Advertorial

Kedepankan Teknologi, LPD Ambengan Terapkan IT Core Banking

Pelatihan IT IBS Banking pengurus dan pegawai LPD Desa Adat Ambengan

Untuk mendukung perkembangan dalam industri perbankan dan lembaga perkreditan  yang semakin pesat, maka dukungan teknologi atau sistem menjadi penting dan merupakan suatu keperluan yang tidak dapat diabaikan. Saat ini nasabah berharap proses transaksi dengan cepat, aman, dan nyaman menjadi prioritas utama yang mendukung puas atau tidaknya nasabah melakukan transaksi. Dengan adanya tuntutan ini, maka petugas dituntut untuk mampu mengoperasikan sistem aplikasi dengan baik dan dapat menerapkan sistem dan prosedur yang berlaku diperbankan maupun lembaga perkreditan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan menjaga kerahasiaan data nasabah.

Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukanya pelatihan IT Core Banking kepada staf LPD Desa Ambengan secara intern. Pelatihan dimaksud untuk meminimalisir kesalahan transaksi oleh staf bersangkutan. Menurut kepala LPD Desa Ambengan I Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga khusus milik desa adat yang menangani aspek keuangan dan perekonomian khusus krama desa. Tidak hanya mengedepankan keuntungan dengan target tertinggi, akan tetapi untuk menyejahterakan krama desa setempat dengan mencanangkan program-program baru khusus kepada nasabah. “Sementara hanya ditujukan untuk staf intern dulu. Saya ingin LPD Ambengan menjadi pioneer dalam menerapkan sistem ini sehingga nanti bisa dicontoh oleh LPD lain,” ungkap pria yang pernah menyandang predikat terbaik III sebagai Kepala LPD tingkat provinsi Bali, Sabtu, (10/12).

Pelatihan terkait IT Core Banking merupakan program baru dan sangat populer ini memanfatkan kecanggihan teknologi internet bekerja sama dengan tenaga IT dari PT USSI Bandung. “Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari memanfaatkan waktu libur hingga staf benar-benar fasih dalam menggunakan aplikasi ini,” ujar Ketua Badan Kerja Sama (BKS) sekaligus Ketua KSPBNA disela-sela pelatihan di gedung lantai 2 LPD Ambengan. Dikatakan, bercermin dari pengalaman pengelolaan keuangan yang kurang transparan hingga mengakibatkan kerugian, diharapkan dengan pelatihan yang diterapkan kepada staf LPD ini nantinya mampu menerapkan sistem terkontrol rapi dan transparan. Selain melibatkan pengurus dan karyawan serta karyawati LPD, turut hadir juga Pengawas internal yang terdiri dari Kelian Adat, Perbekel dan para Kelian serta anggota Pengawas Independen.

Rencananya, sistem yang akan diterapkan Januari 2017 tersebut dimanfaatkan dalam transaksi untuk operasional meliputi transaksi kas masuk dan keluar, non kas dan laporan dari LPD itu sendiri. “Selain pelatihan IT Core Banking juga akan diadakan pelatihan analisa kredit,” jelas Ketua Yayasan KORPRI Panji Sakti tersebut. Analisa kredit juga sangat penting untuk memberi  pertimbangan terhaadap kelayakan calon penerima kredit sehingga menekan terjadinya kredit macet yang berpengaruh kepada aset di LPD Itu sendiri. (win)

To Top