Indonesia

Saim Sihombing: Polisi Kreatif yang Bisnis Kambing

Ada polisi kreatif di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Selepas dinas, abdi negara berseragam coklat ini tidak mau berpangku tangan. Tangan kreatifnya terus bekerja guna menambah pundi-pundi dapur istrinya dan membesarkan anak-anaknya. Polisi kreatif itu bernama Iptu Saim Sihombing. Meski memiliki posisi penting dalam jajaran Polres Tulungagung, namun tidak menjadi penghalang bagi  perwira pertama ini menjadi peternak kambing.

“Baru lepas dinas, tahu-tahu kambing pada ngembek semua, minta makan,” kata warga  Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini. Ia tak ragu sama sekali masuk ke dalam kandang kambing yang kotor dan bau. Saim terlihat biasa-biasa saja, dan menikmatinya.

“Bau kotoran itu, biasa. Justru capek, jenuh itu hilang seketika ketika melihat kambing-kambing ini,” kata Kaur Bina Operasi Satuan Sabhara di Polres Tulungagung ini.  Ia tak canggung memberikan pakan kepada hewan ternaknya ini. Dengan menggunakan sebuah sabit, ia merajang kecil-kecil rumput gajah atau sebagian orang menyebutnya kolonjono. Rumput ini disajikan sambil sesekali tangannya mengelus-ngelus kepala kambing penuh kasih sayang.

Model dan penataan kandang milik Iptu Saim, didesain bagus. Dibuat berjajar dan alasnya di atas tanah. Ada penyangganya. Sehingga kandang tidak mudah becek. ‘’Untuk membersihkan kandang dari kotoran kambing juga mudah. Disemprot air sedikit sudah bersih,” ujarnya pria berbadan tegap ini.

Usaha ternak kambing ini dimulai sejak setahun silam. Saim, bersama salah satu teman sekolahnya saat masih di SMP dulu. Mereka patungan modal untuk pembuatan kandang dan membeli beberapa ekor kambing kurus di pasar hewan. Dengan berbekal pengalaman yang dimiliki, kambing-kambing tersebut dirawat. Hasilnya luar biasa. Kambing yang tadinya kurus menjadi gemuk. Bahkan, ada  beberapa kambing betina yang mulai beranak.

Seiring waktu, kambing berkembang biak menjadi banyak. Mencapai ratusan kambing. Untuk itu, Iptu Saim, tak sanggup lagi menanganinya sendirian. Ia dibantu beberapa orang pembantu. Bahkan, kambing-kambing tersebut dititipkan ke warga lain dalam bentuk bagi hasil.

Saat ini, ada tiga kandang kambing yang dimiliki Iptu Saim, di Desa Sanggrahan dan Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu serta Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. “Alhamdulillah, lumayan banyak sekarang,” ujarnya.

Bisnis kambing, kata Iptu Saim sangat menguntungkan. Apalagi memasuki hari raya kurban. Banyak orang yang perlu kambing untuk hewan sembelihan. Pada saat itulah, harga kambing menjadi mahal. Untungnya bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa. “Ukuran segini ini, bisa Rp 3 juta,” tukas Iptu Saim, sambil menunjukkan ke arah salah satu kambing di sebelahnya.

Bagi Iptu Saim, bisnis itu tidak harus pandang bulu. Kalau cocok dan menguntungkan, kerjakan saja. Yang penting halal. Soal kotor dan bau itu, tidak penting. Tapi bagaimana bisnis tersebut membawa perubahan ekonomi yang lebih baik itu jauh lebih penting. (Khoirul Abadi)

To Top