiap hari.

Selain itu, ada banyak pelatihan yang juga dilaksanakan. Seperti, pelatihan untuk para pecalang, juga kursus tata rias, bekerjasama dengan dinas tenaga kerja kabupaten untuk kelompok rempeyek, karena di Abianbase, industri kecil itu lumayan banyak, hanya saja tidak tampak karena home industry.

Sebagai istri dari I Gede Arimbawa, S.E. dan ibu dari seorang putri, Putu Indira Putri Maharani, tentunya Ari harus pintar-pintar membagi waktu. Antara pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat.  “Saat jam dinas sebagai lurah di kantor. Ada kegiatan adat saya sebagai masyarakat, dan  di rumah sebagai ibu. Bekerja sesuai jam kerja , namun di luar jam itu banyak juga pekerjaan atau panggilan-panggilan yang tidak bisa ditolak. HP saya on 24 jam,” ucapnya tersenyum. Syukurnya, keluarga mengerti kondisi dan profesinya sebagai lurah yang harus mengayomi 1500an warga. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top