Sudut Pandang

Bangun Pagi Cek Ponsel

Onik, Lina, dan Winny

Aktivitas bangun pagi kadang sangat sulit. Ada yang akhirnya kebablasan alias bangun kesiangan. Namun, dengan adanya alarm, baik dari weker maupun telepon seluler (ponsel) sangat membantu membuat orang cepat terjaga dari tidur. Ponsel pun menjadi “teman tidur” yang setia.

“Hal yang pertama saya lakukan saat bangun tidur adalah cek ponsel untuk sekadar lihat jam atau cek notifikasi. Rutinitas ini saya lakukan sejak SMP, sejak punya ponsel,” ungkap Dwi Lina Sari Tanjung, GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak

Pengalaman yang sama disampaikan Ni Kadek Alvioni, Kabid Marketing PT. Puri Bunda- RSIA Puri Bunda. “Bangun pagi, saya langsung ambil ponsel, setelah itu ke kamar mandi, lalu minum kopi, olahraga, mandi,” ujar perempuan yang akrab disapa Onik ini. Rutinitas membawa ponsel ke tempat tidur ini ia lakukan dari pertama kali punya ponsel.

Karena dekatnya dengan ponsel, ia merasa sedih kalau saat bangun pagi, ponselnya mati karena kehabisan baterai. Ia pun langsung mengisi baterai sambil berharap segera bisa baca pesan yang masuk atau sekadar memantau akun media sosialnya. Bagi Onik, dirinya memilih ketinggalan dompet daripada ketinggalan ponsel.

Setelah urusan cek ponsel beres, Onik biasa olahraga di rumah. Kadang ia memanfaatkan treadmill untuk mengganti lari pagi, atau sit up. “Badan sakit semua dan berasa gemuk banget kalau tidak olahraga pagi karena. Tidak perlu mandi air hangat di pagi hari karena badan sudah hangat setelah olahraga,” tandasnya.

Sementara itu, Winny Sri Adriani mengatakan hal pertama yang ia lakukan saat bangun pagi adalah berdoa dan bersyukur masih punya kesempatan hidup, sehat, dan melihat orang-orang tersayang sehat dan baik-baik saja. Ia juga berdoa semoga hari yang akan dilalui selalu dalam lindungan Tuhan. “Habis berdoa, baru ngecek ponsel. Lihat e-mail, chat. Selanjutnya persiapan berangkat kerja,” ujarnya. Regional Sales Digital Advertising Telkomel Bali Nusra ini mengatakan kebiasaan di pagi hari itu ia lakoni sejak tiga tahun terakhir.

Winny pernah punya pengalaman unik tentang bangun pagi. “Waktu itu ada acara di kantor dan saya harus hadir pukul 06.00. Saya sudah setel alarm dan yakin tidak akan terlambat. Paginya saya bangun pukul 05.30 dan alarm ponsel belum bunyi. Spontan saya kaget menyiapkan diri dengan secepat mungkin. Orang rumah nanya nanya, mau kemana. Saya jawab ada acara di kantor. Mereka nanya lagi, apakah hari Minggu kerja. Saya tersadar, ternyata acara di kantor itu Senin, bukan Minggu,” ujarnya sembari tertawa. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

To Top