Kolom

MENCARI PENJAGA TELUR

Sudah berhari-hari seekor buaya betina mengeram telurnya. Suatu pagi ia merasa sangat lapar. Ia berpikir, lebih baik mencari teman untuk menjaga telur-telurnya, sehingga ia bisa bebas mencari makan.

“Hai, Kambing!” katanya kepada seekor kambing yang sedang lewat di depannya. “Maukah kau menjaga telur-telurku? Aku akan mencari makan. Nanti kuhadiahkan daun-daun segar.”

Si Kambing menyanggupi. Beberapa saat kemudian, kambing penjaga telur itu mendengar burung nuri bernyanyi-nyanyi di sebuah ranting pohon. Kambing yang juga penggemar lagu-lagu itu sangat senang. Ia bangkit dari tempat duduknya lalu menari-nari mengikuti nyanyian yang indah itu. Nyanyian itu makin keras dan makin cepat. Si Kambing melompat-lompat. Braaak…! Ia jatuh bergedebuk dan menimpa telur-telur buaya. Telur-telur itu pecah. Ketika beranjak lari, si Buaya datang.

“Mau ke mana kau, Kambing? Bagaimana telur-telurku?”

Kambing gemetar ketakutan. Ia minta maaf dan berdalih. “Gara-gara si Nuri yang bernyanyi, timbul keinginanku untuk menghibur telur-telurmu. Aku menari-nari mengikuti irama nyanyian Nuri. Sial, aku jatuh terpeleset menimpa telur-telur itu.”

Si Buaya marah, bukan kepada Kambing, tetapi kepada Nuri. Ia mendatangi burung yang kurang ajar itu.

“Hai, Nuri! Gara-gara nyanyianmu, si Kambing menari-nari lalu memecahkan telur-telurku! Sekarang terimalah hukumanmu!” ancam Buaya.

“Si Nuri terkejut, lalu katanya, “Aku bernyanyi untuk mengingatkan hewan-hewan agar waspada, karena si Monyet meloncat-loncat dari satu cabang pohon ke pohon yang lain. Aku kira akan ada bencana.”

“Hai, Monyet! Gara-gara lompatanmu, telur-telurku terinjak oleh si Kambing. Sekarang terimalah hukumanmu!”

Si Monyet takut, lalu ia berusaha menenangkan diri dengan berterus terang. “Dari cabang pohon aku melihat seekor buaya menyembul dari sungai. Lalu kuberitahu teman-teman agar berhati-hati.”

Sang Buaya menyadari bahwa peristiwa berantai itu adalah gara-gara ia sendiri. Waktu itu buaya betina itu mencari makan di sungai. Ketika menyembul, si monyet takut, lalu ia segera memberitahu tetangganya, si Nuri. Burung itu takut lalu segera memberi tahu si Kambing. Namun si Kambing, penggemar nyanyian itu, tidak mengerti peringatan burung nuri. Ia menari-nari lalu menginjak telur buaya. (Filipina)

To Top