Connect with us

Kolom

Semangat Teman-Teman Disabilitas sangat Menginspirasi 

Published

on

Rah Tut

rah-tut-xxx2

Rah Tut

Curhat ini saya awali saat pertama kali bergabung di K3S Kota Denpasar pada tahun 2012. Ketika itu saya masih sangat awam. Setelah berada di dalamnya  ternyata kegiatan sosial itu cakupannya sangat luas. Ada baiknya kita ketahui terlebuh dahulu apa itu K3S.

Kooordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) atau biasa disingkat K3S  Kota Denpasar yang dikomandoi oleh Ida Ayu Selly D.Mantra adalah salah satu mitra kerja Pemerintah Kota Denpasar yang bergerak dibidang sosial. K3S merupakan suatu organisasi koordinatif, bukan sebagai penyandang dana melainkan    sebagai mediator/fasilitator dalam menjembatani para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti para difabel, tuna netra, tuli, autis, tuna grahita, keluarga miskin dan lain-lainnya dengan menggandeng para donatur/dermawan,  dengan harapan permasalahan sosial yang timbul dapat diminimalkan atau bahkan dituntaskan.

Sangat unik bisa mengenal mereka para PMKS ini lebih dekat. Seperti teman-teman tuna netra di Yayasan Panti Guna Dria Raba ataupun yang tergabung dalam PORTUNI, mereka memiliki bakat dan suara yang bagus, termasuk memiliki semangat dan  kemauan yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan punya sekaa gong tuna netra. Sekaini ini juga sudah biasa tampil dalam acaranya  Pemerintah Kota Denpasar baik yang berskala nasional maupun internasional.

BACA  Yang Muda, yang Gagal Orgasme

Kalau mereka yang tuli, untuk mengenal mereka lebih dekat, kita harus tahu bahasa isyarat. Bahasa isyarat saat ini ada 2 yang umum di gunakan masyarakat yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) untuk bahasa isyarat resmi di sekolah-sekolah. Sedangkan, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bahasa isyarat yang dibuat oleh teman-teman tuli sendiri yang lebih populer seperti bahasa gaul anak muda karena lebih mudah dipahami.

Semangat teman-teman tuli juga luar biasa, mereka sangat kompak satu sama lain. Mereka sering kumpul-kumpul di suatu tempat untuk bersama-sama melakukan kegiatan. Saya sering memperhatikan saat mereka ngumpul, ramai-ramai, suasana tetap senyap dalam riuhnya percakapan mereka. Kalau kita bicara bakat atau talenta , selama ini mereka lebih banyak bergerak di bidang seni gerak dan tari. Untuk Kota Denpasar bahkan sudah memiliki agenda melaksanakan ajang yang cukup besar bagi teman-teman tuli se Bali, yakni “Pemilihan Putra Putri Tuli Bali.

Advertisement

Sementara untuk teman-teman autis ataupun tuna grahita, saya merasa paling sulit diajak komunikasi, jika hanya sesaat saja mengenal mereka. Di sini sangat diperlukan kesabaran ekstra untuk bisa mendampingi mereka. Namun,  jangan salah mereka juga selalu siap dan bersemangat saat diajak membuat atau menggarap sebuah pagelaran.

BACA  Phubbing

Untuk teman-teman kita yang cacat secara fisik, karena mereka tidak ada sekolah khusus ataupun tempat berkumpul yang khusus, menjadikan komunikasi saya dengan mereka lebih terbatas. Sebab, mereka pastinya tinggal menyebar di Kota Denpasar. Istimewanya secara umum mereka sudah lebih mandiri, teman kita ini ada yang bekerja sebagai tukang jahit, ada yang masih sekolah, ada yang sudah memiliki usaha.  Jika ada kegiatan dari K3S kita mengumpulkan mereka melalui kecamatan.

Terkait keberadaan teman-teman kita ini, pada kenyataannya dalam masyarakat kita masih melihat kurangnya pemahaman tentang disabilitas. Dari sini saya ingin berbagi, mengajak semua pihak untuk mengenal mereka lebih dalam dan lebih dekat lagi. Mari kita memberikan ruang yang sama dalam beraktivitas dan berekspresi. Kebersamaan kami selama ini telah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mereka yang memiliki keterbatasan tidak selalu menjadi halangan untuk meraih sukses. Bahkan mereka dapat berguna bagi manusia lain.

Meskipun, perjuangan itu tentu aja tidaklah mudah, karena masih adanya ketidakpahaman  masyarakat tentang teman-teman kita  dengan disabilitas ini, bagaimana potensi mereka, bagaimana cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka, dan bagaimana  hidup, bekerja, dan berjuang bersama-sama mereka. Kita tidak perlu under estimate terhadap mereka.

BACA  MEMAKSIMALKAN PELUANG USAHA DI ERA DIGITAL

Bersyukur saat ini Pemerintah Kota Denpasar melalui kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, telah memberikan ruang yang sama bagi para penyandang disabilitas. Pemberdayaan dan ruang kreativitas bagikaum disabilitas dalam meningkatkan kemampuannya terus dilakukan. Keterlibatan mereka yang memiliki gangguan  atau keterbatasan partisipasi ini di tiap event budaya yang digelar Pemkot Denpasar sering kita lihat dan saksikan. Dengan begitu diharapkan para kaum disabilitas dapat memiliki kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya  di segala bidang pembangunan di Kota Denpasar. 

Advertisement

 

Rah Tut

(Musisi dan Pemerhati Sosial)

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kolom

“RINDANG BERDENDANG”

Published

on

“Salam Senyum”

Disaat orang berlomba untuk membuat gedung yang megah, dengan warna warni yang gemerlap seolah menusuk mata ketika memandangnya. Ternyata yang terlihat di tempat ini sangat berbeda. Untuk kesekian kalinya saya memasuki halaman ini untuk sharing ilmu dan pengalaman,  baik untuk  para instruktur maupun karyawannya. Terkesan begitu sejuk, hijau, dan tentu jauh dari kesan hingar bingar oleh sempitnya tata ruang untuk menuntut ilmu. Ruang terbukanya dapat membuat jatuh hati untuk berlama-lama berada di antara rindangnya pepohonan. Walapun  untuk hanya sekadar duduk atau minum teh menikmati suasana yang ada.

Di manakah sebenarnya saya berada saat itu? Inilah Monarch, tepatnya Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) Monarch Bali. Dimana LPK ini di saat tahun ajaran baru, selalu mendapat serbuan  ribuan calon mahasiswa yang akan ingin menempuh pendidikan di lembaga ini. Ada yang menarik untuk diceritakan, yang tentu sangat erat kaitannya dengan kolom ini yang membahas dunia service/layanan .

Apapun usaha yang digeluti tentu tidak terlepas dari layanan. Begitupun  dunia pendidikan. Banyak orang ketika memasuki sebuah lembaga pendidikan baik universitas, institut, LPK, dan lain-lain, orang tersebut merasa tidak nyaman. Bahkan dari hasil mendengarkan cerita dari para tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), kenyamanan tempat mereka menuntut ilmu menjadi salah satu kriteria pemilihan sekolah.

Advertisement

Beberapa hal yang menjadi penyebab ketidaknyamanan  adalah, yang pertama para dosen, intsruktur, dan karyawan  terkesan ‘serem’ atau angker. Serem atau angker di sini bukan tentang ‘hantu’. Tapi lebih kepada bagaimana perilaku para instruktur dan  karyawan di sebuah kampus. Nah kalau tempat menuntut ilmu sudah tidak bersahabat, maka dapat dipastikan yang menuntut ilmu tidak akan maksimal. Mengapa sih harus serem dan angker? Bukankah lebih baik semua karyawan, dan para instruktur dibiasakan untuk ramah, peduli, penuh senyum dan selalu mempunyai jiwa melayani?

BACA  Menjaga Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Ketika saya masuk ke tempat ini, semua welcome, baik instruktur maupun karyawannya. Meraka menyambut dengan ramah, seolah-olah kita sudah menjadi sahabat mereka, bahkan sahabat lama. Senyum tulus terlihat dari gestur, ucapan dari kata-kata mereka  terlatih dengan baik sehingga saya yakin para tamu yang hadir di tempat ini akan betah berlama-lama.

Yang kedua penyebab ketidaknyamanan adalah lingkungan yang dibatasi oleh tembok dari bangunan yang kaku. Siapapun akan lebih nyaman ketika berada di areal yang menyediakan banyak ruang terbuka. Akan terhindar dari rasa bosan, bahkan diharapkan rindangnya pepohonan di halaman akan membuat ide-ide kreatif yang timbul. Kalau di Monarch Bali, tentu jauh dari kesan membosankan ini. Karena halamannya penuh diisi tanaman yang dapat  menghijaukan pandangan.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah keceriaan. Dalam teori layanan, mereka yang dapat melayani dengan ceria akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggannya. Hal ini tentu sangat penting. Pelaku layanan yang ceria akan berdampak positif kepada lingkungannya, termasuk pelanggan dan rekan kerja  dalam team nya. Kalau di Monarch Bali? Canda hangat mereka seperti mengalir begitu saja, seolah menjadi habit. Dan ini membuat kesan jauh dari suasa kaku dan dingin.

BACA  Reuni, Yes or No?

Selain hal di atas, masih banyak hal yang dapat dilakukan agar terciptanya lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan.  Semoga nantinya akan banyak  lembaga pendidikan yang bukan hanya bisa mengajarkan tentang hospitality, tapi mereka sendiri, yaitu para mahasiswa, insruktur, dan karyawannya dapat lebih mengaplikasikan dalam proses ajar mengajar di lembaga tersebut. Rindangnya suasana, akan membuat semua seolah berdendang dalam  kebahagiaan.

Advertisement

Terima kasih Monarch Bali yang sudah kesekian kalinya  mempercayakan kepada kami untuk sharing agar dapat  meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya.

Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti ‘GOOD COMMUNICATION FOR GOOD PERFOMANCE,’ ‘GREAT PERSONALITY,’ ‘UPGRADE YOUR SELLING SKILL’  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

BACA  “Putus“

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

Advertisement

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

 

 

 

Advertisement

Continue Reading

Kolom

“Akselerator Layanan II “

Published

on

‘Salam Senyum”

Tulisan saya sebelumnya, sudah membahas tentang bagaimana percepatan tujuan layanan dengan melakukan tiga hal melalui kata – kata. Dimana para pemimpin layanan mengatakan tiga kalimat ini kepada para pelaku layanan,  “terima  kasih, Kerja Anda luar biasa, dan Tolong lakukan hal itu lagi.” Hal kecil ini sebenarnya adalah sebuah ‘pengakuan” dari seorang atasan kepada pelaku layanan atas kinerja yang sudah dilakukan.

Selain ketiga hal tersebut masih banyak cara lain yang dilakukan untuk percepatan tujuan visi layanan. Seorang pemimpin layanan harus kreatif dalam memberikan pengakuan ini kepada bawahannya. Saya akan berikan beberapa contoh yang nanti dapat dilakukan di perusahaan atau instansi di mana Anda bekerja.

Seorang ‘Customer Service’ di  sebuah jasa perbankan pernah menuturkan pengalamannya kepada saya, dan dia tidak akan pernah melupakan peristiwa ini. Disaat diadakan pertemuan rutin  bulanan seluruh pegawai   di kantornya, tiba tiba namanya dipanggil oleh seorang pimpinan. Ternyata, pimpinannya memberikan apresiasi dengan memanggilnya untuk berdiri di depan kemudian pimpinannya memohon kepada  seluruh pegawai untuk berdiri sambil bertepuk tangan atas keberhasilan kinerjanya di bulan lalu. Pimpinannya menceritakan bahwa ‘Customer Service’ ini telah berhasil melayani dengan baik seorang customer. Dimana customer ini adalah seorang Ibu yang memiliki keterbatasan fisik,yaitu pendengarannya sudah tidak normal lagi. Namun, dengan teliti, sabar, ramah dan tuntas,  layanan tersebut dilakukan dengan senang hati, sehingga customer merasa sangat senang dan bercerita kepada anaknya. Dan, melalui anaknya, hal ini diceritakan di media social, bahkan ada foto kejadiannya,  sehingga berita baik ini dapat diakses oleh banyak pemilik akun di media sosial terebut.

Advertisement

Kalau kita baca kembali, ternyata poinnya adalah pengakuan kinerja dari seorang pimpinan,  dengan berdiri sambal  bertepuk tangan dan mengajak seluruh pegawainya melakukan hal yang sama. Sederhana, berdiri dan bertepuk tangan dilakukan oleh banyak orang.  Ternyata pengakuan seperti ini menambah semangat seorang pelaku layanan dalam menjalankan tugasnya. Dan, tentu secara tidak langsung dapat memberi inspirasi bagi pelaku layanan lainnya.

BACA  Menjadi Trendsetter atau Follower?

Cerita lain yang pernah saya dengar dari seorang pelaku layanan adalah ketika seorang pimpinan sering mencetak kartu yang didalamnya berisikan kalimat pengakuan atas hasil kerja bawahannya, dan membagikannya kepada seluruh pelaku layanan di kantornya. Juga ada cerita seorang pimpinan, memberikan sehari cuti ekstra kepada seorang pelaku layanan, sekotak permen coklat, memberikan tiket nonton film / nonton speak bola, dan masih banyak kejadian-kejadian inspiratif lainnya.

Selain seperti  hal diatas, masih banyak pengakuan – pengakuan lain sebagai akselerator  yang dapat  dilakukan untuk percepatan tujuan dari sebuah visi dan misi layanan. Tentu hal seperti ini  mudah untuk dilakukan kalau kita membiasakannya. Tidak harus selalu berupa finansial, tapi bagaimana sebuah pengakuan ini dilakukan dengan tindakan dan kata – kata. Karena banyak pelaku layanan tidak bersemangat melakukan pekerjaan, yang disebabkan oleh tidak  adanya pengakuan yang dilakukan oleh pimpinannya kepada mereka. Bukankah sebuah ‘pengakuan’ merupakan akselerator bagi percepatan tujuan layanan? Kenapa kita tidak segera melakukannya?

Sudahkah para pelaku layanan diperusahaan / instansi kita memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan / Instansi Bapak/Ibu ? Silahkan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

BACA  PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN

 

Advertisement

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

Advertisement

 

 

 

Advertisement
Continue Reading

Kolom

“Akselerator Layanan”

Published

on

‘Salam Senyum’

Istilah akselerator sering kita dengar di sebuah perusahaan atau instansi. Ini dapat diartikan bagaimana percepatan sebuah tujuan yang akan dicapai. Berbagai cara dilakukan oleh menajemen untuk hal tersebut, tentu dengan cara-cara yang disesuaikan kemampuan perusahaan.

Pembaca setia Dhani’s Art in service, hasil akhir dari sebuah layanan akan tampak ketika semua pelanggan terpuaskan dan semua keperluan bahkan keinginan dari pelanggan dapat terpenuhi. Biasanya proses yang dilakukan bertahap, mulai dari perekrutan, pelatihan, pembentukan team layanan, mengadakan survei layanan, sampai memberikan reward dan pengakuan. Dua hal terakhir inilah sebenarnya sebuah ‘tool’ untuk sebuah percepatan tujuan dari layanan yang kita istilahkan dengan ‘akselerator layanan’.

Sampai saat ini saya berprofesi sebagai konsultan layanan pada perusahaan atau instansi yang menyediakan jasa layanan, tentu banyak permasalahan yang dapat dijadikan pengalaman menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah ketika terjadinya keluhan dari manajemen mereka, tentang semangat melayani yang dianggap tidak maksimal dari para pelaku layanan.

Advertisement

Dari hal tersebutlah kita akan dapat berikan ‘akselerator’ yang harus dilakukan. Yang pertama kita bahas adalah ‘pengakuan’. Teori kebutuhan manusia  dari Maslow, pengakuan ini terletak pada kebutuhan yang terakhir, yaitu aktualisasi diri. Ketika teori ini  dihubungakan dengan layanan, sebenarnya pengakuan ini sangat tinggi daya lekatnya kepada orang yang mendapatkan pengakuan itu sendiri. Beberapa cara dapat dilakukan untuk sebuah ‘pengakuan’ dalam layanan. Dan, untuk mengawali saya akan bahas pengakuan terhadap tim layanan (internal).

BACA  Kartini Hindu Masa Kini

Yang pertama, selalu ingat mengatakan kata ‘ terima kasih’. Kata ini sangat familiar, namun kalau tidak terbiasa, kata ini seperti sebuah benda yang mahal dan langka. Sehingga jarang keluar dari pribadi seseorang.  Bahkan pernah dari seorang pimpinan perusahaan berpendapat, bahwa hal yang dikerjakan dari pelaku layanan itu memang kewajibannya. Jadi tidak perlu untuk mengatakan terimakasih. “Toh kami sudah membayarnya dalam bentuk gaji” . Inilah yang terjadi. Biasanya orang yang sulit mengatakan kata terimakasih, mempunyai ego pribadi yang sangat tinggi.

Yang kedua adalah dengan mengatakan, ‘kerja Anda luar biasa’, atau kalimat lain yang maknanya sama.  Pujian dengan kalimat ini juga sangat membuat para pelaku layanan akan termotivasi untuk mengerjakan lebih baik lagi. Naaah… Kalimat yang identik dengan pujian seperti ini juga sangat jarang dilakukan oleh seorang pimpinan. Para atasan biasanya kalau menemukan hal yang salah,  cepat reaksinya. Dan akan  keluar kalimat-kalimat yang lebih kepada protes atau menjurus kepada kalimat  pencelaan. Namun kalau layanannya memuaskan, tidak ada kalimat pujian yang terlontar.  Kenapa kalau hal yang  salah cepat reaksinya,  sedangkan kalau pekerjaannya yang  bagus tidak diberi pujian?

BACA  Pengaruh Hujan Abu terhadap Kesehatan 

Yang ketiga adalah dengan membiasakan mengatakan kalimat ini, ‘Tolong lakukan seperti itu lagi’. Kalimat ini sebanarnya menunjukkan, apa yang telah dilakukan oleh pelaku layanan itu sudah benar, tepat, dan baik. Dan  dengan kalimat ini sebenarnya sudah menunjukkan pengakuan dari atasannya, yang akan membuat para pelaku layanan lebih percaya diri dan akan mengulangi hal-hal yang dianggap sesuai dengan tujuan dari sebuah visi dan misi layanan perusahaan/instansi tempat mereka bekerja.

Selain ketiga hal di atas, masih banyak pengakuan-pengakuan lain sebagai akselerator  yang dapat  dilakukan untuk percepatan tujuan dari sebuah visi dan misi layanan. Tentu hal seperti ini  mudah untuk dilakukan kalau kita membiasakannya. Apa saja hal lain tersebut? Tunggu tulisan saya berikutnya (bersambung)….

Advertisement

Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A  La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

BACA  PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN

 

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

Advertisement

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

 

 

 

Advertisement

Continue Reading

Tren