Indonesia

Khasiat Susu Kambing Etawa, Dari Obat Asma hingga Meningkatkan Vitalitas

Kontes kambing etawa di Pasar Hewan Srengat

Kambing etawa termasuk kambing unggul di Indonesia. Tidak hanya dagingnya yang dapat memberi nilai ekonomis tinggi tetapi juga anakan, indukan, dan pejantannya, sama-sama memiliki nilai jual tinggi. Bila kualitas bagus, kambing bisa terjual antara Rp 20 juta–Rp 25 juta per ekor. Bahkan, ada yang  dipatok antara Rp 40 juta–Rp 50 juta untuk kambing kelas kontes.

Tidak hanya itu, susu kambing etawa juga memiliki nilai ekonomis tinggi, dibanding susu sapi. Selain untuk menjaga kesehatan, susu kambing etawa diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit akut yang berhubungan dengan gangguan pernapasan, seperti TBC dan asma. Bahkan susu kambing etawa diyakini mampu meningkatkan vitalitas pria.

Karena banyak memberikan keuntungan itulah, Paguyuban Ternak Kambing kembali menggelar kontes kambing etawa skala nasional di Pasar Hewan Terpadu di Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pekan lalu. Kontes ini diikuti 400  ekor kambing etawa pilihan. Mereka datangnya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Jatim, Jateng, Jabar, Kalimantan, Sumatera, dan Bali.

Adapun jenis yang dilombakan mulai dari kategori kelas pejantan, pejantan unggul dan calon pejantan. Untuk kelas induk terdiri dari kategori kelas unggulan dan calon indukan. Sedangkan kriteria penilaian terdiri dari postur tubuh, panjang telinga, warna bulu, bentuk kepala, ekor, leher, kaki, dan tanduk.

Sebelum mengikuti lomba kontes kambing etawa ini, peserta perlu persiapan khusus. Misalnya, untuk perawatan seperti bulu-bulu kambing yang setiap seminggu sekali harus dimandikan menggunakan shampoo serta kondisioner tertentu. Selain itu kambing etawa juga diberi makanan segar, nutrisi, dan vitamin. Agar kondisi kambing sehat dan bulunya bersih. “Selain memperhatikan konsumsi,  jalan-jalan juga perlu,” kata salah satu peserta asal Malang, Mugiharjo.

Bupati Blitar H. Rijanto, yang hadir pada saat kontes, mengapresiasi jalannya lomba kambing etawa. Hal ini dinilai positif dan dapat meningkatkan perekonomian rakyat kecil yang mandiri. “Bagus sekali ini. Kalau bisa jangan setahun sekali lomba seperti ini,” tutur Rijanto.

Dengan adanya kontes seperti ini, secara tidak langsung peternak akan semakin giat mengembangbiakkan  kambingnya. Selain itu, bagi pengusaha susu kambing etawa juga semakin kreatif memasarkan produksinya. “Khasiat susu kambing etawa tidak diragukan lagi. Tapi untuk menarik pembeli, kemasan juga harus bagus,” tambah Riyanto. (Koirul Abadi)

 

To Top