Kuliner

Ledok: Menu Spesial Nusa Penida

ledok

Ledok merupakan makanan khas Nusa Penida.  Ledok aslinya terbuat dari bahan utama, singkong yang dimasak menjadi bubur dan diberi bumbu tradisional Bali atau biasa disebut basa genep. Ledok  dapat disajikan sebagai  makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.  Ledok menjadi makanan favorit dalam gathering Indonesian Chef Association (ICA) Bali di Swiss-bellhotel Rainforest Kuta.

Menurut chef Nyoman Ariani,  disebut ledok karena makanan ini dalam proses pembuatannya diaduk-aduk (ledok). Untuk bahan tambahan ledok, ada sayur bayam, kemangi, kelor,  dan abon teri. Ada sambal yang ditambahkan sehingga rasanya agak pedas. Makanan ini sangat cocok sekali  dimakan di musim hujan.

Kerinduannya pada ledok, membuat ia terinspirasi menyajikan menu spesial yang hanya bisa ditemui di Nusa Penida ini, dalam pertemuan bulanan insan kuliner  ICA Bali.  “Saya tahu ledok karena suami saya aslinya dari Nusa. Dari sanalah, saya belajar membuat ledok. Ledok buatan saya memang lebih bervariasi, karena saya tambahkan beras  sebagai bahan utama selain singkong, agar rasanya lebih mantap. Untuk bahan tambahan, tetap ada sayuran, ikan teri,  telur, dan rempeyek,” kata chef Ariani.

Ia mengatakan, selain lezat, pengobat rindu, ledok juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Singkong, sayur-sayuran, dan ikan  menjadikan ledok lengkap dengan zat gizi.  Apalagi, di Nusa Penida, bahan makanan yang dimasak lebih banyak hasil kebun mereka yang masih alami.

Selain ledok yang menjadi favorit para tamu yang datang,  Ariani  juga menyajikan cumi-cumi hitam. Menu ini juga berasal dari Nusa Penida. Menurut chef Ariani, menu cumi-cumi hitam sangatlah mudah dalam pembuatanya. Ia hanya menambahkan bumbu,  bawang merah, bawang putih, jahe, cabai rawit, dan asam. Setelah cumi-cumi dibersihkan dari tinta hitamnya, kemudian dimasak dengan bumbu sederhana tersebut.

Menurut chef Ariani,  ia ingin menampilkan menu yang spesial dalam pertemuan para chef tersebut.   Walaupun hanya menggunakan bahan utama singkong,  ia  ingin tetap menyajikan  makanan berkelas hotel berbintang. Selain ledok, ada juga kue  singkong keju.  Menurut chef Ariani, membuatnya juga sangat gampang. Setelah singkong dikukus dan dihaluskan, ia tambahkan keju mozzarella di dalamnya. Kemudian diberi  wijen dan digoreng.  “Singkong keju merupakan makanan kombinasi tradisional  dan modern. Kue ini menjadi unik  saat dimakan, keju akan memanjang karena menggunakan  keju mozarrela bahan topping pizza,” ujarnya.

Ariani juga membuat langsung kue laklak, tanpa pewarna hanya menggunakan pewarna alami daun suji dan daun pandan.  Ia memberikan tips jitu agar kue laklak mengembang  sempurna. “Resepnya terletak pada saat kita membuat adonannya. Saat menguleni tepung harus agak lama, agar adonan saat dibakar tidak bantat,” katanya.

Membuat makanan ala Jepang, Sushi dengan bahan lokal, juga menjadi menu spesial pembuka. “Saya membuat campuran beras Bali dan ketan sebagai bahan utama sushi. Kemudian untuk bumbu, tidak memakai sake dan mirin, cukup cuka dan gula.  Kulit luar sushi tetap menggunakan nori. Inilah sushi Indonesia,” ujarnya sembari berkata, rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Acara gathering ICA Bali di bulan November menjadi spesial karena dilengkapi dengan pengukuhan ICA BPC Nusa Dua yang diketuai chef Wayan Susana dari Bali Paragon, Jimbaran. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

To Top