Connect with us

Style

Aneka Gaya Pilihan

Published

on

Angelica Wu Fashion Design Course hingga kini cukup banyak melahirkan fashion desainer yang berbakat di Bali. Karya-karya mereka bukan hanya menarik tapi juga membanggakan. Berikut rancangan dari Ayudya, Yuli Anggreni, Qorina  Qotrunada, Yuni Lestari , Bela Brian, dan Niken Rachel.

Rancangan para desainer ini terinspirasi alam dan beragam peristiwa di kehidupan ini. Dengan konsep masing-masing , setiap desainer berhasil menghadirkan potensi keindahan dan keunikannya.

Seperti Brian Bela, inspirasinya dari mahluk laut di daerah tropis, yakni ubur-ubur bulan. Spesies misterius ini dengan tampilan cantik , tembus pandang dan gerakan gemulai ini menggoda dijadikan tema.”Aurelia Aureta” Karya bersiluet A dan X serta warna monochrome  mrnjadi busana dengan tampilan misterius , sexy dan modern.

Kemudian ada tema “Young Love”, dari Niken Rachel, yang  mengangkat style tahun 70-an. Menariknyan ia menerapkan teknik digital printing dengan proses sublimasdi pada kain polyester.

Advertisement

Berikutnya, Yuli Anggreni mengangkat filosofi gelombang.Khusus untuk koleksinya ini ia lebih berfokus pada keindahannya. Dengan skema warna biru, hijau, dan putih, disertai perpaduan bahan tradisional, koleksinya inidiperuntukkan bagi wanita karier yang percaya diri dan mapan secara finansial.

BACA  Alas Kaki Untuk Gaya Kasual 

Begitu juga dengan Ayudya dengan Fiddlehrad Fern, Qorina Qontrunada mengangkat tema The Harmony of Nature serta Yuni Lestari dengan Wonder Mold.

(sri.ardhini@cybertokoh.com)

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Style

Memakai Masker Seperti Memakai Baju

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Secara umum penyebaran dan penanganan Covid-19 terkendali, namun pemerintah terus berupaya menurunkan kasus Covid-19 di seluruh pelosok. Ancaman virus masih akan terjadi beberapa waktu ke depan dan ini memerlukan berbagai strategi yang matang.

Memasuki masa transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi, pemerintahpun menguatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir. Percepatan vaksinasi, tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes), penguatan testing, tracing, treatment (3T), serta pemanfaatan
teknologi informasi oleh masyarakat secara luas, terus digencarkan. Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus
Suprapto dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Selasa (19/10).

Agus menjelaskan terdapat tiga tahapan pandemi Covid-19 menuju endemi. Pada tahap persiapan, upaya preventif harus dikuatkan. Misalnya perilaku prokes yang sudah melekat atau tertanam (embed), vaksinasi lebih dari 70%, serta penggencaran 3T oleh petugas-petugas yang kompeten.
Kemudian tahap transisi, di mana jumlah kasus terkendali dan angka kematian dapat ditekan. “Pada tahap ini, kehidupan kita masuk grey area (area abu-abu, tidak pasti), semua demi menjaga prokes dan hidup berdampingan dengan Covid-19,” ujar Agus.

Advertisement

Ketiga adalah tahap endemi. Pada tahap endemi, setelah semua terkontrol dan harapannya, semua jadi lebih baik. Endemi, menurutnya, tidak hanya untuk Indonesia, namun juga dunia. Ia mengatakan, dengan persiapan dan transisi yang baik, maka dapat bersama-sama dan serentak menuju ke tahap tersebut.

BACA  Colorful,  Fun, and Classy

Agus optimis, bila angka kasus semakin turun, tidak terjadi gelombang ketiga pada akhir tahun, serta situasi tetap terkendali seperti saat ini, maka tahun depan ekonomi dapat pulih dan tumbuh di atas 5%. “Saat ini, kita harus terus bangun suasana optimis,” tegasnya.

Memasuki November Desember, menurutnya, terdapat kemungkinan menurunnya imunitas warga yang mendapatkan vaksinasi pada awal tahun. Karena itu, kegiatan masyarakat selama Nataru (Natal dan Tahun Baru) harus disertai disiplin prokes dan kehati-hatian.
“Virus ini menguji endurance (ketahanan) kita semua untuk tetap disiplin prokes, serta bersama-sama mendorong upaya 3T,” ujar Agus.

Campaign Director Gerakan Pakai Masker, Fardila Rachmilliza menambahkan, masyarakat harus terus diingatkan untuk memakai masker meskipun sudah divaksin, apalagi yang belum. “Kita ingatkan fakta, bahwa disiplin memakai masker menurunkan risiko penularan hingga 80% dan vaksinasi lengkap bisa menurunkan risiko kematian 73%,” jelas Dilla. Menurutnya, memakai masker sama seperti memakai baju sehingga harus selalu dikenakan saat bertemu orang
lain.

Tidak dapat dimungkiri, masyarakat memang harus selalu diingatkan bahwa meski telah melandai, tapi pandemi belum selesai. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat, bukan berarti ada pelonggaran pada prokes. Hal ini ditekankan oleh Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas
Covid-19 Alexander Ginting.

Advertisement

“Cakupan vaksinasi harus terus dikejar sebelum libur akhir tahun, agar jangan
sampai ada kelompok rentan yang tertinggal upaya vaksinasi. Selain itu, penertiban mobilitas baik dalam negeri maupun yang dari luar negeri, penguatan peran
pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, serta penggunaan aplikasi digital untuk filtrasi; harus dilakukan secara terintegrasi guna mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan,” jelasnya.

BACA  Kasual, Smart, dan Simpel

Alexander juga mengatakan ini menjadi tugas bersama. Masyarakat bukan semata-mata sebagai objek melainkan subjek yang
harus berjuang bersama. Ini adalah perjuangan semesta melawan bencana biologis berupa virus. Sebagai upaya mengendalikan pandemi menjadi endemi, terdapat 2 gerakan yang dapat dilakukan. Gerakan defensif berupa ikhtiar menurunkan laju penularan, serta gerakan ofensif yakni meningkatkan kapasitas respon melalui penguatan 3T. Gerakan maskerisasi agar masyarakat terus memakai masker dengan benar, harus tetap digaungkan dan tidak boleh berhenti. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Style

Kolaborasi di Masa Pandemi Covid-19, Uniqlo Gandeng UKM Denpasar

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Masa pandemi Covid-19 merupakan momen untuk berkolaborasi saling mendukung. Hal inilah yang dilakukan Uniqlo dengan menyiapkan Corner bagi produk UKM lokal. Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara pun berkesempatan meninjau corner ini disela-sela pembukaan toko Uniqlo Level 21 Mall Denpasar, Jumat (8/10)

“Uniqlo Indonesia konsisten untuk menampilkan produk dan informasi dari UKM terpilih melalui program Kolaborasi Neighborhood. Kolaborasi Neighborhood merupakan bentuk dukungan Uniqlo untuk turut membantu pelaku bisnis lokal agar bisa terus berkembang semakin baik lagi,” ungkap Stefanie Saragih, PR Uniqlo Indonesia.

Ia menjelaskan pemilihan UKM dan produk yang ditampilkan akan dikaji setiap enam bulan sehingga memberikan kesempatan lebih banyak bagi UKM lainnya. Toko Uniqlo yang berada di Level 21 Mall Denpasar merupakan toko kedua di Bali dan ke-42 di Indonesia.

Advertisement

Stefanie menambahkan, pelanggan yang akan berbelanja di toko-toko Uniqlo di seluruh Indonesia, tidak perlu merasa khawatir karena Uniqlo menerapkan protokol kesehatan ketat. Pengunjung maupun staf toko wajib menggunakan masker, pembatasan jumlah pengunjung, pengecekan suhu, penggunaan desinfektan sebelum memasuki toko hingga pengaturan jarak pada kasir. Ruang ganti juga didesain menjamin kenyamanan dan keamanan para pelanggan selama berbelanja.

BACA  Gaya dengan Long Dress Endek

Daniel Pieter Sumual, Marketing Director & E-Commerce Head Business Unit Uniqlo Indonesia menjelaskan kehadiran toko baru ini untuk memenuhi kebutuhan serta semakin dekat pelanggan setia yang bertempat tinggal di Bali sehingga dapat semakin lebih mudah menikmati koleksi LifeWear.

“Saat pembukaan toko kedua kami pada 8 Oktober di Level 21 Mall Denpasar, kami juga ingin memberikan apresiasi kepada para seniman tradisi Bali yang telah berdedikasi dalam melestarikan budaya Bali dengan mengajak mereka untuk menjadi pengunjung pertama yang menikmati koleksi LifeWear bersama Happy Salma sebelum resmi dibuka untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Uniqlo Indonesia bersama Happy Salma, mengajak 30 seniman tradisi Bali untuk menjadi pengunjung pertama dari Uniqlo Level 21 Mall sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka untuk melestarikan budaya lokal. Memilih Happy Salma dalam kegiatan apresiasi Uniqlo Indonesia ini bukan tanpa alasan. Sebagai seorang seniman yang sudah malang melintang dari panggung teater, film dan seni pertunjukan lainnya, Happy Salma mengerti bahwa berkesenian itu tidak mudah dan membutuhkan kenyamanan dalam berkarya, salah satunya melalui pakaian yang digunakan saat latihan, menciptakan koreografi, hingga waktu pertunjukan. Lama tinggal di Bali, Happy Salma melihat banyak potensi yang dimiliki seniman tradisi Bali dan ajakan Uniqlo Indonesia untuk tampil dan disaksikan oleh audiens yang lebih beragam.

BACA  Trendi dengan Sarung

“Saya sangat senang dan bangga ketika diminta untuk mengajak rekan-rekan seniman tradisi Bali untuk berbelanja di toko Uniqlo Indonesia dan menjadi pengunjung pertama sebelum dibuka untuk masyarakat umum serta diberi kesempatan untuk berekspresi di ruang publik. Menurut saya rekan-rekan perlu perlu diberikan ruang yang lebih. Bentuk apresiasi seperti ini sangat dibutuhkan di saat seperti ini agar mereka bisa semakin semangat lagi dalam berkarya,” ujar Happy Salma. (Ngurah Budi)

Advertisement

Continue Reading

Style

Tampil “Stylish” dengan Endek, Ini Saran Desainer

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali /Kain Tenun Tradisional Bali dimaksudkan untuk menggeliatkan UKM yang ada di Bali yang masih mengunakan ATBM (alat tenun bukan mesin) bukan produk luar yang menggunakan mesin yang marak beredar di pasaran dewasa ini.

“Kondisi pandemi  Covid-19 yang memukul sektor ekonomi khususnya Bali yang notebene bergantung pada sektor pariwisata sangat dirasakan oleh masyarakat Bali. Tentu mempengaruhi psikologis masyarakat Bali. Saya kira semeton Bali relatif arif menangapi imbuan surat edaran dari Gubernur,” ujar Dewi Suarjani, desainer sekaligus pemilik butik House of Dewi.

Ia menambahkan awalnya kain tenun endek kesannya kuno dan tua. Seiring perkembangan dunia fashion, kesan itu tidak lagi tertanam di benak si pemakai. “Kain endek juga bisa digunakan untuk berbagai acara,” tegas Dewi seraya memberi beberapa saran dan tips memadupadankan endek.

Advertisement

Endek untuk busana sehari-hari tergantung padu padannya sehingga terlihat lebih gaya dan kekinian. Misalnya dengan pemakaian scarf yang berwarna polos sesuai dengan warna dasar dari endek itu sendiri.

BACA  Kasual, Smart, dan Simpel

Endek untuk busana  pesta, bisa memakai dress dari bahan endek dengan motif yang coraknya agak kalem, supaya kita bisa menambahkan aksesoris berupa kalung, gelang, cincin. Itu semua dapat mempercantik penampilan dan membuat kesan etnik modern. Untuk cowok, tinggal menambah bros yang sesuai dengan cowok di atas saku. Ini sangat membantu menambah nilai lebih pada si pemakainya. “Hindari penggunaan aksesoris yang berlebihan jika motif dan corak endeknya sudah ramai,” ujar Dewi.

Endek untuk busana ke kantor, bisa pilih atasan untuk blazer atau rompi dari endek yang bermotif dipadukan dengan bawahan polos, rok atau celana panjang.

Endek untuk busana yang bergaya casual, bisa pilih dengan perpaduan atasan polosan dan bawahan dibuat berbagai bentuk sarung yang kekinian. Ini sangat menambah gaya dan stylish penampilan dan tidak membosankan. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren