Sudut Pandang

Berdayakan Kaum Disabilitas agar Mandiri

I.B. Oka Dirga

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten  Badung I.B. Oka Dirga mengatakan, saat ini jumlah penyandang disabilitas di kabupaten Badung 2223 orang. “Data ini terus kami perbaharui tiap tahun. Kecacatan bisa karena disebabkan dua hal yakni kecelakaan atau emergency dan cacat dari lahir, sehingga memperbaharui data sangat penting kami lakukan,” katanya.

Pelayanan kepada kaum disabilitas dimulai dari pemberdayaan. Dalam artian, pemberian pelatihan keterampilan sesuai dengan kecacatan mereka. “Tujuan dari kegiatan pemberdayaan tenaga kerja disabilitas ini untuk mendorong jiwa kewirausahaan yang mandiri pada tenaga kerja disabilitas agar menjadi unit ekonomi yang mandiri,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini untuk meningkatkan aksesabilitas atas kesempatan kerja bagi tenaga kerja disabilitas serta menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di sektor informal sekaligus mengurangi angka pengangguran.
Ia menambahkan, pemberdayaan penempatan tenaga kerja disabilitas ini untuk memberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan bagi tenaga kerja disabilitas.

Pelatihan keterampilan yang sudah diberikan seperti menjahit, mengukir, menyablon, massage, dan salon kecantikan. Sementara, bagi penyandang disabiliats yang permanen atau cacat tetap, juga difasilitasi dengan pemberian bantuan alat sesuai tingkat kecacatan mereka.

Saat peringatan Hari Disabilitas, Pemkab Badung merayakan bersama kaum  disabilitas  dengan mengadakan acara syukuran di Wantilan DPRD Badung.  Acara diisi dengan pameran hasil karya para kaum disabilitas dan pertunjukkan kesenian dari mereka.

Untuk saat ini, kata Oka Dirga, para disabilitas memiliki kelompok sesuai dengan kecatatan mereka. Misalnya, kelompok massage.  Mereka diberikan kesempatan memakai gedung LPK di Abiansemal untuk berwirausaha. Tarif yang dikenakan kepada konsumen murni untuk kemajuan kelompok mereka masing-masing.

Salah satu kelompok yang juga sudah sukses dibina, adalah kelompok menjahit di Desa Munggu. “Mereka ini sudah mandiri dan bisa menghasilkan,” ucapnya.

Rencana ke depan, untuk tahun 2017, pelatihan keterampilan kepada kaum disabilitas akan lebih intensif diberikan.  Selain itu, sembari menunggu aturan dari Pusat rencana akan dibuatkan Perda bagi kaum disabilitas.  “Pusat masih merancang aturan untuk bisa membuat perda,  sehingga kalau sudah ada perda, bisa kami fasilitasi dengan lebih baik,” kata Oka Dirga. (wirati.astiti@cybertokoh.com).

 

To Top