Dara

GenRe Jadi “Tameng” Bonus Demografi

Pemerintah terus mendorong program Generasi Berencana (GenRe) untuk meningkatkan kualitas remaja menyongsong generasi emas tahun 2030-2045. GenRe juga menjadi tameng dari bencana bonus demografi.

Pada saatnya mereka akan memiliki karakter dan kompetensi untuk menghadapi perkembangan global. Jika hal ini tidak dipersiapkan sejak remaja, dikhawatirkan mereka akan terjebak dalam suatu keadaan yang disebut dengan disaster demografi atau bencana kependudukan, sehingga mereka menjadi kuli di negerinya sendiri. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D, saat dialog GenRe Ceria 2016 Provinsi Bali, di Amlapura, Rabu (16/11).

“Bonus demografi diibaratkan pisau bermata dua. Satu sisi bonus demografi merupakan berkah jika diantisipasi dengan peningkatan kualitas sumber daya. Di sisi lain akan menjadi musibah atau disaster, karena tidak akan terpenuhinya sumber daya hidup seperti pangan, energi dan lingkungan,” tegasnya. Karena itu Kepala BKKBN Surya Chandra berharap agar remaja menjadi Generasi Berencana, mencermati masa depannya dengan bersekolah, merencanakan kerja, berkeluarga hingga menjadi orang tua hebat pada saatnya.

Fenomena yang terjadi dewasa ini, menurut Kepala BKKBN Surya Chandra adalah rendahnya kompetensi dan lemahnya karakter masyarakat sebagai implikasi dari lemahnya peran keluarga, mulai dari merencanakan keluarga sejak awal seribu hari pertama berkeluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos., MAP. mengatakan pembentukan generasi berkualitas adalah suatu keniscayaan yang harus dipenuhi untuk menuju keluarga berkualitas. GenRe mempersiapkan kehidupan berkeluarga mulai dari meniti pendidikan, karier hingga merencanakan keluarga sehingga generasi muda mampu merencanakan masa depan untuk menuju keluarga sejahatera.

Karena itu Mas Sumatri berharap, lewat program GenRe Ceria, remaja tersebut dapat menginisiasi permasalahan yang kerap dihadapi remaja berupa Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) berupa Sex Pranikah, Pernikahan dini dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif). (rls)

 

To Top