Mandalika

Tim Saber Pungli NTB Dikukuhkan

Pelantikan Tim Saber Pungli Provinsi NTB

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI saat ini yang ingin mewujudkan Indonesia bersih dan bebas Pungutan Liar (Pungli) guna menciptakan sistem yang berintegritas, Provinsi Nusa Tenggara Barat baru-baru ini melantik Tim Saber (Sapu Bersih) Pungli untuk mendukung kebijakan tersebut. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik dan mengukuhkan tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016, beberapa waktu lalu di Mataram.

Pengurus dan anggota tim ini terdiri dari berbagai unsur, seperti perwakilan dari Polda NTB, Forkompinda, BPKP Perwakilan NTB, ombudsman, akademisi, inspektorat, Pol PP NTB, Kepala Biro Hukum, Kepala Dishubkominfo, Kepala Biro Umum, BPKAD, Bakesbangpoldagri, Kejati, Korem, Lanal, dan  Lanud.

“Jika kita ingin menciptakan sistem yang berintegritas, maka harus dimulai dari diri sendiri. Ketika kita ingin menghapus pungli, maka harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus mengambil sikap untuk membenahi dan memperbaiki sistem, jangan sampai apatis, pura-pura tidak tahu dan tidak perduli terhadap perilaku pungli yang seringkali terjadi di sekitar kita.  Terlebih sudah ada perintah dan arahan tegas sekaligus contoh dari Presiden RI, Joko Widodo, bahwa sikap yang harus kita ambil menyikapi pungli ini adalah sikap tegas, menghentikan, menstop pungli, jangan sampai terlibat dalam pungli,” ungkap Gubernur NTB saat melantik Tim Saber Pungli Provinsi NTB.

Diyakini, bahwa semua tugas dan program akan dapat berjalan dengan sukses jika bermula dari komitmen yang tegas dan menjaga integritas dari seluruh perangkat pimpinan yang ada di daerah ini, tentu saja dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Mari kita tegakkan dan laksanakan, serta wujudkan komitmen ini, untuk membuat masyarakat merasa terlayani tanpa merasa terintimidasi oleh perangkat pemerintah,” ujar Majdi.

HUT ke-58 NTB

Menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat, 17 Desember tahun 2016 ini, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi secara resmi telah meluncurkan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Nusa Tenggara Barat tahun 2016, di halaman Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. Peluncuran ini menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan hari lahirnya provinsi dengan julukan Bumi Gora ini.

Logo hasil karya Putu Bagoes Kuwerajaya tersebut memiliki empat kombinasi warna, yaitu biru, hijau, kuning dan orange, merupakan logo terbaik yang terpilih dari hasil seleksi pada ajang Lomba Desain Logo HUT ke-58 NTB, yang digelar beberapa pekan sebelumnya.

Kabag Pemberitaan dan Komunikasi, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H., mengungkapkan soal warna yang terdapat dalam logo tersebut. “Warna biru menggambarkan kesetiaan dan konsistensi. Kuning artinya kejayaan dan kemakmuran. Sedangkan hijau menggambarkan NTB yang terus tumbuh,” ujarnya. Sementara, Tulisan Gemilang dan Iktiar Tiada Henti menjelaskan prestasi yang dicapai saat ini lebih baik dari sebelumnya. “Ikhtiar tiada henti menggambarkan usaha dan kerja keras untuk mencapai sesuatu yang terbaik tanpa harus dibatasi waktu,” tambahnya. Kepala rusa yang terdapat dalam logo tersebut merupakan lambang Daerah Nusa Tenggara Barat.

Beberapa kegiatan mewarnai HUT ke-58 NTB seperti pameran pembangunan kemajuan NTB yang menampilkan pembangunan sejak Gubernur pertama hingga eranya TGB saat ini. Ada juga kegiatan Clean Up Rinjani dengan mengerahkan ribuan masyarakat untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan Gunung Rinjani. Bahkan, akan ada pameran foto perjalanan NTB selama 58 tahun yang akan dijejerkan di sepanjang jalan protokola dari Islamic Center (IC) sampai ke depan pendopo gubernur.

Agenda lain adalah acara NTB Bersih. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai untuk menjaga kebersihan seluruh objek yang ada di NTB, terutama pada pesisir-pesisir pantai yang sering dijadikan objek wisata oleh masyarakat yang ada di seluruh NTB. Ada juga kegiatan yang dilaksanakan menjelang puncak perayaan HUT, yaitu NTB Berdo’a. Pada hari itu diharapkan semua masyarakat NTB berdo’a untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat NTB dan Indonesia serta pada hari itu diupayakan agar semua khatib membacakan khutbah yang sama tentang HUT ke-58 NTB. HUT NTB tahun ini akan semakin semarak dengan digelarnya berbagai kegiatan sosial dan lainnya.

 

Guru Pilar Utama Tingkatkan SDM
Gedung Olah Raga (GOR) Turide Mataram penuh oleh para guru yang berdatangan untuk memperingati Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-71 dan Hari Guru Nasional 2016. Mengusung tema “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan”, kegiatan ini dihadiri para guru Nusa Tenggara Barat.

Pada peringatan tersebut, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. menyampaikan harapan agar kualitas pendidikan terus diperbaiki dan dibenahi. Karenanya ia meminta seluruh jajaran dunia pendidikan di NTB untuk terus memperbaiki kualitas SDM guru serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Dunia pendidikan kita harus lebih baik. Hari ini harus lebih baik dibanding kemarin serta pendidikan di masa yang akan datang harus lebih baik dibanding hari ini,” ungkap Amin.

mandalika2

Peringatan Hari Guru di Mataram

Dunia pendidikan mengalami krisis kepemimpinan. Demikian disampaikan Ketua PGRI NTB Drs. H. Ali Rahim, M.Pd. Hal ini terlihat dari bagaimana semua elemen masyarakat tidak memahami dengan baik kearifan lokal yang ada yang harus dimiliki oleh pemimpin. Karena itu, tugas gurulah yang memberikan pemahaman dan pendidikan tentang kearifan lokal. “Maka hadirlah di sekolah dengan sepenuh hati. Di tangan Bapak Ibulah bagaimana nasib bangsa ini ke depannya,” tuturnya.

Tantangan yang dihadapi guru di sekolah yang semakin besar membuat Ali Rahim menitip harapan pada para guru agar lebih bersabar dalam mendidik dan membimbing anak-anak sekolah. Dalam hal ini Ali meminta kerjasama semua pihak, terutama orangtua murid untuk terus memantau dan mendidik anak-anaknya di rumah, sehingga apa yang dicita-citakan bersama dapat tercapai, bukan malah melaporkan guru-guru ke polisi.

Mengenai program ke depan, PGRI tengah mengusulkan tentang adanya Undang-undang perlindungan guru. Hal ini menurutnya perlu dilakukan mengingat banyak sekali guru yang masuk penjara karena dianggap melakukan kekerasan terhadap anak didik. Padahal, menurutnya tidak ada niat guru untuk mencederai anak didik, melainkan bentuk pendidikan dan pembinaan yang dilakukan oleh guru.

Atas kiprah PGRI NTB selama ini, Wakil Gubernur yang turut hadir dalam peringatan ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan, khususnya menyangkut kualitas guru dan mutu pendidikan yang telah banyak menorehkan prestasi bagi dunia pendidikan. “Pilar utama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia adalah para guru,” kata Wagub.

Meski demikian, Wagub juga meminta segala permasalahan, baik yang dialami PGRI maupun guru harus disikapi dengan bijak, agar tujuan utama organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para guru dan dunia pendidikan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

To Top