Buleleng

Wisata Air Terjun Silangjana Terkendala Akses Jalan

Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Dulu, masyarakat belum terlalu akrab dengan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sudaji tersebut. Akan tetapi, beberapa akhir belakangan ini Silangjana begitu marak diperbincangkan oleh masyarakat terutama di media sosial.

Hal ini lantaran terdapat kolam renang lengkap dengan beberapa wahana permainan yang dibangun oleh Komang Sura Darma. Jika dibandingkan dengan pengusaha lokal lainnya yang lebih memilih lokasi dekat dengan perkotaan, pria yang akrab dipanggil Mang Sura ini lebih memilih Silangjana untuk berinvestasi. Ia mengaku dengan membangun objek wisata baru di desa tersebut akan mampu mengangkat nama desa sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata.

Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya desa Silangjana memiliki beragam potensi yang seharusnya dapat dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. “Desa ini kaya dengan potensi alam maupun budaya hanya saja kurang diekspos,” ujar owner Alamandoe Pool tersebut. Keberadaan kolam renang yang baru beberapa bulan diresmikan ini diyakini dapat membuat orang-orang lebih mengenal desa Silangjana. “Di Buleleng Cuma ada dua gula aren yang terkenal dari Pedawa dan Silangjana,” jelasnya.

Sejak keberadaan kolam pemandian tersebut, pengunjung yang datang nyaris tidak pernah sepi. Bahkan dalam sehari tempat tersebut bisa dikunjungi oleh 100 orang. Pembangunan kolam memanfaatkan sumber air tanah alami yang berada di tengah sawah sehingga air kolam selalu bersih. “Kami manfaatkan air kelebutan kemudian akan kembali dialirkan ke sawah sehingga airnya kami manfaatkan tanpa mengurangi iragasi di sawah,” tuturnya.

Sebagai salah satu pengusaha lokal yang berasal dari desa setempat, Mang Sura ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan potensi-potensi yang dimiliki. Meskipun saat ini ia berada di daerah perantauan dan sukses menjalankan usaha akan tetapi tidak pernah melupakan tempat kelahirannya. “Kita boleh saja merantau namun ketika sukses jangan pernah melupakan tempat kelahiran,” pungkas pria kelahiran 14 September 1980 tersebut.

Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Dajan Margi Desa Silangjana Wayan Wasista mengungkapkan banyak wisata alam yang ingin dikembangkan oleh pihak desa. Salah satu yang sudah dilirik adalah keberadaan 2 air terjun bertingkat. Kedua titik air terjun tersebut berlokasi di Banjar Dajan Margi, Desa Silangjana. Salah satu titik air terjun berada di tebing setinggi 50 meter lebih, sementara air terjun satunya lagi muncul dari ketinggian tebing 35 meter. Kedua air terjun di Desa Silangjana ini memiliki keunikan tersendiri. Khusus di lokasi air terjun yang tingginya sekitar 50 meter, terdapat goa-goa kecil di bawahnya. Sedangkan untuk lokasi air terjun dengan ketinggian tebing 35 meter, terdapat dua tingkat air terjun. Selama ini masih terkendala akses jalan yang kurang memadai untuk dapat mencapai kedua air terjun tersebut. “Jalan untuk turun ke lokasi kami belum ada sehingga hanya bisa lihat-lihat dari atas saja,” jelasnya. Selain wisata alam, terdapat pula wisata budaya, agro, dan wisata religi yang dimiliki dan belum banyak diketahui orang.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Silangjana Wayan Erkadawan juga membenarkan terdapat dua air terjun yang sedang dicoba untuk dikembangkan. Masalah yang paling krusial adalah letak desa di lokasi yang terpencil sehingga kesulitan untuk diakses. “Desa ini merupakan desa yang terlepas dari kecamatan. Seharusnya tembus di Pegayaman namun karena tidak ada jembatan akhirnya desa ini jarang dikunjungi,” jelasnya. Pihaknya berharap pemerintah terkait bisa segera membangun jembatan penghubung antara Desa Silangjana dan Desa Pegayaman sehingga ketika wisatawan datang dapat mengunjungi beberapa objek wisata sekaligus. “Ya kalau ada jembatan, wisatawan yang datang ke sini bisa langsung ke Gitgit dan sekitarnya dengan sekali jalan,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top