Buleleng

Urai Kemacetan dengan Bus Sekolah

Ir. I Made Arnaya

Guna mengurai kemacetan di Kabupaten Buleleng, banyak strategi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan mengajukan pengadaan bus sekolah ke Kementrian Perhubungan RI. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan khususnya pada saat jam pulang sekolah.

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng Ir. I Made Arnaya, jam pulang sekolah adalah waktu yang paling rentan terjadi kemacetan. Ini dikarenakan setiap siswa dengan jumlah hingga ribuan akan dijemput dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. “Bisa dibayangkan jika setiap siswa dijemput dengan kendaraan pribadi, ada berapa kendaraan yang parkir di badan jalan” tanyanya.

Gayung bersambut, Arnaya menambahkan jika pengajuan bus sekolah mendapat respons positif dari Kementerian Perhubungan RI. Presentasi mengenai perkembangan dan keperluan perhubungan di Buleleng dipaparkan Kadishub Gunawan, yang disimak langsung pejabat teras di Kemenhub RI. Ketertarikan itu membuat Buleleng dibantu dua kendaraan bus. Selain tertarik dengan materi presentasi, hal lain yang diperhatikan ialah keberhasilan Dishub Buleleng beberapa kali berhasil memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN).

Bus sekolah yang rencananya akan diberikan di penghujung Desember 2016 diharapkan dapat digunakan oleh siswa-siswi dengan baik. Rencana awal Dishub Buleleng akan menggunakan bus tersebut untuk melayani siswa-siswi antar terminal sehingga rute yang dilalui hanya sebatas wilayah perkotaan. “Ya untuk di wilayah kota dulu, nanti kami akan buat rute-rutenya,” jelas pria kelahiran 29 November 1960 tersebut. Dirinya juga tidak menampik selain untuk mengurai kemacetan, keberadaan bus sekolah tersebut juga diharapkan dapat membantu menekan biaya transportasi siswa. “Tujuan lainnya adalah sosial karena bus sekolah ini digratiskan,” lanjutnya.

Di tingkat daerah pemerintah tinggal merancang penerapan bus sekolah kepada pihak memerlukan. Pihaknya juga akan mengkaji kembali keberadaan bus tersebut sebab jika memungkinkan selain siswa, bus tersebut juga dapat digunakan oleh mahasiswa dan pegawai di lingkungan Pemkab. “Kalau memungkinkan kenapa tidak? Kami diminta menyiapkan anggaran operasional Rp 150 juta. Rencana terdekat bus sekolah akan khusus melayani siswa-siswi di wilayah Kota Singaraja, utamanya antar terminal.” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

 

To Top