Edukasi

Mengenal Negara Lain dari Perangko

Pengunjung melihat pameran perangko yang diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar

Bagi penggemar perangko atau filatelis, ada keasyikan tersendiri ketika merapikan, menyusun, dan mempelajari hal-hal yang tertera di gambar perangko. Untuk mewadahi para filatelis dan masyarakat umum mengenal filatelis, diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar, 22-26 November 2016.

Pameran ini menampilkan sejumlah besar prangko, surat dan kartu pos bersejarah yang terkait tentang Bali dari periode sebelum kemerdekaan hingga ke masa kini.  “Baliphex 2016 merupakan kerja bersama antara Pos Indonesia, pengurus daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) serta KoFKI. Ini adalah pameran tahun ke delapan. Kami berharap masyarakat bakan lebih mengenal filateli,” ujar Ketua Panitia Baliphex 2016, GN Surya Hadinata.

GN Surya Hadinata

GN Surya Hadinata

Ia menjelaskan koleksi yang dipamerkan mampu menarik perhatian masyarakat yang datang ke Kantor Pos. Sembari menunggu giliran, mereka bisa melihat-lihat koleksi benda-benda pos yang dipamerkan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tertarik untuk menyaksikan pameran ini.

Ata dan Deklon, dua siswa SD Cipta Dharma Denpasar termasuk pengunjung yang antusias dengan pameran ini. Keduanya juga diberi kesempatan untuk menempelkan perangko bekas di World Stamp Mozaik. “Saya mau beli album perangko yang baru karena ada beberapa koleksi yang belum ditata. Ternyata stok kosong. Pak Ngurah Surya punya yang bekas, saya beli saja,” ujar Ata yang mengaku belajar tentang negara lain dari perangko.

Ata menuturkan dirinya mengoleksi perangko karena dikenalkan ayahnya. Jika ada keluarga yang ke luar negeri, Ata diberikan oleh-oleh perangko. Selain itu ada juga yang barter dengan teman-teman ayahnya. Koleksi terbaru yang dimiliki adalah seri PON 2016 Bandung.

“Saya senang anak-anak mau ikut mengoleksi perangko. Ini kegiatan yang mengasyikkan. Walaupun pengiriman surat sudah beralih ke e-mail, tetapi perangko masih diburu. Ini menjadi lahan untuk meraih penghasilan,” ujar Surya Hadinata yang punya koleksi perangko pertama di dunia serta perangko seri Soekarno ini.

Baliphex 2016 juga dirayakan dengan peluncuran prangko edisi khusus dan sampul peringatan. Istimewanya, artwork yang digunakan pada prangko dan sampul peringatan tersebut diciptakan oleh Alit Ambara, perupa asal Bali yang terkenal karena desain-desainya kental dengan warna pergerakan sosial. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

 

To Top