Woman on Top

Komang Emmy Aryanti: Banyak Teman Banyak Pengalaman

Bekerja di dunia perhotelan memberi banyak kesempatan untuk bertemu orang, baik orang dari negeri sendiri maupun dari negara lain. Hal ini dialami Komang Emmy Aryanti, Sales Manager Hotel Santika Seminyak yang sudah 15 tahun berkecimpung di dunia perhotelan.

“Saya kuliah Diploma 3 Akuntansi Perhotelan STP Nusa Dua Bali tahun  1994–1997. Setelah lulus, bekerja di Hotel Santika Premiere Beach Resort yang sekarang jadi Anvaya,” ujar perempuan kelahiran 3 Mei 1975 ini.

Emmy, sapaan akrabnya menuturkan, karena ada renovasi Santika Premier ia memilih pensiun dini. Namun, dirinya tak bisa lepas dari dunia hotel. Ia berkarier di Grand Whiz Kuta yang rebranding menjadi Grand Ixora Kuta lalu pindah ke The Bulakan Management 2015-2016. Selanjutnya perempuan asal Buleleng ini dipanggil ke Hotal Santika Seminyak.

“Bekerja di bidang hospitality membuat saya kenal banyak orang. Saya jadi banyak teman dan banyak pengalaman. Tiap saat bisa berkenalan dengan orang baru. Bisa dibilang saya jadi kaya teman, “ ujarnya sembari tersenyum.

Ia menambahkan, dirinya banyak belajar dari pengalaman. Salah satunya bagaimana cara mempromosikan keberadaan hotel.  “Kami menggunakan metode lama, dengan mengirim penawaran via pos. Kami punya database orang-orang yang pernah dan sedang dibidik menjadi customer. Kami kirimkan penawaran langsung kepada orangnya. Ada perasaan senang ketika nama kita dicantumkan dalam surat. Itu artinya surat ditujukan secara personal, bukan dengan broadcast,” ungkapnya.

Metode lain yang juga digunakan dengan memperbanyak kunjungan ke klien, termasuk media massa. Hal ini ia dan timnya lakukan untuk meningkatkan sinergi. Emmy yang didampingi GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak Dwi Lina Sari Tanjung simakrama ke Kelompok Media Bali Post, Kamis (24/11).

“Kami datang langsung untuk menjelaskan apa yang kami miliki, dimana kami berada. Kami paham siapa-siapa yang menjadi segmentasi kami,” jelasnya. Di sisi lain, persaingan antar hotel juga diakui Emmy. Tetapi, hal itu sudah diantisipasi dengan memberikan promo spesial.

Pesaing lain yang tak boleh diabadikan adalah negara-negara lain. Banyak wisatawan yang memilih berkunjung ke negara selain Indonesia karena biaya yang ditawarkan lebih murah. Karena itu sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat perlu untuk mempertahankan Bali khususnya dan Indonesia umumnya sebagai destinasi wisata favorit.

Kendala yang kerap ditemui adalah mahalnya harga tiket pesawat. Ini membuat wisatawan asing atau wisatawan domestik mengalihkan tujuan ke negara tetangga, seperti Thailand. “Masalah keamanan juga harus diperhatikan. Kalau sering terjadi kejahatan, wisatawan bisa takut ke Bali. Pariwisata sangat rentan dengan masalah keamanan,” tegasnya.

Sebagai upaya memperkenalkan hotelnya, Emmy bersama tim kerap melakukan kegiatan bakti sosial, donor darah, dan tirtayatra. Hal ini sekaligus untuk menyeimbangan sisi komersial dengan sisi sosial dan religius. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

To Top