Buleleng

Ayo Membangun Buleleng Retorika harus Dibarengi Kerja Nyata

Cok Krisna sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Wirausaha

Dalam ilmu ekonomi diungkapkan bahwa sekecil apapun usaha yang kita buat, kita tetap menjadi bosnya. Sehebat apapun kita bekerja sebagai karyawan, kita tetap menjadi karyawan. Hal inilah yang menjadi dasar terselenggarakannya seminar nasional  “Ayo Berwirausaha, Ayo Membangun Buleleng’’ atas kerjasama Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia   Buleleng dengan Radio Singaraja 92.0 FM dan Kelompok Media Bali Post (KMB).

Dua program utama Peradah adalah kepemimpinan dan kewirausahaan. Melalui seminar nasional kewirausahaan ini Peradah ingin membangkitkan jiwa wirausaha muda dengan mengundang pembicara Gusti Ngurah Anom owner Krisna Holding.

Dipilihnya Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna ini karena merupakan salah satu dari 10 tokoh inspiratif Bali yang mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi. Menurut Ketua DPK Peradah Buleleng, I Made Bagus Andi Purnomo, seminar tersebut diharapkan dapat memberi motivasi kepada generasi muda untuk berkarya membangun Buleleng. “Cok Krisna memiliki pengalaman yang luar biasa dalam bisnis semoga ia bisa memberi vibrasi positif kepada peserta,” ungkapnya disela-sela sambutan di Gedung wantilan Krisna Oleh-oleh, Desa Temukus, Rabu (7/12).

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana seminar nasional Kadek Duwika menambahkan membangun Buleleng hanya sebatas retorika jika tidak dibarengi dengan kerja nyata. Menurutnya sebagai generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa wirausaha agar kelak dapat membuka lapangan kerja sendiri. “Setiap tahun berapa banyak orang yang merantau untuk bekerja, padahal kalau kita jeli kita bisa membuka usaha baik di desa, di kota maupun di kabupaten,” ungkapnya.

Cok Krisna menuturkan tidak ada kesuksesan tanpa ada cerita kegagalan. Beragam terobosan ide muncul dibenak Cok Krisna, dia mencoba mandiri membuka Cok Konfeksi, berlanjut Krisna Oleh-oleh sampai beberapa outlet besar didirikan di Singaraja berkembang pesat setiap tahunnnya. “Di Singaraja sudah ada lima outlet di tahun 2015. Nilai investasinya sampai miliaran. Ini untuk membangun Bali Utara lebih maju. Kami terus berekspansi dan anak pertama saya Gusti Ngurah Berlin Bramantara sudah membangun Krisna Funtastic Land,” paparnya.

Dia berharap dapat terus mengabdi untuk Bali Utara. Sistim bergotong royong secara bahu-membahu ditekankan mencari ide baru untuk mewujudkan Singaraja, yang lebih maju dan ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. “Setahun ke depan saya akan berkunjung ke desa-desa, menata kebersihan dan keamanan. Melalui seminar wirausaha ini, jangan hanya sharing saja. Tapi, hal utama adalah aksinya. Intinya semangat juangnya harus ada. Semua itu tergantung karakter. Di Singaraja, kami kami akan bangun gedung di tanah 1 hektare untuk para UKM. Aksi lebih penting dan masyarakat sudah bisa menilai sendiri,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top