Sosialita

Jro Jeky : Gabung di BOS Dari Kerja Keras Jadi Kerja Cerdas

Keinginan beberapa siswa BOS agar Business Owner School (BOS) berkelanjutan kini terealisasi. Salah seorang siswa BOS yang benar-benar getol berjuang hingga “BOS is Back” adalah Jro Jeky. “Saya sangat sedih ketika BOS tidak berlanjut. Karena saya benar-benar merasakannya manfaatnya. Saya bangkit dari keterpurukan saya setelah gabung di BOS,” ungkapnya.

Jro Jeky

Jro Jeky

Kini, murid-murid BOS kembali buka kelas dan sudah ada beberapa orang yang bergabung. Mereka sering melakukan master mind dengan kebanyakan mentornya adalah  murid-murid BOS yang sudah sukses. Pemilik nama lengkap Ni Wayan Resini ini mengatakan yang ditekankan di BOS adalah berbagi. Sehingga, ketika bergabung dalam kelas BOS, kita banyak belajar dari pengalaman mereka-mereka yang lebih dulu terjun di dunia usaha, kendala yang dihadapi seperti apa, sampai solusinya ditemukan disana.

Master mind pun kerap dilakukan di tempat usaha murid BOS yang sudah punya usaha yang bisa dikatakan sudah sukses. “Jujur, saya sangat senang bergabung di BOS. Karena para mentornya ada yang dari tiada  menjadi ada atau punya usaha. Ada juga dari yang usahanya macet jadi jalan lagi, dari usahanya kecil menjadi besar. Sementara saya, berawal  dari depresi jadi bangkit lagi, dari bekerja keras jadi bekerja cerdas,” jelas Jro Jeky yang kini sudah menjalankan Koperasi Mesari dan Toko (modern) Kintamani-nya dengan konsep BOS.

Dengan dibukanya kelas BOS ini, ia mengatakan berkesempatan membagi ilmu-ilmu yang didapat di BOS, yang sudah ia rasakan sendiri manfaatnya yang sangat bagus, baik untuk diri sendiri, apalagi berbisnis, karena semuanya di-cover dengan spiritual. “Banyak siswa BOS yang sekarang sudah berhasil. Ada seorang siswa BOS yang sekarang jadi mentor, dulu sampai tujuh kali berganti-ganti usaha. Sejak bergabung di BOS dan diajari cara-caranya, kini ia jadi pengusa sukses,” tutur istri dari I Wayan Koyan ini.

Salah satu bentuk ritual spiritual yang diajrkan di BOS adalah sujud/mencium kaki orangtua. Ini pula yang dilakukan Jro Jeky, dan sungguh ia mengaku ada perubahan luar biasa. “Memang kelihatan klise, tapi itu saya lakukan. Kemudian, komunikasi yang baik dalam keluarga, karena doa kita dari istri/suami, anak, orangtua, itulah awalnya. Jika di dalam keluarga sudah harmonis, pasti pintu rezeki terbuka lebar,” ujarnya.

Jro Jeky mengisahkan dirinya ketika ia bergabung di BOS dalam kondisi depresi berat. Oleh konseptor sekaligus mentor BOS, Made Robert, mental bloknya dilepas, dan ia diarahkan untuk melakukan terapi ke guru spiritual. Sementara yang berkaitan dengan bisnis, seperti bangkrut, di tangan Made Robert hal ini sudah bisa teratasi.

Ia mengatakan, di BOS ada mentoring, master mind, dan mereka yang bergabung masuk dalam grup BOS yang setiap saat bisa saling sharing, dan tiap minggu juga ada kegiatan pertemuan rutin. Minggu, 4 Desember 2016 juga dilaksanakan seminar “Rahasia Membangun Mesin Uang Bersama Bapak Wily (Pengusaha)”. “Di BOS, segala sesuatunya disentuh dengan cara berbeda. Seperti bisnis properti yang sekarang lagi down, di tangan BOS jadi naik, karena dinilai dengan cara berbeda,” ucap Jro Jeky yang bergabung di BOS sejak 2012.

Yang lebih membuatnya bahagia lagi adalah, murid-murd BOS sekarang banyak anak-anak muda yang baru akan memulai usaha. Di mindset mereka, bukan lagi “kuliah sambil kerja” tapi “kerja sambil kuliah”. Sama seperti Jro Jeky, mereka juga sudah sering ikut seminar-seminar serupa hingga ke Jakarta, namun mereka mengaku lebih nyaman ikut Made Robert, hingga akhirnya bergabung di BOS. “Saya bangga jadi murid BOS dan nyaman disini. Karena jika kita mengalami kesulitan/kendala/konsultasi, benar-benar langsung direspons oleh Pak Robert. Kalau ikut seminar dengan mentor lain, seperti beli putus. Setelah ikut seminarnya, sudah. Saya bangga, Bali memiliki putra daerah yang hebat seperti Pak Robert,” ujarnya. ­(ten)

To Top